Keluarga Meminta Pemerintah Memulangkan Jasad Sumarti Ningsih

oleh didi
08:09 AM on Nov 5, 2014

Keluarga berkomunikasi dengan Sumarti Ningsih dua pekan sebelum mendapat kabar tentang kematiannya yang sadis di Hong Kong. Bahkan saat berkomunikasi (15/10), Sumarti sempat mengatakan ingin pulang ke Cilacap pada tanggal 2 November.

Ahmad Kaliman mengatakan putrinya tersebut menelepon menanyakan kabar dirinya dan keluarga. Ahmad berpesan agar Sumarti menjaga diri selama bekerja di sebuah restoran di negeri orang. Sumarti berencana akan pulang. Namun tak ada yang menyangka, dia akan pulang dalam kondisi tak bernyawa. Dia berharap pemerintah dapat memulangkan Sumarti ke kampung halamannya di Gandrungmangu, Cilacap.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Keluarga-Meminta-Bantuan-Pemerintah-Memulangkan-Jasad-Sumarti-Ningsih
Keluarga-Meminta-Bantuan-Pemerintah-Memulangkan-Jasad-Sumarti-Ningsih

“Saya mohon kepada pemerintah untuk membantu memulangkan anak saya. Soalnya dia masih warga negara Indonesia. Kami meminta supaya pemerintah membantu secepatnya kepulangan jasad anak saya,” ujarnya.

Keluarga mendapat kabar tentang nasib malang yang menimpa anaknya lewat telepon dari agen TKI di Hongkong, Senin (3/11).

“Saya ditelepon dari Hongkong. Dia memberitahukan kalau anak saya meninggal. Sumarti Ningsih kabarnya dibunuh dengan cara dimutilasi dan sudah dibungkus. Saya disuruh untuk tabah. Mau bagaimana lagi, itu sudah takdir,” katanya.

Sebelumnya, Kepolisian Hong Kong menangkap bankir muda asal Inggris, Rurik Jutting di lantai 31 sebuah apartemen, Distrik Wan Chai, Hongkong dengan tuduhan membunuh Sumarti dan seorang perempuan asal Filipina, Jesse Lorena Ruri, Sabtu (1/11).

Polisi menemukan jasad Sumarti membusuk di dalam koper. Tangan beserta kakinya di ikat. Lehernya hampir terputus. Polisi memperkirakan Sumarti meninggal lima hari yang lalu. Sementara Jesse ditemukan dalam kondisi hidup dengan luka parah di leher. Namun dia meninggal tak lama setelah polisi menemukannya.

Mainan seks dan narkotika jenis kokain ditemukan di kamar apartemen tersebut. Polisi juga menemukan pisau sepanjang 12 inci yang diduga sebagai alat pembunuhan.

Selasa (4/11) kemarin, Tim Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama Disnakertran Kabupaten Cilacap mendatangi rumah korban pembunuhan Sumarti Ningsih untuk mengungkapkan duka cita kepada keluarga korban. Selain itu, pihak Kemenlu juga menerima permintaan keluarga korban untuk segera memulangkan jenasah korban ke kediamannya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA