Inilah Kasus-Kasus Pedofilia di Indonesia yang Bikin Masyarakat Trauma

Lindungi anak-anak kita dan tetap waspada dengan lingkungan

oleh Faradina
14:00 PM on Mar 17, 2017

Baru-baru ini masyarakat Indonesia dibuat heboh dengan munculnya berita tentang group facebook yang yang beranggotakan pelaku pedofilia. Group yang bernama Official Candy’s Group itu ternyata selama ini sudah digunakan untuk wadah berbagi gambar dan video dengan konten pornografi anak. Parahnya lagi group yang dibuat oleh pria asal Jawa Timur itu ternyata berjejaring dengan kelompok lain di negara-negara asing.

Berbicara mengenai kasus pedofilia, memang sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Dan mungkin yang kali ini ditemukan bisa dibilang paling besar karena melibatkan ribuan orang dan secara terang-terangan dibahas dalam sebuah forum. Sebagai pengingat, berikut ada beberapa kasus pedofilia yang sudah terjadi beberapa tahun belakangan dan tak kalah meresahkan.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Wisatawan Bali

Bukan rahasia lagi bahwa sepertinya Bali sudah menjadi daerah dengan kasus pedofilia terbanyak di Indonesia. Pelakunya pun tak hanya mereka yang berasal dari Indonesia tetapi juga para wisatawan asing. Bahkan ada yang berpendapat bahwa pulau ini menjadi gudangnya turis melakukan kejahatan ini. Dimulai saat 2001 lalu seorang warga Italia divonis 9 bulan penjara karena melakukan tindakan asusila pada 9 anak di Buleleng dengan modus memberikan uang dan pakaian.

Ilustrasi pedofil Bali [image source]
Di tahun yang sama ada pula warga Prancis berbuat asusila pada 3 remaja Bali dengan modus menjadikannya anak angkat hingga akhirnya sang pelaku divonis 3 tahun penjara. Tahun 2004 ada berita tentang warga negara Australia melakukan bunuh diri setelah divonis 13 tahun penjara setelah melakukan tindakan asusila pada 2 orang remaja. Lagi-lagi ada kakek Australia bertindak asusila pada 9 remaja di Bali dengan modus taruhan saat bermain bilyar. Tindakannya ini membuatnya divonis 8 tahun penjara.

Koordinator pedagang asongan Jakarta

Tahun 2010 lalu juga muncul pemberitaan tentang seorang pria berusia 48 tahun yang melakukan tindakan asusila pada belasan anak jalanan di Jakarta. Tersangka bernama Baekuni atau yang biasa dikenal dengan nama Babe ini merupakan seorang koordinator anak-anak pengamen jalanan dan pedagang asongan.

Ilustrasi anak jalanan [image source]
Tidak hanya berbuat asusila, Babe juga membunuh korba-korbannya bahkan ada juga yang tega dia mutilasi pada tahun 2010 lalu di Jakarta. Modusnya sendiri biasanya dengan mengajak anak-anak bermain ding dong maupun dengan memberikan makanan pada mereka. atas kejahatannya itu Babe divonis seumur hidup penjara.

Dokter palsu Surabaya

Surabaya juga menyimpan kasus kelam pedofilia yang berhasil dibongkar pada tahun 2014 kemarin. Pelakunya merupakan seorang pria berusia 37 tahun bernama Tjandra Adi Gunawan yang akhirnya divonis hukuman empat tahun penjara. Berbeda dengan pelaku lain yang biasanya memberikan iming-iming uang atau makanan pada korban, pria ini memilih untuk menjadi dokter palsu.

Dokter palsu [image source]
Tjandra menjalankan kejahatannya dengan menyamar sebagai seorang dokter perempuan di media sosial facebook yang sering membahas tentang kesehatan reproduksi remaja. Pada bulan Maret 2014, dia didakwa atas penyebaran 10 ribu foto tidak denonoh anak-anak di bawah umur yang selama ini telah dikumpulkannya.

Kepala sekolah Langkat

Kasus lain datang dari sebuah Sekolah Dasar yang terletak di Kecamatan Wampu, Langkat, Sumatera Utara. Cerita bermula saat ada orang tua murid yang melaporkan kepala sekolah tempat anaknya belajar karena diduga melakukan pelecehan terhadap anaknya. Menurut ibu korban sang kepala sekolah menyalahgunakan jabatannya untuk melakukan kejahatan itu.

Ilustrasi pedofilia [image source]
Pertama korban diminta membawakan teh manis untuk sang kepala sekolah yang telah menunggu di perpustakaan. Setelah itu barulah orang nomer satu di sekolah itu memaksa siswinya membuka pakaian. Kejadian ini sendiri baru terjadi awal tahun 2016 lalu dan langsung diadakan penyelidikan besar-besaran oleh pihak kepolisian.

Pemuda-pemuda Bengkulu

Pada pertengahan 2016 lalu muncul juga kasus tang tak kalah menggemparkan dari Desa Padang Ulak Tanding, Bengkulu. Saat itu muncul kasus perbuatan asusila terhadap remaja berusia 14 tahun bernama Yuyun. Kejahatan yang dilakukan oleh 14 pemuda tersebut terjadi saat Yuyun pulang dari sekolah.

Kasus Yuyun [image source]
Tak hanya mendapat perlakuan tidak senonoh, para pelaku tak segan-segan membunuh Yuyun dan membuang jasadnya di jurang. Tubuh siswi SMP ini ditemukan nyaris tanpa menggunakan busana dengan kondisi tangan dan kaki diikat. Kasus ini kemudian memunculkan solidaritas netizen di media sosial dengan menggunakan tagar nyala untuk Yuyun dan YY adalah kita.

Kasus-kasus di atas sepertinya hanya segelintir saja dari apa yang pernah terjadi di Indonesia. Melihat hal itu nampaknya mudah sekali bagi pelaku membujuk anak-anak untuk memuaskan hasrat mereka. Agar kasus serupa tak lagi terjadi di lingkungan kita alangkah lebih baiknya orang tua mulai memberikan pengetahuan pada anak agar terhindar dari hal demikian dan juga lebih waspada terhadap sekeliling.

 

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA