Cerminan Kebiasaan Jelek Orang Indonesia Lewat Video “Minta Digampar”

oleh Centralismo
09:48 AM on Mar 10, 2015

Komtung TV adalah sebuah jaringan media online yang dibangun oleh beberapa stand-up comedian Indonesia. Para comic ini menginginkan setiap orang memiliki ruang kreasi dan apresiasi yang lebih luas. Di sini, siapa saja boleh unjuk kebolehan.

Salah satu program yang dibuat oleh komunitas ini adalah video serius yang mereka beri judul “minta digampar”. Dalam acara ini, seorang host akan pergi ke tempat umum untuk mengkritik langsung hal-hal yang menurutnya tidak penting. Si Host akan menyampaikan kritiknya dengan pedas dan menyebalkan, seolah-olah dia memang “minta digampar” oleh orang sekelilingnya. Penasaran seperti apa kelucuan video “minta digampar”?. Mari kita simak.

Baca Juga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia

1. Motor Lawan Arah

Ini adalah hal yang paling menyebalkan yang sering kita temui di jalanan kota-kota besar, khusunya di Jakarta. Para pengendara motor akan mengambil “jalan pintas” dan akhirnya mengendarai motornya dengan berlawanan arah karena malas memutar arahnya. Tidak jarang, para pengendara motor jenis ini menggunakan trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki.

Dalam video ini, sang host berhadapan langsung dengan pengendara motor yang melawan arah. Tidak tanggung-tanggung, dia langsung menegur keras para pengendara bandel tersebut. Dia juga tidak segan-segan untuk menghalang-halangi jalan si pengendara motor karena menurutnya trotoar adalah hak dirinya sebagai pejalan kaki. Namun video ini harus segera dihentikan karena preman setempat di jalan tersebut menginterupsi pengambilan video.

2. Duduk Tidak Pada Tempatnya

Di taman-taman di kota kita, sudah disediakan beberapa bangku atau pilar yang didesain untuk tempat duduk. Namun, kita cenderung tidak suka duduk di tempat yang sudah disediakan dan mencari alternatif tempat duduk lain. Akhirnya, keindahan taman yang sudah diatur sedemikian rupa menjadi terganggu keindahannya karena kita memilih tempat-tempat tidak lazim untuk duduk.

Contohnya adalah dua pasangan muda-mudi dalam video ini. Di belakang mereka terdapat pilar untuk tempat duduk, namun mereka justru memilih untuk duduk di rumput. Sang host acara segera menegur mereka, dan pasangan itu akhirnya duduk di pilar. Namun sang host tidak berhenti di situ. Dia menanyakan serentetan pertanyaan menyebalkan. Benar-benar “minta digampar”.

3. Kebanyakan Nongkrong

Nongkrong adalah kebiasaan anak muda yang bakal sulit dihilangkan, bahkan jika usia mereka sudah tidak “muda” lagi. Kegiatan yang dilakukan dalam “nongkrong” memang sering kali tidak produktif, hanya sekedar mengobrol dan minum kopi atau mengemil. Meski wajar untuk dilakukan sesekali, namun percaya atau tidak, urusan “nongkrong” inilah yang membuat banyak mahasiswa susah lulus. Nongkrong memang lebih asik daripada mengerjakan tugas atau belajar untuk sidang.

Begitupula dengan sekelompok mahasiswa yang ditemui di Taman Suropati, Jakarta ini. Mereka mengaku bahwa kegiatan nongkrong mereka tidak memberi manfaat apa-apa, tapi mereka tidak akan menyesalinya. Si Host terus memancing mereka dengan sederet pertanyaan yang menyebalkan. Namun para mahasiswa yang bahagia ini sepertinya tidak peduli dan mereka tidak sedikitpun tampak gusar oleh pertanyaan si host.

4. Foto Model

Di jaman dimana social media mengisi tiap jam hidup kita, foto adalah hal yang wajib. Tidak cukup dengan selfie di kamera ponsel, banyak orang yang rela menyewa fotografer profesional sekedar untuk memajang foto tersebut di sosial media. Mereka mengeluarkan uang yang tidak sedikit, meski sesi foto tersebut hanyalah untuk momen biasa, bukan momen pre-wedding atau dokumentasi spesial lainnya.

Dalam video kali ini, eksperimen “minta digampar” tampaknya kurang berhasil. Setelah menanyakan beberapa pertanyaan, si host segera ditinggalkan oleh segerombolan orang yang sedang mengadakan sesi foto. Banyak komentator di Youtube yang menyatakan kekesalan mereka terhadap si host yang “kepo”. Namun, memang inilah tujuan dari acara ini, “minta digampar”.

5. Tongsis

Tongsis adalah inovasi yang ditemukan untuk memfasilitasi kenarsisan kita. Dengan monopod ini, kita bisa memoto hampir seluruh bagian dari badan kita tanpa perlu meminta bantuan orang lain. Di zaman sekarang ini, kita sering melihat banyak orang yang berjalan-jalan sambil membawa tongsis.

Demikian pula dengan dua cewek yang sedang bersantai di taman ini. Mereka mengambil beberapa foto dengan tongsis dan kemudian sang host muncul dan menanyakan sejumlah pertanyaan yang bikin gerah. Namun syukurnya, dua cewek manis ini tidak terpancing emosinya dan menjawab seluruh pertanyaan dengan baik-baik.
Meski bikin kesal, series “Minta Digampar” ini sebenarnya bisa menjadi cerminan bagi kita atas hal-hal kecil yang kita lakukan yang bisa membuat kenyamanan orang lain terganggu. Meski tidak semua dari hal-hal yang dikritik dari hal di atas adalah salah, namun tetap saja cara si host membawakan acara bisa mengundang tawa.

Bagaimana menurut anda? Apakah acara ini lucu atau justru menyebalkan? (HLH)

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA