Kampung yang Ada di Yogyakarta Ini Bikin Geger Gara-Gara Diduga Punya Tradisi Bertukar Istri

Ternyata bukan hanya di luar negeri, di bumi pertiwi ini ada pula tradisi nyeleneh seperti itu

oleh Arief Dian
08:00 AM on Aug 8, 2017

Yogyakarta memang dikenal dengan berbagai julukan, mulai dari kota pelajar, pariwisata dan budaya. Oleh sebab itu bukanlah hal yang aneh kalau kota ini menjadi tujuan utama banyak wisatawan. Baik mancanegara hingga domestik, tidak pernah ada bosannya datang ke tempat ini.

Namun ternyata di balik keindahan kota Yogyakarta, ternyata ada sisi lain yang jarang diketahui. Ya keberadaan kampung Congklang di Yogya, rupanya mengundang kontroversi bagi masyarakat. Bagaimana tidak, di daerah ini seseorang bisa dengan mudahnya berganti pasangan dengan orang lain. Lalu kenapa hal itu bisa terjadi di sana? Simak ulasan berikut.

Baca Juga
Bukan Hanya Indonesia, Ternyata 4 Negara Ini juga Cinta Mati dengan Jengkol dan Petai
Mengenal Kecubung, Tanaman Berbahaya yang Sering Disalahgunakan Anak Muda Buat Mabuk

Kampung di Yogyakarta yang dulunya didiami warga radikal

Salah satu yang jadi sorotan beberapa waktu yang lalu adalah keberadaan kampung Congklang. Ya, kampung yang terdapat di kota Yogyakarta ini, meskipun tidak terlalu terkenal, namun mulai viral akhir-akhir ini karena berita kontroversinya.

kampung congklang [image source]
Usut punya usut, kampung Congklang ini dulunya banyak didiami oleh orang-orang yang berpaham radikal. Oleh sebab itu, bukanlah hal yang aneh kalau beberapa kebudayaan dan perilaku masyarakatnya sangat berbeda dengan penduduk di desa lain di Yogyakarta. Setelah diperiksa, rupanya banyak kejanggalan yang ada di kampung ini, mulai penolakan adat hingga tradisi di sana yang bisa dianggap sangat tabu.

Ada adat bertukar istri dengan orang lain

Rupanya, hal yang menjadi sorotan adalah sebuah kebudayaan aneh yang dilakukan oleh penduduk yang ada di sana. Nampaknya, orang-orang kampung Congklang ini memiliki kebiasaan untuk bertukar istri atau pasangan dengan orang lain. Entah itu dengan tetangga ataupun para tamu, kegiatan seperti itu sepertinya sudah dari dulu dilakukan.

praktik tukar istri [image source]
Setelah mendapatkan info tersebut, segera intel yang ditugaskan di sana melaporkan hal itu pada satpol PP dan pihak kepolisian. Akhirnya, pihak berwajib melakukan sebuah penyelidikan mengenai kebenaran dari berita itu. Sampai saat ini masih belum diketahui hasil dari penyelidikannya. Jika benar, maka warga kampung akan dibina agar tidak lagi melakukannya.

Selain itu kampung Congklang juga tertutup

Sepertinya ada sebuah keanehan yang membedakan kampung ini dengan yang lainnya. Ya, kampung yang satu ini sangat menolak adanya budaya yang tidak sepaham dengan mereka, meskipun itu merupakan adat asli Jawa. Bahkan Sri Sultan Hamengkubowono X mengatakan bahwa hanya kampung Congklang yang menolak pagelaran wayang kulit.

Pagelaran Wayang [image source]
Hal ini pastinya menjadi pertanyaan besar bagaimana mungkin budaya jawa asli malah ditolak di sana. Sikap ketertutupan kampung Congklang ini akhirnya menjadi perhatian oleh para pemerhati budaya. Disinyalir, masih kuatnya paham radikal yang ada di kampung itulah yang membuat penolakan atas adat asli itu terjadi.

Jadi perhatian lebih oleh pihak berwajib

Nampaknya berita mengenai pertukaran istri yang ada di salah kampung di Yogyakarta ini sudah beredar di masyarakat. Oleh sebab itu bakal ada pengawasan serta penyelidikan ketat pada para penduduk yang ada di kampung yang satu ini. Jika memang terbukti adanya kegiatan semacam itu, para penduduk yang berpaham radikal itu pastinya akan dibina kembali, bahkan jika perlu akan ditangkap.

Diawasi ketat [image source}
Keresahan serupa rupanya juga dirasakan oleh GBPH Yudaningrat selaku Kasatpol PP DIY, ditakutkannya jika paham seperti itu terus ada, maka gesekan antara warga bisa saja terjadi, sehingga mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, pihak berwajib meminta bantuan warga sekitar daerah itu jika ada hal yang ganjil.

Tidak ada yang menyangka ternyata tradisi mirip suku di luar negeri itu ada di Indonesia. Namun melihat budaya orang Indonesia, hal itu merupakan sesuatu yang tabu. Jikalau memang terbukti, semoga semoga deh ada pembinaan ke jalan yang benar.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA