6 Kode Curang yang Sering Digunakan Saat Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia

oleh titi
14:15 PM on Nov 16, 2015

Seleksi masuk perguruan tinggi negeri adalah ajang yang sangat dinanti-nantikan siswa yang baru lulus dari SMA/SMK sederajat. Seleksi tersebut biasanya diadakan setahun sekali dan dibanjiri oleh ribuan calon mahasiswa.

Ribuan calon mahasiswa yang baru lulus dari SMA/SMK tersebut mencoba peruntungan mengikuti tes untuk masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan. Mengingat bagaimana kualitas pendidikan Indonesia saat ini, banyak kemungkinan jika kecurangan kerap terjadi saat seleksi berlangsung. Lalu seperti apa yang kecurangan yang kerap terjadi saat seleksi masuk perguruan tinggi tersebut? Berikut ulasannya :

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

1. Batuk Bervariasi

Penyakit batuk memang cukup merepotkan ketika kita diharuskan dalam keadaan tenang. Jika suara batuk yang terdengar dalam suasana hening akan memecahkan konsentrasi orang di sekitar kita. Makanya banyak orang meminta untuk istirahat lebih banyak ketika akan menghadapi ujian.

Suasan Ujian
Suasan Ujian [image source]
Namun siapa sangka jika batuk bisa juga menjadi alternatif lain untuk pendistribusian jawaban di saat seleksi masuk perguruan tinggi. Ada beberapa peserta dengan keadaan sehat malah pura-pura batuk dengan berbagai variasi. Hal ini adalah kode untuk memberikan jawaban kepada teman atau sebaliknya.

2. Gerakan Tangan dan Kaki

Para pengawas yang biasanya menjaga seleksi masuk perguruan tinggi, juga harus mengawasi gerak-gerik peserta yang membuat orang lain tidak berkonsentasi. Meski cara belajar dan mengerjakan soal dari beberapa orang berbeda, bisa jadi gerakan badan menjadi salah satu modus kecurangan.

Kode Tangan Saat Ujian
Kode Tangan Saat Ujian [image source]
Meski menggerakkan tangan ini sudah menjadi modus klasik ketika ujian, namun untuk menghasilkan mahasiswa yang lolos tes dengan jujur itu sangat sulit. Maka tidak heran meskipun klasik modus ini tetap berjalan sampai sekarang.

3. Bermain Pena

Ada dari beberapa orang memiliki karakteristik sendiri ketika mengerjakan sebuah ujian. Salah satunya adalah membenturkan penanya ke atas meja secara beraturan. Terkadang memencet kepala pena yang semula terbuka menjadi tertutup dan sebaliknya. Dan mereka sudah terbiasa melakukannya.

Bermain Bolpoin
Bermain Bolpoin [image source]
Seperti batuk, menggerakkan pena juga bisa menjadi salah satu kode kecurangan bagi beberapa orang. Apalagi jika pesertaseleksi dalam satu ruangan saling kenal. Cara pendistribusian jawabanpun sangat lancar.

4. Memakai Jam Tangan

Pemanfaatan jam tangan untuk melakukan kecurangan ketika seleksi masuk perguruan tinggi sudah sering dilakukan. Dengan modus memakai jam tangan untuk melihat waktu saat seleksi, ternyata jam tangan tersebut berisikan salinan jawaban dari joki seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

Memakai Jam Tangan
Memakai Jam Tangan [image source]
Modus jam tangan tersebut cara kerjanya yaitu saat seleksi sedang berlangsung, calon mahasiswa mendapat kiriman jawaban melalui jam tangannya. Sanksi yang diberikan pun tak tanggung-tanggung, calon mahasiswa yang melanggar akan ditangkap saat sedang seleksi berlangsung.

5. Alat Pendengaran

Semakin canggih teknolgi saat ini malah disalahgunakan beberapa orang untuk melakukan kecurangan. Alat yang biasa digunakan untuk membantu pendengaran ini malah dijadikan alat untuk pendistribusian jawaban seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

Berbicara dengan Pengawas
Berbicara dengan Pengawas [image source]
Dengan bantuan joki yang berada di tempat berbeda, jawaban akan disalurkan melalui suara yang dapat didengar oleh peserta ujian. Meski harus membayar mahal, menurut mereka tak apa jika tujuannya untuk masuk ke perguruan yang diinginkan.

6. Kancing Alat Komunikasi

Bukan hanya alat pendengaran yang digunakan. Saat ini ada pula kancing yang dapat digunakan untuk berhubungan dengan joki. Modus satu ini juga bakalan tertutupi dari penglihatan para pengawas.

Kecurangan Ujian
Kecurangan Ujian [image source]
Ditambah lagi dengan jumlah yang banyak dalam satu ruangan, memudahkan untuk melakukan kecurangan ini. Meski begitu, para pengawas akan semakin ketat dalam melakukan pengawasan.

Hal yang perlu dilakukan ketika masuk ke dalam sebuah tempat baru adalah sebuah do’a yang tulus. Bukannya membuat kecurangan yang dapat merugikan diri sendiri.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA