Kasus-Kasus Poliandri yang Bikin Heboh, Indonesia juga Ada!

oleh Nikmatus Solikha
13:37 PM on Jan 25, 2017

Dibanding Poligami, Poliandri adalah istilah yang cukup jarang kita dengar di Indonesia. Hal ini wajar mengingat kasus yang sering terjadi adalah Poligami. Bukan bermaksud mendukung perilaku beristri dua, namun Poliandri memang sangat janggal. Alasannya karena sangat bertentangan dengan kodrat wanita.

Bersuami lebih dari satu, kira-kira bagaimana cara menjalani hidup macam begini. Tentu tidak mudah dan pastinya sangat aneh. Ini berlawanan dengan naluri, baik itu pria mau pun wanita. Namun meskipun demikian, pada kenyataannya praktik-praktik poliandri ternyata ada. Bahkan dalam beberapa kasus, suaminya tidak hanya dua bahkan lima. Benar-benar bikin geleng kepala.

Baca Juga
Ternyata Beberapa Negara Ini Benderanya Terinspirasi Dari Majapahit Loh, Mana Saja Tuh
Bikin Emosi! Rombongan Pemuda Indonesia Ini Malah Sengaja Membentangkan Bendera Secara Terbalik

Masih soal poliandri berikut beberapa kasus dari praktik tersebut yang bakal membuatmu tercengang. Makin kaget lagi karena salah satunya pernah terjadi di Indonesia.

Rajo Verma Memiliki 5 Suami

Di India memiliki sejarah Drupadi yang memiliki 5 suami yaitu semua Pandawa. Kita tentu bisa menerima cerita tersebut karena sifatnya hanya semacam legenda atau dongeng. Tapi, kalau yang seperti ini terjadi di dunia nyata, maka tentu kita bakal dibikin syok luar biasa. Bersiap-siaplah mengalami itu karena di India benar-benar ada wanita yang bersuami lima orang. Namanya adalah Rajo Verma.

Rajo Verma [Image Source]
Selama bertahun-tahun Rajo hidup bersama dengan lima orang pria di rumah sederhananya di desa bernama Dehradun. Seperti pasutri pada umumnya, Rajo melayani semua suaminya dengan baik, termasuk masalah kasur. Meskipun aneh dan jarang dilakukan orang, tapi Rajo sendiri tidak begitu peduli. Ia justru merasa bahagia lantaran seperti mendapatkan kasih sayang yang sampai tumpah-tumpah.

Tangsi Sangmo dengan Kakak Beradik

Upper Dolpa adalah sebuah perkampungan miskin di Himalaya yang para penduduknya masih menerapkan praktek poliandri. Hal tersebut dikarenakan agar harta atau tanah mereka tidak terpecah ke beberapa keluarga. Dalam praktiknya, poliandri di sana dilakukan seorang wanita dengan menikahi dua pria yang memiliki hubungan sedarah, alias kakak beradik.

Poligami Himalaya [Image Source]
Hal tersebut juga terjadi pada Tangsi Sangmo yang saat itu masih berusia 17 tahun, ia menikah dengan pria yang berusia 14 tahun. Kedua belah pihak juga sepakat bahwa Tangsi Sangmo juga akan menikah dengan adik si mempelai pria.  Dari pernikahan mereka, lahirlah tiga orang anak laki-laki.

Poliandri Warga di Tibet

Kasus di Tibet juga tak berbeda jauh dari Himalaya. Seorang wanita menikah dengan laki-laki beserta saudaranya. Biasanya pernikahan tersebut diatur oleh tetua yang ketika usia mereka masih sangat muda.

Poliandri di Tibet [Image Source]
Seorang istri harus berlaku adil pada semua suaminya, demikian anak mereka juga harus diperlakukan adil, meski masing-masing suami sudah tahu mana yang merupakan anak biologisnya. Tidak boleh ada kecemburuan dari para suami. Jika masih ada rasa cemburu, maka hal yang harus dilakukan adalah meninggalkan rumah dan menikah dengan orang lain.

Kasus Poliandri yang Terjadi di Indonesia

Kamariyah, seorang istri di Madura memutuskan menikah lagi setelah suaminya Hairul melakukan poligami. Sebenarnya, saat sang suami memutuskan menikah lagi, Kamariyah sudah mengajukan gugatan cerai.

Ilustrasi [Image Source]
Namun, saat pengajuan cerainya masih tahap proses, ia sudah menikah lagi dengan Sugianto. Karena tindakan tersebut pun membuat Hairul menuding jika istrinya melakukan poliandri yang dilarang oleh negara dan juga agama Islam sendiri. Karena tindakan tersebut, Kamariyah pun akhirnya dilaporkan pada pihak berwajib untuk diadili.

Sekali lagi, tidak bermaksud mendukung praktik poligami, tapi poliandri ini memang sangat nyeleneh dan tidak masuk akal. Kalau kita pikir lebih dalam, poliandri sangat berlawanan dengan naluri. Tak hanya di sisi pria maupun wanita. Bahkan, maaf, hewan saja tidak demikian. Mungkin para betina berganti-ganti jantan, tapi dalam satu waktu mereka hanya punya satu pasangan saja.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA