Katamu Aku Ini Cinta Terakhir Kamu, Tapi Mengapa Aku Masih Ragu?

oleh Admin
14:43 PM on Dec 15, 2015

Akhirnya, hal yang aku takutkan terjadi juga. Aku tak lagi bisa langsung percaya saat kamu mengatakan sesuatu kepadaku. Kini, segalanya terasa abu-abu. Hati ini tak tahu lagi, mana yang bisa aku yakini kebenarannya.

Mulanya, aku tak menyadari bahwa kamu ternyata bermain hati dengan yang lainnya. Dengan polos dan tanpa curiga, aku mengiyakan segala jawabanmu jika aku bertanya kamu sedang di mana atau kenapa kamu tak kunjung membalas chat padahal aku tahu kamu sedang tidak sibuk melakukan sesuatu.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Aku bukan tipe orang yang suka negative thinking pada orang lain, apalagi kepadamu. Rasanya aneh sekali jika harus mencari-cari kemungkinan, bisa saja kamu berbohong kepadaku. Namun kenaifanku akhirnya bermuara pada kenyataan yang luar biasa sakitnya.

Kenapa Kamu Tega Sekali Menyakiti Hatiku?
Kenapa Kamu Tega Sekali Menyakiti Hatiku? [via]
Tak sengaja, aku membuka akun social mediamu dan menemukan berbaris-baris obrolanmu dengan seseorang yang aku kenal, dengan bahasa yang membuatku terdiam. Teman tidak akan menggunakan kata-kata romantis pada temannya, apalagi bertanya hal-hal pribadi seperti sudah makan atau belum dan jangan lupa istirahat yang cukup.

Dari situ, aku tau bahwa kamu memiliki hubungan spesial dengan gadis lain. Sungguh, dihujam pedang saja mungkin rasanya tidak sesakit ini. Orang yang paling aku percayai, ternyata bisa berbohong dan melukai hatiku sedalam ini. Aku harus bagaimana? Lama aku menangis di dalam kamar, hati ini dipenuhi oleh amarah dan kebencian kepadamu.

Bagaimana bisa, kamu mengkhianatiku seperti ini? Masih kurangkah limpahan kasih sayang dan perhatianku padamu? Belum cukupkah segala yang kuberikan untuk selama ini? Atau memang kamu yang tak bisa bertahan pada satu hati saja?

Ternyata Pura-Pura Itu Susah ya
Ternyata Pura-Pura Itu Susah ya [via]
Harusnya aku langsung mengambil keputusan tegas, tapi apa daya, aku tak bisa. Berpisah denganmu tidak semudah itu, dan butuh waktu. Akhirnya aku menjalani hari-hari dengan hati gamang tak menentu, terpaksa tersenyum di hadapanmu.

“Aku lagi sibuk, nggak apa-apa ya kalau kita belum bisa ketemu hari ini…” Ujarmu.

Aku hanya tersenyum dan menjawab teleponmu “Iya nggak apa-apa…”

“Aku sayang kamu” tukasmu.

Ternyata, berpura-pura percaya jauh lebih susah daripada berbohong. “Iya, aku percaya kamu,” jawabku dengan nada suara lirih dan nyaris tak terdengar.

Katamu, kamu cinta kepadaku selamanya. Katamu kamu rindu, kepadaku selalu.

Tapi aku mana tahu, kebenarannya? Kamu bilang sibuk, dan ternyata kamu pergi dengan dia, juga aku tak akan bisa menemukan jawaban pastinya. Aku hanya bisa berdoa dalam diam, semoga semua alasan dan perkataanmu itu memang begitu faktanya.

Mungkin aku benar-benar harus melepasmu, setelah hati ini kuat dan siap untuk kehilanganmu. Aku terlanjur cinta kepadamu, sedalam itu, dan untuk merelakanmu bukan hal yang mudah untukku.

Susah Payah Aku Berharap Agar Kamu Sadar Dari Segala Kesalahanmu
Susah Payah Aku Berharap Agar Kamu Sadar Dari Segala Kesalahanmu [via]
Jika satu hari nanti aku sudah tak sanggup lagi menahan segala gejolak dalam jiwa, maafkanku harus pergi. Bahagiaku denganmu mungkin hanya digariskan tak berlangsung lama. Walau setiap hari kamu berkata aku ini cinta terakhir kamu, aku masih ragu.

Semoga, ya semoga. Kamu bisa menyadari dari hatimu sendiri bahwa yang kamu lakukan itu salah. Tanpa harus aku marah, atau membuka semua keburukanmu. Jika memang hingga di ujung kesabaran, semuanya masih seperti ini, memang cinta kita memang hanya sampai di sini.

Yang selalu kuinginkan, yang selalu kunanti kau coba untuk mengerti, apakah arti setia.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA