Fakta Kawin Lari Pasangan Muda di India, Akibat Hidup Seperti Zaman ‘Siti Nurbaya’

oleh Destriyana
09:35 AM on Mar 16, 2016

Menikah karena cinta? Hal itu masih dianggap tabu di banyak wilayah di India. Mirisnya lagi, masih banyak keluarga di India yang suka menerapkan cara-cara sadis untuk menolak pernikahan yang didasarkan pada cinta.

Jika keluarga Romeo dan Juliet rela saling bunuh untuk menentang cinta kedua sejoli itu, hal sebaliknya terjadi di India. Pasangan muda yang nekat menikah tanpa restu justru akan dibunuh oleh keluarga mereka sendiri. Meski pembunuhan itu sendiri dianggap sebagai tindakan yang tak manusiawi, namun hal itu masih bisa diterimanya sebagai cara untuk menjaga kehormatan keluarga dan tradisi.

Baca Juga
Nggak Terima Anaknya Ditegur, Orangtua Zaman Now Langsung Hajar Guru SMA di Kendari
4 Fakta Mengenai Beberapa Petinggi TNI yang Dilarang Menginjakkan Kaki di Amerika

1. Perjuangan Mendapatkan Restu

Karena bersimpati dengan banyak pasangan muda di India yang sering mengalami ketidakadilan itu, empat pria yang menamai kelompok mereka Love Commandos pun mencoba melawan tindakan kejam tersebut. Kelompok yang berbasis di New Delhi itu memiliki misi membantu pasangan muda yang tidak mendapatkan restu keluarga untuk bisa menikah.

image 1
Kelompok Love Commandos [ Image Source ]
Love Commandos akan membantu pasangan yang saling mencintai itu untuk kawin lari dan memulai hidup baru bersama-sama, tanpa harus menghadapi kemarahan keluarga masing-masing. Sepak terjang kelompok ini pun langsung mendapat perhatian publik.

2. Love Comandos Jadi ‘Pahlawan Cinta’

Beberapa surat kabar asing juga telah meliput kegiatan mereka. Bahkan, penulis asing asal Belgia, Hans Theys, yang menulis pengantar untuk buku fotografi Max Pinckers yang berjudul Will They Sing Like Raindrops or Leave Me Thirsty, juga tertarik dengan kisah kelompok tersebut. Proyek buku itu bahkan sukses menyabet juara pertama dalam kompetisi Photographic Museum of Humanity pada 2014 lalu.

image 2
Mencegah terjadinya pembunuhan sadis [ Image Source ]
Dalam buku tersebut, Hans juga menulis wawancaranya dengan anggota Love Commandos yang mengatakan jika mereka melakukan misi itu untuk mencegah terjadinya pembunuhan sadis yang sengaja dilakukan atas nama kehormatan tradisi. Dan selama hampir enam tahun berdiri, Love Commandos telah membantu lebih dari 40.000 pasangan muda di India.

3. Karena Jatuh Cinta Bukanlah Dosa

Tentu saja, mereka tidak bisa melakukannya tanpa bantuan dari ratusan relawan dan juga para pendeta yang setuju untuk mengatur dan melakukan upacara pernikahan bagi semua pasangan itu. Dan untuk menjangkau lebih banyak pasangan di seluruh India, Love Commandos telah menyiapkan nomor telpon yang bisa dihubungi kapan saja, serta sebuah website yang bisa diakses lewat internet. Bantuan yang mereka sediakan tidak hanya mencakup upacara pernikahan saja, tapi juga tempat penampungan yang aman di seluruh India.

image 3
Sanjoy dan teman-temannya berusaha menikahkan pemuda ini [ Image Source ]
Salah satu pendiri kelompok ini, Sanjoy Sachdev, mengatakan kalau Love Commandos juga didirikan atas keyakinan bahwa jatuh cinta bukanlah sebuah dosa. Dan hal itu tentunya sangat bertentangan dengan keyakinan banyak orang di India. Sanjoy sendiri mengaku tidak setuju dengan tradisi perjodohan. Sebab menurut dia, perjodohan adalah sebuah pernikahan yang dipaksakan, dan kawin paksa merupakan kejahatan internasional.

4. Resiko Menikahkan Tanpa Restu Orang Tua

Karena alasan itulah, Sanjoy dan teman-temannya kemudian memutuskan untuk turun tangan dan membantu pasangan muda yang ingin menikah, tapi tak mendapat restu keluarga. Namun, apa yang dilakukan oleh Love Commandos bukannya tak berisiko. Meski pun mereka tidak melakukan sesuatu yang ilegal, mengatur pernikahan tanpa izin orang tua dianggap sebagai penghinaan serius bagi kehormatan sebuah keluarga di India. Karena itu, mereka kini memiliki banyak musuh yang ingin menuntut balas atas apa yang telah mereka lakukan.

image 4
banyak keluarga atau suku yang ingin memenggal kepala anggota Love Commandos [ Image Source ]
Sanjoy bahkan mengaku kalau banyak yang mencoba membunuh mereka. Berdasarkan informasi yang diterimanya, banyak keluarga atau suku yang ingin memenggal kepala anggota Love Commandos. Bukan cuma anggota Love Commandos yang terancama nyawanya, semua pasangan muda yang memutuskan untuk melarikan diri itu juga berada pada situasi yang tidak aman. Sanjoy menjelaskan bahwa pasangan muda yang nekat kawin lari juga berisiko dibunuh oleh keluarga mereka sendiri karena telah berani melawan tradisi.

5. Status Jadi Penghalang Restu Orang Tua

Dalam wawancaranya dengan CBC News, Sanjoy juga menuturkan jika kasta, agama, ekonomi, dan status sosial merupakan alasan utama kenapa banyak orang tua di India menentang hubungan anak-anak mereka. Bahkan, para orang tua tak segan untuk membunuh darah daging mereka sendiri, jika sang anak berani menentang tradisi itu.

image 5
Love Commandos sangat ingin mengakhiri praktik barbar tersebut [ Image Source ]

Di satu sisi, Love Commandos sangat ingin mengakhiri praktik barbar tersebut. Namun di sisi lain, di mata Sanjoy dan kawan-kawan, masyarakat India sekarang telah mencapai titik kritis di mana pemuda tidak lagi bersedia untuk hidup dengan dogma-dogma kuno. Oleh karenanya, menurut para anggota Love Commandos, sistem kasta dan konvensi masyarakat India harus berubah seiring berjalannya waktu. Dengan demikian, para pemuda tidak akan kehilangan kepercayaan mereka terhadap sistem yang berlaku di India.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA