5 Fakta Menyedihkannya Akhir Kehidupan Bung Karno

oleh Anas Anas
13:56 PM on Apr 20, 2016

Bung Karno sejatinya adalah seorang founding father Bangsa Indonesia yang harusnya menikmati indah kemerdekaan. Sepanjang hidupnya, Beliau sudah terlalu banyak berkorban demi kemerdekaan negara ini. Mulai dari menderitanya hidup di pengasingan, penculikan, dan perjuangan-perjuangan bersama rakyat lainnya yang menguras darah dan keringat.

Namun apa yang terjadi di masa tuanya sungguh menyedihkan. Pernah memegang jabatan presiden pertama Indonesia ternyata bukan suatu jaminan kelak hidupnya akan berakhir indah. Nyatanya justru kehidupan Bung Karno sangat tertekan akibat represifnya pemerintahan Orde Baru. Berikut kami merangkum 5 fakta menyedihkannya akhir kehidupan Bung Karno karena tindakan penguasa Orde Baru tersebut. Silakan disimak.

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

1. Minim Perawatan, Tubuh Tua Bung Karno Habis Digerogoti Penyakit

Sudah menjadi rahasia umum, usai tak lagi menjadi presiden, Bung Karno menjadi sasaran kekejaman Orde Baru. Saat tak lagi menjadi presiden, tim dokter kepresidenan yang dipimpin Prof. Siwabessy dengan anggota Dr. Soeharto, Dr. Tang Sin Hin, dan Dr. Soerojo yang paham betul jejak rekam medis Bung karno dibubarkan. Sejak itulah, penanganan penyakit Soekarno jauh dari kata memadai.

343518_bung-karno-bersama-fatmawati-dan-anak-anaknya_663_498
Bung Karno di masa tua [ Image Source ]

Hari-hari tua Bung Karno semakin menyedihkan. Tubuhnya digerogoti hipertensi yang mempengaruhi kerja ginjalnya. Ginjal kiri Bung Karno sudah tidak berfungsi, sedangkan yang kanan hanya berfungsi 25 persen saja. Komplikasi penyempitan pembuluh darah jantung, pembesaran otot jantung, dan gejala gagal jantung semakin memperparah kondisi Bung Karno.

Next

BERITA TERKAIT
BACA JUGA