Inilah 5 Kapal Perang Tercanggih di Abad ke-21, dari Indonesia Ada Gak Ya?

Memasuki abad ke-21, teknologi pada kapal perang semakin menggila dan tak terkendali.

oleh Faisal Bosnia Ahmad
11:00 AM on Jun 24, 2017

Bagi sebuah negara yang dikelilingi atau setidaknya berbatasan dengan perairan, kapal perang menjadi salah satu armada penting untuk mempertahankan kedaulatan negara. Kendaraan tempur yang satu ini terus mengalami perkembangan yang signifikan sejak awal kemunculannya. Tentu saja hal itu beriringan dengan perkembangan teknologi yang melaju seiring kemajuan zaman.

Memasuki abad ke-21, teknologi yang diadaptasikan pada kapal perang sudah semakin menggila. Fitur canggih dan senjata berbobot berat sekaligus mematikan yang sebelumnya tak pernah kita bayangkan dapat digendong oleh sebuah kapal perang, kini sudah sering kita lihat di hampir semua kapal perang yang ada di dunia. Di bawah ini ada 5 kapal perang paling canggih di abad ke-21 dari berbagai negara. Indonesia punya? Cari tahu sendiri.

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

1. Zumwalt – Amerika Serikat

Nama kapal ini adalah Zumwalt. Ini adalah kapal perang paling canggih dan paling besar yang dipunya Amerika Serikat kini. Kesan futuristik memang sudah terlihat dari desainnya yang tajam meruncing, dan tidak kaku alias tampak hidup. Kapal perang ini punya dimensi ketinggian 600 kaki atau 180 meter. Dengan sistem sensoriknya yang canggih, yang membuat kapal ini sulit terdeteksi oleh radar, Zumwalt dapat secara fleksibel digunakan untuk keperluan penyerangan hingga pertahanan.

Zumwalt. [Image Source].
Di sektor persenjataannya, Zumwalt dapat meluncurkan 600 proyektil bertenaga roket yang dapat mencapai target hingga 100 meter lebih. Zumwalt juga telah dilengkapi amunisi rudal Tomahawk, rudal penghancur pesawat terbang, hingga rudal anti kapal selam. Kapal perang super canggih yang punya bobot 15 ribu ton ini dihargai $4,5 miliar atau sekitar Rp 58 triliun per unitnya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA