5 Orang Legendaris yang Kaya Raya dari Hasil Menipu

oleh Centralismo
11:00 AM on Aug 31, 2015

Banyak cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkan uang. Mulai dari cara halal yang membuat keringat Anda terperas, hingga cara haram yang tidak mengharuskan Anda bekerja keras. Pada akhirnya, pada masa sekarang sulit sekali untuk mengetahui apakah seseorang mendapatkan kekayaannya dengan cara yang halal atau haram.

Berikut ini adalah orang-orang yang mendapatkan hartanya dari hasil menipu. Tidak seperti koruptor yang ‘menghisap’ uang dari orang-orang yang tidak berdaya, orang-orang berikut ini biasanya melakukan penipuan-penipuan di perusahaan besar. Berikut Boombastis akan menceritakan cara beberapa penipu ulung yang menjadi orang terkaya sekaligus penipu paling dikenal di dunia.

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

1. Frank Abagnale, Ahli Memalsukan Cek

Frank Abagnale adalah seorang penipu yang sangat terkenal di era 60-an. Dia memiliki keahlian khusus dalam memalsukan cek. Dia pernah memiliki kekayaan sebesar $ 2.5 juta atau sekitar 35 milyar rupiah dari hasil memalsukan cek di 26 negara.

Frank Abagnale
Frank Abagnale [ImageSource]
Frank bisa berkeliling dunia karena dengan hebatnya dia mengaku sebagai pilot salah satu maskapai terkenal di AS. Saat hampir ketahuan menyamar sebagai pilot palsu, dia berganti profesi menjadi okter palsu. Dia juga sempat menyamar menjadi pengacara dan seorang guru. Kisah penipuan panjang dari Frank ini dijadikan sebuah film blockbuster “Catch Me If You Can”.

2. Charlez Ponzi, Pendiri Skema Money Game

Ponzi adalah seorang imigran Italia yang menetap di AS. Dia menjadi salah satu penipu paling ulung yang dikenal dalam sejarah Amerika. Jika Anda pernah terlibat dalam usaha MLM atau Money Game, Anda pasti pernah mendengar Ponzi Scheme. Skema itu adalah ajaran dari Ponzi yang hingga kini digunakan oleh para pengusaha mutlilevel marketing.

Charles Ponzi
Charles Ponzi [ImageSource]
Ponzi pernah bekerja di salah satu bank di Canada, di mana dia menjadi karyawan teladan karena kemampuan menghitungnya yang baik. Namun, ternyata sang pemilik bank melakukan penipuan dan meninggalkan bank tersebut dalam keadaan bangkrut dalam tanggung jawab Ponzi. Sejak itu Ponzi berjanji bahwa dia harus menjadi orang kaya dengan cara apapun. Akhirnya dia belajar untuk membujuk orang agar menginvestasikan uang kepadanya dan berjanji akan memberikan bunga dalam 90 hari. Awalnya, Ponzi berhasil menjalankan money game ini, namun akhirnya banyak orang yang curiga dan menuntut uang kembali. Pada tahun 1949, Ponzi meninggal dalam keadaan sangat miskin.

3. Soapy Smith, Penjual Sabun dengan Harta Milyaran

Laki-laki ini sebenarnya bernama Jefferson Randolph Smith. Namun, karena dia berpofesi sebagai pedagang sabun, dia lebih dikenal sebagai Soapy Smith. Sabun yang dijual warga negara Amerika ini bukanlah sabun sembarang sabun. Dari berjualan sabun ini, Smith menjadi pemimpin geng mafia bergengsi di Denver, Colorado, dan Skagway.

Soapy Smith
Soapy Smith [ImageSource]
Cara Smith menjual sabun sangatlah unik. Dia akan membawa dagangannya ke tempat yang ramai. Kemudian dia membungkus beberapa sabun dengan uang kertas mulai pecahan satu dollar hingga seratus dollar. Setelah sabun-sabun itu terbungkus uang, Smith membungkusnya lagi menggunakan kertas sabun biasa. Lalu sabun yang diselipi uang itu digabungkan Smith ke kotak berisi ratusan sabun lainnya. Dia mengacak sabun-sabun itu, lalu menjualnya sebagai lotere dengan harga 1 dollar saja. Banyak orang yang membeli sabun tersebut, padahal, sabun berisi uang telah ‘diamankan’ oleh rekan Smith yang berpura-pura menjadi pembeli.

4. Eduardo de Valfierno, Pencuri Lukisan Mona Lisa

Eduardo de Valfierno lebih suka dipanggil Marques. Dia adalah seorang berkebangsaan Argentina yang terkenal sebagai otak dari pencurian lukisa Mona Lisa. Lukisan masterpiece dari Leonardo Da Vinci itu memang menjadi incaran banyak kolektor seni yang bersedia membayar milyaran untuk lukisan wanita yang tersenyum tipis itu.

Eduardo El Varfierno
Eduardo El Varfierno [ImageSource]
Eduardo menyogok salah satu penjaga museum bernama Peruggia untuk menolongnya mencuri lukisan langka tersebut. Sebelum bekerja sama dengan Peruggia, Eduardo sudah berbulan-bulan mempelajari sifat dan latar belakang Peruggia. Setelah mencuri lukisan tersebut, Eduardo menyewa seorang pelukis perancis Yves Chaudron untuk membuat ulang lukisan tersebut sebanyak enam buah. Keenam lukisan itu dijual dengan harga yang sangat tinggi. Eduardo tertangkap tangan ketika sedang menjual lukisan yang asli pada tahun 1913.

5. James Hogue, Masuk ke Universitas Besar dengan Identitas Palsu

James adalah penipu yang paling handal yang pernah menipu banyak institusi pendidikan bergengsi. Pada tahun 1986, dia berhasil masuk ke Palo Alto High School dengan mengaku sebagai Jay Mithcell Huntsman. Jay Mitchell Huntsman sendiri adalah remaja asal Nevada yang sudah meninggal dunia. Tidak hanya sampai di situ, pada tahun 1988, dia masuk ke Pincenton University dengan menggunakan nama Alexi Indris Santana, seorang yatim piatu yang berasal dari Utah. Ketika identitas aslinya terbongkar, Hogue ditangkap dengan tuduhan telah menggelapkan uang bantuan siswa sebesar $ 30.000.

James Hogue
James Hogue [ImageSource]
Tapi jejak Hogue tidak berhenti di situ. Pada Mei 1993, dia berhasil lolos tes untuk menjadi seorang petugas keamanan di museum Harvard University. Selama dia bertugas sebagai petugas keamanan, ada banyak sekali barang berharga museum yang dia ganti dengan barang palsu hingga menimbulkan kerugian sebesar $50.000.

Demikianlah sederetan orang yang berhasil memperoleh banyak uang dari hasil menipu. Meski cara mereka mendapatkan uang tidaklah benar, namun kejeniusan mereka dalam berstrategi harus diacungi jempol. Apalagi mereka bisa bertahan selama beberapa tahun tanpa ketahuan.

Tingkah laku orang-orang di atas tidak pantas untuk ditiru, ya. Meskipun mereka mendapat uang dengan ‘kejeniusan’ mereka, tetap saja perbuatan itu merampas hak orang lain. Dan terbukti, orang-orang tadi hidupnya berakhir cukup mengenaskan di dalam penjara. (HLH)

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA