Hebat! Inilah Kanon Hanud Tercanggih Milik Marinir TNI AL yang Mampu Menangkis Serangan Udara

oleh Adi Nugroho
07:07 AM on Sep 18, 2016

Seiring dengan diberlakukannya program MEF atau minimum essenstial force, satu per satu alutsista di negeri ini mulai ditambah. Pemerintah mulai mengupayakan peningkatan kekuatan militer di Indonesia di berbagi sektor yang ada. Sebelumnya, TNI AD mendapatkan perhatian yang cukup banyak dengan dibelinya banyak kendaraan tempur, kini giliran TNI AL mulai dilirik dengan ditambahnya beberapa kanon yang mampu menangkis serangan udara.

Kanon yang baru saja dimiliki oleh TNI AL ini memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Tidak heran, pemerintah sengaja membelinya agar korps Marinir mampu bekerja dengan lebih baik dalam tugasnya membela Indonesia. Kanon ini juga akan terintegrasi dengan fire control system yang bekerja sebagai integrator. Berikut uraian selengkapnya tentang kanon pertahanan udara terbaru miliki Marinir TNI AL.

Baca Juga
Ternyata Beberapa Negara Ini Benderanya Terinspirasi Dari Majapahit Loh, Mana Saja Tuh
Bikin Emosi! Rombongan Pemuda Indonesia Ini Malah Sengaja Membentangkan Bendera Secara Terbalik

Kanon PSU Type 90/35 mm

Pada sektor Kanon, Indonesia masih belum bisa berkata banyak bahkan untuk level Asia Tenggara. Untuk mengatasi hal ini terutama dalam usaha peningkatan keamanan, pemerintah akhirnya membeli Kanon PSU Type 90/35 mm dari perusahaan militer Tiongkok bernama Norinco baru-baru ini. Bahkan, Marinir TNI AL sudah melakukan uji coba peluncurannya beberapa hari lalu di kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Kanon PSU [image source]
Kanon PSU [image source]
Meriam yang dibeli oleh Indonesia ini memiliki kemampuan yang hebat jika dibandingkan kanon versi sejenis. Perusahaan Norinco mendesain kanon ini menggunakan teknologi terbaru sehingga mampu bekerja dengan sangat maksimal. Kanon ini mampu melakukan serangan udara dengan cepat, menembak rudal yang melindas dan menjinakkan peluru balistik serta drone yang digerakkan dari jauh.

Spesifikasi Kanon PSU Type 90/35 mm

Alasan kenapa TNI AL akhirnya memboyong kanon Lanud ini adalah spesifikasi yang sangat hebat. Bahkan mampu bekerja dengan maksimal dalam tugasnya menjaga NKRI. Kanon PSU Type 90/35 mm yang merupakan meriam modern ini memiliki laras sebanyak dua buah. Kaliber yang digunakan 33 mm dan merupakan type 90 atau tipe terbaru yang dikeluarkan oleh perusahaan militer militer itu.

Senjata baru marinir [image source]
Senjata baru marinir [image source]
Kanon PSU Type 90/35 mm mampu menembakkan 1.100 butir peluru setiap menitnya. Dengan kecepatan ini, peluru mampu meluncur hingga ketinggian 3.000 meter dari permukaan air laut. Sementara itu, jarak tembak yang efektif untuk menjatuhkan lawan berada pada angka 4.000 meter. Kemampuan penembakan dari Kanon Kanon PSU Type 90/35 mm ini bisa tercapai setelah disambungkan ruang radar AFC 902 yang merupakan fire control system.

AFC 902 Fire Control System

Kanon PSU Type 90/35 mm dan  AFC 902 datang dalam satu paket. Kemampuan hebat dari kanonnya bisa dilakukan setelah terhubung dengan perangkat radar canggih ini. Satu AFC 902 mampu mengendalikan kanon dengan baik sehingga semua tembakan yang dilancarkan bisa berjalan secara otomatis. Tanpa adanya AFC 902 ini kanon yang memiliki teknologi hebat ini hanya akan mampu menembak tepat pada sarannya setelah dikendalikan oleh 3 personal.

AFC 902 Fire [image source]
AFC 902 Fire [image source]
Kemampuan terbaik dari AFC 902 adalah mampu menjadi integrator antara sistem dan juga alat penembak. Kemampuan ini memungkinkan semua Kanon PSU Type 90/35 mm yang dimiliki oleh TNI AL melakukan serangan otomatis dalam waktu yang nyaris sama. Selanjutnya alat hebat ini juga memiliki sensor yang sangat kuat dalam mencari objek. Sesuatu yang datang dari kejauhan akan langsung dideteksi dengan baik. Kemampuan pendeteksian ini tidak membuat AFC 902 mengirimkan sinyal ke objek sehingga keberadaan kanon penangkis serangan udara tidak dapat dideteksi dengan mudah.

Inilah ulasan singkat tentang kehebatan Kanon Hanud tercanggih yang dimiliki oleh Marinir TNI AL. Semoga ke depannya, sektor-sektor yang masih lemah di Indonesia bisa segera diperhatikan agar ketahanan dan keamanan di Indonesia terus meningkat.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA