5 Kasus Perampokan Paling Kejam yang Bikin Korbannya Tewas Sekeluarga

Para pelakunya bener-bener nggak punya hati!

oleh Nikmatus Solikha
09:00 AM on Apr 11, 2017

Dunia kriminalitas di Indonesia makin hari makin menjadi saja. Entah krisis moral atau kurangnya lapangan pekerjaan hingga membuat orang nekat merebut harta yang bukan haknya. Jika yang dirampas adalah harta, mungkin masih bisa dicari lagi. Namun, bagaimana jika para perampok tersebut juga menghabisi nyawa korban?Tak hanya satu, tapi seluruh keluarga.

Mungkin kita bakal bertanya-tanya, orang macam apa yang tega membantai seisi rumah hanya demi beberapa nilai harta? Mungkin sulit dipercaya, namun ternyata masih ada manusia durjana tersebut. Dan berikut ini adalah contoh beberapa kasus perampokan keji yang tak hanya merampas harta, namun juga menewaskan satu keluarga.

Baca Juga
Bukan Metropolitan, Justru Inilah 5 Kota Paling Kaya yang Ada Di Indonesia
5 Hal Menjengkelkan Tentang SEA Games di Malaysia Ini Bikin Indonesia Meradang

Satu keluarga tewas tragis oleh perampok di Mabar, Medan

Malang nian nasib satu keluarga yang bermukim di Pasas I Gang Tengah, Mabar, Medan, Sumut ini. Pasalnya, pada hari Minggu kemarin, rumah mereka disatroni perampok keji. Tak hanya menguras harta benda milik korban, para pelaku juga dengan tega merenggut nyawa seluruh anggota keluarga yang terdiri dari Riyanto, (40) kepala keluarga, Sri Ariyani (35) istri, Naya (13), Gilang (8) dan Sumarni (60) metua Riyanto.

Perampok bunuh satu keluarga di Medan [image source]
Sementara itu, Kirana yang baru berusia empat tahun rupanya selamat meski sempat berjuang dengan maut lantaran dianiaya oleh para pelaku bengis tersebut. Menurut penuturan para tetangga, keluarga korban selama ini dikenal sebagai keluarga baik-baik. Tak ada yang menyangka jika keluarga tersebut akan dibantai oleh para perampok. Saat ini, polisi sudah membentuk tiga tim khusus untuk memburu para pelaku. Para kerabat juga berharap jika para perampok tersebut akan diberi hukuman mati, sesuai dengan kejahatan mereka yang membunuh satu keluarga dengan sadis.

Tragedi Pulomas, tak hanya menewaskan satu keluarga tapi juga supir dan teman sang anak

Perampokan sadis juga pernah terjadi di Pulomas, Jakarta Timur. Di mana para pelaku menyatroni rumah mewah milik Dodi Triono, yang merupakan seorang arsitek kaya raya. Pada tanggal 26 Desember 2016 silam, empat orang komplotan perampok tersebut masuk ke rumah Dodi. Dari CCTV rumah, terlihat para pelaku mengumpulkan semua penghuni rumah dan menggiring ke kamar mandi. Tak lama kemudian, Dodi yang baru datang juga dijebloskan dalam kamar mandi yang hanya berukuran 1,5×2 meter tersebut.

Rumah korban Dodi Triono [image source]
Maka terkuncilah 11 orang dalam ruang sempit itu. Kejadian perampokan tersebut baru tercium ke permukaan saat salah satu kerabat mengunjungi rumah Dodi keesokan harinya. Namun sayang, dari 11 orang yang terkunci di kamar mandi, enam orang ditemukan dalam keadaan tewas. Korban meninggal antara lain adalah Dodi, kedua putrinya, dua orang supir dan seorang teman dari anaknya. Sementara itu, para pelaku langsung melarikan diri hingga keluar kota. Namun, rupanya polisi lebih gesit dalam melakukan pengejaran hingga akhirnya keempat pelaku berhasil tertangkap.

Satu keluarga di Probolinggo merenggang nyawa di tangan perampok

Pada tanggal 20 Februari 2011 silam, satu keluarga di Jalan Panglima Sudirman, Probolinggo, Jawa Timur yang terdiri dari empat orang yakni Sri Murni (45), Mama (55), Fredi (28), dan Yuli (23) ditemukan tewas di kediaman mereka. Mayat mereka pertama kali diketahui oleh Jainul, seorang pemuda yang biasanya mengantar barang ke toko kelontong milik korban.

Ilustrasi perampok keji Probolinggo [image source]
Awalnya Jainul curiga karena toko keluarga korban tak kunjung buka di jam biasanya buka. Saat saksi melihat ke dalam rumah, ternyata para korban ditemukan sudah tak bernyawa dengan banyak luka senjata tajam. Kapolsek Mayangan, Probolinggo pun segera melakukan penyelidikan. Diduga bahwa perampok tersebut lebih dari dua orang. Rupanya, para perampok tersebut berhasil masuk rumah korban melalui plafon rumah dengan memanfaatkan tambang plastik.

Satu keluarga Jalan Sei Padang Medan dirampok digorok hingga tewas

Warga Jalan Sei Padang, Kelurahan PB Selayang, Kecamatan Medan Selayang digegerkan dengan penemuan mayat satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri Yakub Muchtar dan Yati, juga cucu mereka yang berusia 7 tahun, Andika pada hari Jumat, 23 Oktober 2015 silam. Saat pertama ditemukan, kondisi jenazah berada di tempat yang berbeda.

Para terdakwa pembunuhan di Jalan Sei Padang Medan [image source]
Yakub Muchtar ditemukan di ruang tengah, sementar Yathi dan Andika di kamar mandi. Semua korban mengalami luka yang mengenaskan, yakni bacokan di leher. Menurut keterangan para tetangga, sama sekali tidak ada suara ribut-ribut di rumah korban, hingga ditemukannya jenazah satu keluarga tersebut pun cukup mengagetkan. Polisi sendiri menemukan kain putih di belakang rumah korban yang diduga digunakan para pelaku untuk membersihkan darah dari senjata tajam yang mereka gunakan.

Ada dendam lama, pelaku tega merampok dan menghabisi keluarga mantan juragan

Nasib tak kalah tragis juga menimpa pemilik Toko Besi Banciang di Jalan Gandawijaya, Cimahi, Jawa Barat. Pasangan suami istri Karnadi Unang (59 tahun) dan Ham Ay Keng (57), serta anaknya Rudi Unang (27) ditemukan tak bernyawa di kamar mereka pada 26 Agustus 2010 lalu. Sebelumnya, warga sempat melarikan para korban menuju Rumah Sakit Kawaluyaan, Padalarang.

Pelaku perampok dan pembunuh di Cimahi [image source]
Namun sayang, semua korban yang mengalami luka tusukan cukup parah dipastikan meninggal. Tak lama berselang, polisi berhasil membekuk pelaku yang tak lain adalah mantan pekerja di toko besi milik korban. Motivasi perampokan sadis tersebut tidak lain karena adanya sakit hati karena pelaku dulunya hanya dibayar 200 ribu per bulan.

Itulah lima kasus perampokan yang juga menewaskan satu keluarga. Sangat sadis memang, namun kejahatan tersebut buktinya bisa dilakukan oleh manusia. Hanya karena harta seseorang tega mengotori tangannya dengan darah dan nyawa saudaranya sendiri.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA