5 Kebiasaan Berbahaya yang Dilakukan Para Ibu di Sosial Media

oleh Halimah Halimah
14:50 PM on May 6, 2015

Tidak seperti beberapa tahun silam, media sosial kini bukan lagi milik anak muda saja. Semua orang dari berbagai rentang usia beramai-ramai aktif di media sosial. Para ibu pun tidak luput dari eforia kemeriahan teknologi informasi ini.

Tidak ada salahnya bagi para ibu untuk memiliki media sosial. Namun, ada beberapa hal yang luput dari perhatian para ibu dan bisa merugikan dirinya sendiri. Berikut adalah hal berbahaya yang dilakukan para ibu di sosial media.

Baca Juga
Blunder! 9 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi

1. Memposting Foto ‘Vulgar’ Sang Anak

Memiliki bayi adalah impian semua ibu. Dan siapa yang tidak senang ketika bayi lucu itu datang ke bumi? Tentu semua ibu merasakan kebahagiaan yang luar biasa dan tidak sabar untuk mengenalkan si kecil kepada teman-teman di social media.

Memposting Foto Vulgar Milik Anak (via)vemale
Memposting Foto Vulgar Milik Anak (via) vemale

Sayangnya, banyak para ibu yang mengunggah foto-foto “polos” dari sang anak. Misalnya foto si bayi ketika selesai mandi dan belum dipakaikan baju atau ketika si bayi sedang berenang. Bagi kita, mungkin hal ini adalah hal yang imut dan lucu. Tapi ingat, kita tidak pernah tahu orang macam apa yang berkeliaran secara sembunyi-sembunyi di dunia maya.

Bisa saja ada oknum-oknum yang terganggu kondisi mentalnya dan menyukai foto-foto “polos” itu sebagai fantasi seksualnya. Sebuah kasus pernah terjadi dimana seorang oknum dosen berpura-pura menjadi dokter anak dan meminta foto-foto anak dalam keadaan tanpa busana kepada para orang tua. Oknum tersebut malah menjadikan foto anak-anak itu sebagai fantasi seksualnya. Kita tentu tidak mau anak kita menjadi korban bagi orang-orang seperti itu.

2. Memposting Isi Rumah

“Akhirnya, selesai juga pembangunan rumah kami”, “Ini lho sofa baru hasil hunting di mall bla-bla…”, “wah, si dedek punya tempat tidur baru, nih…” Mungkin anda sudah familiar dengan status-status seperti itu, yang dilengkapi dengan unggahan foto. Atau mungkin, anda adalah satu dari sekian banyak orang yang suka memposting foto tersebut.

Memposting Seluruh Isi Rumah (c) Daily Mail
Memposting Seluruh Isi Rumah (c) Daily Mail

Kalau iya, anda sebaiknya memikirkan ulang lagi kebiasaan tersebut. Di era teknologi ini, para pelaku kriminal cyber bisa mengintai rumah anda dari sosial media. Mereka akan mempelajari letak dan “celah” rumah anda jika anda terlalu sering mengunggah bagian-bagian dari rumah anda. Ini sama halnya seperti memberi tahu maling jalan mana yang bisa sisip untuk masuk ke rumah anda.

3. Melewatkan Lebih Banyak Waktu di Sosial Media Dibanding Mengurus Anak

Dunia media sosial memang sangat “memabukkan”. Bagaimana tidak, hanya dengan membuka satu laman, anda bisa mengetahui aktifitas teman-teman anda, baik teman lama maupun teman yang baru anda ‘follow’ kemarin. Anda juga bisa mengetahui banyak hal hanya dengan satu klik.

Menghabiskan Lebih Banyak Waktu di Social Media (via) lauraleewalker
Menghabiskan Lebih Banyak Waktu di Social Media (via) lauraleewalker

Namun, para ibu sebaiknya sadar bahwa kehidupan tidak hanya berlangsung di sosial media. Kehidupan di dunia nyata harus lebih kita perhatikan. Karena anak kita tidak tumbuh dan berkembang di dunia maya, melainkan di dunia nyata.

4. Saling Menyindir

Bukan hanya untuk para ibu, namun kegiatan sindir-menyindir tampaknya menjadi hobi banyak orang di Sosial media. Sebaiknya kita mengingat bahwa sosial media bertujuan untuk meluaskan pergaulan kita. Kita diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menambah teman.

Saling Menyindir (via) socialmoms
Saling Menyindir (via) socialmoms

Namun kegiatan saling menyindir ini hanya akan menambah musuh. Dan khusus untuk para ibu, menyindir kekurangan keluarga atau tetangga anda lewat Facebook atau Twitter hanya akan menunjukkan bahwa kita adalah pribadi yang suka gosip. Ingatlah, selalu ada cara untuk mengingatkan atau menegur orang lain tanpa harus menyindir lewat media sosial.

5. Pamer

Siapa yang tidak senang mendapat rezeki melimpah? Semua orang juga ingin bisa membeli rumah mewah, mobil keluaran terbaru dan liburan ke tempat-tempat menyenangkan. Namun, bijakkah jika para ibu membangga-banggakan hasil kerjanya atau hasil kerja suaminya di media sosial?

Suka Pamer (via) vemale
Suka Pamer (via) vemale

Banyak yang berdalih bahwa memposting foto-foto berisikan rumah, mobil atau foto liburan adalah salah satu bentuk bersyukur. Namun, bentuk bersyukur paling mulia adalah membagikan rezeki kita pada mereka yang membutuhkan. Namun ingat, memberi kepada yang tidak mampu juga jangan sering-sering difoto dan dipajang di sosial media. Itu akan menjadi penyakit pamer berikutnya.

Sosial media memang ibarat pisau dengan dua mata yang tajam. Di satu sisi, seorang ibu bisa mengisi waktu luang atau bahkan memulai bisnis dari sosial media. Namun di sisi lain, banyak juga hal negatif yang bisa didatangkan dari dunia maya.

Oleh karena itu kita harus bijak dalam memilih apa-apa yang akan kita bagikan di sosial media. Dan selalu ingat bahwa kehidupan nyata akan selalu lebih menarik dari kehidupan maya jika kita mau membuka hati dan perasaan kita. Semoga ulasan di atas membuat kita berpikir dan bertindak lebih bijak. (HLH)

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA