4 Kelakuan Nekat Siswa Sekolah yang Pernah Bikin Geger Indonesia

Kenakalan remaja memang wajar, tapi kalau sampai bakar sekolah?

oleh Arief Dian
07:00 AM on Jul 14, 2017

Dunia pendidikan di Indonesia selalu saja diterpa isu yang tidak mengenakkan. Nggak hanya tentang guru yang jahat terhadap murid, atau aksi korupsi di sistem sekolah, tapi juga siswa-siswa yang berkelakuan ngawur. Untuk siswa, mungkin ini yang jadi permasalahan utama di sekolah. Seperti yang kamu tahu, dari tahun ke tahun selalu ada saja berita buruk soal para siswa ini. Entah yang tawuran atau melakukan aksi-aksi tercela lainnya.

Berita paling baru, ada tiga murid sekolah yang nekat bakar sekolah. Alasannya bukan karena guru jahat atau uang tabungannya diakuisisi sekolah, tapi lantaran tidak naik kelas saja. Aksi ini pun sukses bikin geger masyarakat Indonesia. Tak hanya itu saja, masih ada beberapa kejadian nekat siswa yang juga nggak kalah menghebohkan. Simak ulasannya berikut ini.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Lantaran tidak naik kelas, siswa ini bakar sekolah

Beberapa hari yang lalu, dunia pendidikan sempat digegerkan dengan aksi nekat tiga orang siswa di Kanbowa Sulawesi Tenggara. Bagaimana tidak, tiga orang murid yang masih ada hubungan keluarga ini melakukan hal kriminal karena alasan sepele.

Sekolah dibakar [image source]
Lantaran sudah berkali-kali tidak naik kelas, tiga murid itu jadi hilang akal hingga membakar sekolah. Akibat kelakuan tiga anak itu, pihak sekolah harus menanggung kerugian hingga Rp 300 juta rupiah. Kini ketiga siswa sudah diamankan oleh pihak kepolisian untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nekatnya. Kasihan, hanya karena perbuatan tidak pikir panjang, masa depan yang harus jadi tumbalnya. Ini bukan yang pertama, beberapa tahun yang lalu juga ada kasus serupa.

Pukul guru dengan kayu karena tidak lulus

Serupa dengan kasus pembakaran sekolah, namun lain cerita. Seorang siswa salah satu SMA di Kubu Raya, Kalimantan Barat melakukan sebuah aksi nekat beberapa bulan yang lalu. Bagaimana tidak, siswa ini memukul gurunya sendiri dengan sebuah kursi hingga bengkak.

Pukul Guru [image source]
Miris mengingat alasan yang dilakukan oleh anak tersebut sangat tidak logis. Lantaran hanya karena salah satu mata pelajarannya nilainya kurang dari yang lain, aksi nekat itu dilakukan. Akhirnya anak itu dilaporkan pada pihak berwajib atas tuduhan penganiayaan. Sayangnya hal ini bukan sekali atau dua kali terjadi, namun setiap tahunnya selalu ada kejadian serupa.

Maraknya pembullyan yang ada di lingkungan sekolah

Tidak hanya masalah murid dan sekolah, namun antara masing-masing siswa juga ada kejadian nekat yang selalu saja terjadi tiap tahunnya. Entah karena lemahnya pengawasan atau memang kelakuan para murid yang super badung, setiap tahun selalu terdengar kabar mengenai aksi pembullyan yang ada di kalangan pelajar.

Bullying [image source]
Seperti kejadian beberapa tahun yang lalu, sebuah video penganiayaan di sebuah sekolah di jawa barat tersebar di media maya. Hal ini langsung menjadi sorotan para pemerhati pendidikan. Akibatnya para siswa tersebut akhirnya diberikan sebuah sanksi keras oleh kepala sekolah karena kelakuannya itu. Entah mengapa, satu kasus pembullyan sudah selesai, selalu muncul lagi kasus yang lain.

Maraknya para siswa yang terlibat tawuran

Setiap tahun tawuran antar pelajar semakin marak saja terjadi. Mirisnya, kadang hal tersebut terjadi hanya karena alasan yang sepele. Mulai dari saling mencoba unggul antara murid dari sekolah satu dengan yang lain, hingga masalah saling senggol.

Tawuran [image source]
Dari percekcokan sepele antar dua orang itu, buntutnya adalah tawuran seperti apa yang sering terjadi. Sayangnya, akhir-akhir ini tawuran antara pelajar bahkan terjadi pada anak-anak SD yang masih belia. Entah mencontoh dari mana, tawuran para bocah ini sudah mirip dengan orang dewasa.

Seperti itulah kelakuan para siswa Indonesia yang sempat bikin geger. Meskipun demikian mereka juga merupakan generasi bangsa yang menggantikan kita kelak. So mendidik mereka menjadi lebih baik bukan hanya tugas sekolah saja, kita juga harus ikut andil membentuk mental generasi muda yang lebih baik.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA