7 Film Terkenal yang Membuktikan Kebaikan Tidak Selalu Menang

oleh Adi Nugroho
09:43 AM on Aug 15, 2015

Kebaikan akan selalu menang melawan apa saja di dunia ini. Meski awalnya runtuh, kebaikan akan bersinar di akhir. Itulah salah satu mantera yang hadirkan di hampir semua film, terutama action. Tokoh protagonis selalu kalah di awal namun menang di akhir. Namun, tak semua film melakukannya. Beberapa film terkenal ini justru menjadikan villain atau tokoh jahat sebagai pihak yang menang.

Memenangkan penjahat bukanlah hal yang mudah bagi sebuah film. Karena kebanyakan penonton menginginkan akhir bahagia. Dan jika protagonis yang ia suka dalam film malah kalah, biasanya penonton kecewa. Inilah 7 film yang menggebrak tabu jika kejahatan bisa memenangkan sebuah kebaikan!

Baca Juga
10 Atlet SEA Games 2017 Asal Indonesia Ini Nggak Cuma Bikin Bangga, tapi juga Cantik Jelita
Fakta Android Oreo, Sistem Operasi Terbaru Keluaran Google dengan 7 Fitur Super Canggih

1. Arlington Road (1999)

Arlington Road adalah film thriller yang dirilis pada tahun 1999 silam. Film ini menceritakan seorang tokoh bernama Michael Farady yang berduka setelah istrinya meninggal. Farady menduga jika istrinya meninggal akibat serangan teroris yang tinggal di dekat rumahnya. Akhirnya Farady mencurigai seseorang bernama Oliver sebagai dalang dari aksi teror. Kecurigaan yang dilakukan oleh Farady kian bertambah saat anaknya diculik oleh seseorang yang mungkin Oliver.

Mengetahui hal ini, Farady akhirnya mengamuk meski tak bisa melakukan apa-apa. Farady akhirnya menemukan fakta jika Oliver akan meledakkan gedung FBI. Mengetahui hal ini, Farady akhirnya mengikuti dan menyelinap masuk ke mobil. Sayangnya mobil ini malah meledak dan membuat Farady meninggal. Pihak FBI dalam penyelidikan justru menyebut Farady adalah dalang dari ledakan. Motif yang dilakukan oleh Farady adalah balas dendam karena istrinya meninggal saat bertugas. Well, bukannya selesai malah sial! Bahkan sampai mati ia dianggap pengebom!

2. Fallen (1998)

Fallen adalah sebuah film yang menceritakan perjuangan detektif bernama John Hobbes. Ia terobsesi sekali menangkap seorang pembunuh berantai bernama Edgar Resse. Hobbes percaya jika Resse adalah orang yang dirasuki roh jahat bernama Azzazel. Roh ini ingin membalas dendam karena telah dikeluarkan dari surga. Akhirnya ia marasuki tubuh manusia dan berpindah-pindah untuk membuat kekacauan.

Hobbes akhirnya menyusun strategi untuk membunuh Resse. Ia akan mengorbankan dirinya sebagai host atau tempat Azzazel masuk. Setelah itu ia membunuh dirinya. Namun sayang, pengorbanan yang dilakukan oleh Hobbes tak berguna. Azzazel tetap hidup. Ia berpindah tempat ke tubuh kucing yang ada di dekat lokasi eksekusi. Kejahatan tak akan pernah bisa dihentikan meski banyak hal telah dikorbankan.

3. Se7en (1995)

Se7en adalah film misteri yang dirilis pada tahun 1995. Film ini dibintangi oleh Brad Pitt dan Morgan Freeman. Mereka berdua bertugas menjadi detektif yang melakukan penyelidikan tentang pembunuhan berantai. Mereka menyebutnya 7 deadly sins yang muncul di Bibel. Tujuh orang terpilih yang akan dibunuh sesuai dengan dosa yang dibuat.  Akhirnya keduanya menemukan seseorang bernama John Doe yang mengaku tahu siapa dua korban terakhir yang akan dibunuh.

Pitt dan Freeman akhirnya mengikuti kemauan Doe. Merek tidak tahu jika Doe adalah pembunuhnya. Akhirnya mereka menemukan kotak yang ternyata berisi kepala istri dari Freeman. Doe menyebut wanita itu memiliki dosa Envy atau iri. Setelah menganalisa cukup lama akhirnya mereka mengetahui fakta jika Pitt adalah dosa terakhir yang akan dihukum. Dosa itu mewakili kemarahan atau kemurkaan. Pitt akhirnya membunuh Doe meski Freeman telah melarangnya. Meski pembunuh mati tapi semua orang mengalami kesedihan. Bahkan lebih mengerikan daripada menjadi seseorang yang mati.

4. The Silence of The Lambs (1991)

The Silence of The Lambs adalah film thriller paling bagus sepanjang sejarah dunia. Film ini mendapatkan 5 penghargaan Oscar sekaligus. Karakter yang dimainkan oleh Jodie Foster dan Antony Hopkins benar-benar memesona. Kedua memainkan karakter agen FBI dan juga tahanan yang dimintai keterangan akan pembunuh yang masih berkeliaran di luar sana. Hopkins yang berperan sebagai Hannibal Lecture memberikan info kepada Clarice Starling yang diperankan Jodie Foster. Keduanya berkolaborasi untuk mendapatkan info seputar Buffalo Bill.

Lecture adalah tahanan yang dipenjara akibat pembunuhan dan kanibalisme. Hal inilah yang membuat Starling mengintrogasinya. Di akhir cerita, Starling memang berhasil menangkap dan membunuh Bill, namun Lecture malah berhasil kabur. Ia bahkan sempat menelepon Starling untuk mengucapkan selamat karena berhasil menjadi anggota FBI secara resmi. Di satu sisi, Bill telah tiada, tapi di sisi lain pembunuh berantai paling mengerikan kembali melakukan aksinya.

5. Identity (2003)

Identity adalah sebuah film yang rilis pada tahun 2003. Film ini berdasarkan buku dari Agata Chistie yang menceritakan seorang pembunuh yang nyaris mendapatkan hukuman mati. Anda akan dibawa ke dalam sebuah pikiran pembunuh yang di dalamnya banyak sekali orang. Dan sebenarnya orang itu adalah kepribadian pembunuh yang sangat berbeda-beda. Satu persatu kepribadian itu akhirnya dihabisi oleh kepribadian yang memiliki persona pembunuh.

Perang hebat penuh darah di dalam kepala pembunuh. Akhirnya hanya bersisa satu orang anak pendiam di dalam kepala. Dan justru anak itulah kepribadian mengerikan. Tubuh akhirnya dikuasai secara sempurna oleh kepribadian pembunuh. Di dunia nyata penjahat memberontak dan berhasil kabur dari penjara. Ia kabur dengan kesadisan dan kengerian yang meningkat melebihi saat ia sebelum ditangkap. Ngeri!

6. Chinatown (1974)

Chinatown adalah sebuah film dengan alur penuh kejutan, Film ini menceritakan seorang detektif yang disewa oleh wanita bernama Evelyn Mulway. Ia disuruh menyelidiki suaminya yang suka berselingkuh dan bertindak semena-mena. Ternyata hal ini dilakukan oleh Evelyn yang sebenarnya palsu untuk melindungi saudara perempuannya.

Evelyn adalah orang yang disiksa suaminya, bersama Khaterin saudaranya (sebenarnya anak perempuannya). Detektif yang disewa akhirnya berusaha menyelamatkan keduanya. Namun kekuatan dari sang suami yang merupakan orang penting tak bisa dibendung. Evelyn ditembak hingga mati dan Khaterin kembali hidup dengan ayahnya yang kejam. Jika anda menonton ini, pasti geregetan sendiri. Bagaimana polisi bisa sebegitu buta dengan mana yang benar dan salah. Orang jahat malah dilindungi.

7. No Country For Old Man

No Country For Old Man adalah sebuah film yang menceritakan seorang penembak pria yang sangat jahat. Dia kerap sekali membuat kekacauan di kota. Ia memaksa beberapa warga melempar koin untuk memilih antara mati atau uang. Hal ini menyebabkannya menjadi incaran sheriff dari kota tersebut. Bukannya takut, penjahat ini malah menantang orang ini untuk melakukan permainan mematikan. Ia menawari sheriff tambahan istri jika menyerahkan semua uangnya. Namun sheriff menolak.

Penjahat ini tak habis akal. Ia memengaruhi istri sheriff jika suaminya memilih ia mati daripada uang. Akhirnya si penjahat ditangkap, namun tak berapa lama ia berhasil kabur. Penjahat meninggal banyak kerusakan di setiap kota yang ia lewati dan mengambil semua uangnya. Jika aksinya selesai ia akan pergi dengan sangat cepat tanpa diketahui oleh siapa-siapa. Ckck, gila!

Tak semua film akan memenangkan semua heronya! Justru yang memenangkan penjahatnya bisa tampil dengan beda. Bahkan memberikan kesan yang tak terlupakan. Di anatara tujuh film itu, mana saja yang sudah anda lihat?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA