5 Jurusan Kuliah Paling Nyeleneh Ini Bikin Bingung Sarjananya Kalau Lulus Mau Jadi Apa

Buat kalian yang salah jurusan pasti bersyukur setelah tahu beberapa jurusan paling tidak jelas masa depannya ini

oleh Arief Dian
16:00 PM on May 13, 2017

Esensinya, belajar di perguruan tinggi itu adalah mencetak para pekerja profesional dan wirausahawan yang handal. Oleh karena itu tidak boleh main-main dalam memilih jurusan. Kalau tidak, bisa-bisa ilmu yang didapat bakal terbuang sia-sia atau malah jadi pengangguran selamanya.

Masalahnya ada beberapa jurusan yang nyelenehnya bukan main. Entah atas dasar apa jurusan ini dibentuk, bukannya menghasilkan para sarjana yang siap kerja, malah buat lulusannya bingung mau kerja apa. Berikut adalah beberapa jurusan paling aneh yang membuat para lulusannya tidak bisa menjawab saat ditanya lulus mau jadi apa.

Baca Juga
Bukan Kegembiraan, 4 Lomba Agustusan Ini Justru Berakhir dengan Tragedi
Tak Melulu Miris, Ini Cerita dari Para Veteran yang Akhirnya Diperhatikan oleh Pemerintah

Jurusan ilmu rumput, mau jadi tukang kebun?

Jurusan Rumput

Mungkin seperti sebuah guyonan ya, tapi jurusan seperti ini memang benar adanya. Tepatnya di universitas Penn di Pennsylvania Amerika, memang ada jurusan yang fokus dalam mempelajari rumput. Umumnya mereka menyebut ilmu soal kerumputan ini sebagai Turfgrass Science. Jurusan ini akan mendidik mahasiswanya dalam mempelajari spesies dan teknik perumputan, pembentukan, pemeliharaan, serta pengendalian hama rumput. Bisa dibilang kalau jurusan ini bakal mencetak tukang kebun yang profesional, mungkin bayarannya bisa berjuata-juta. Agak aneh ya, mau jadi tukang kebun saja mesti dapat gelar sarjana.

Jurusan terapi menunggang kuda, mau jadi sarjana macam apa?

Jurusan Kuda

Satu lagi jurusan yang aneh dan ternyata memang ada di dunia. Jurusan terapi Kuda ini memang ada di universitas St Andrew di Amerika. Di sana mahasiswanya bakal diajari menunggang kuda, ekonomi bisnis dan psikologi. Ternyata tujuan utama dari jurusan ini adalah para mahasiswanya yang kelak akan menjadi seorang terapis menunggang kuda, karena pasalnya kegiatan tersebut dapat membantu menyembuhkan penderita autisme. Tapi kan itu kalau sukses, nah kalau ternyata sudah banyak terapis, karena dibekali ilmu ekonomi dan bisnis mungkin sarjananya jadi pengusaha kuda, atau psikolog kuda, entah lah.

Jurusan petualang, mau jadi panji sang penakluk?

Jurusan Petualang

Nah, kan ada lagi jurusan aneh di sebuah universitas terkemuka di dunia lagi. Tepatnya di Green Mountain Collage Amerika, jurusan ini fokus mengajarkan para mahasiswanya mengenai petualangan dan outbond. Banyak mata kuliah yang nyeleneh di jurusan ini, seperti bermain kano, panjat tebing, berlayar diving dan kegiatan alam lainnya. Enak ya sepertinya kuliah di jurusan ini, kerjanya tiap hari liburan. Pertanyaannya, kalau lulus mau jadi apa? Usut punya usut ternyata jurusan ini mencetak para mahasiswa yang siap kerja di dunia pariwisata seperti penyelengara outbound dan penyewaan alat outbond. Kalau lulus titlenya S.p (Sarjana Petualangan) kali ya.

Jurusan Ilmu Jeruk, mau dagang jeruk?

Jurusan Jeruk

Mungkin kalau di Indonesia kalau mau bisnis jeruk tidak perlu kuliah ya, tapi hal berbeda bakal di rasakan di Amerika. Tepatnya di salah satu universitas di Florida, ada sebuah jurusan yang khusus mempelajari masalah jeruk. Mulai dari vitamin C yang dikandung, hama, penanaman, sampai manajemen penjualan loh. Kalau lulus kerjanya bakal berkutat dengan jeruk terus, namun kalau tidak menemukan pekerjaan, ya balik lagi dagang jeruk.

Jurusan ilmu kematian, duh apa ini…

Jurusan Kematian

Mungkin dari nama memang terlihat seram ya, namun jangan salah dulu, ternyata jurusan ini tidak semenakutkan yang dibayangkan. Jurusan nyeleneh ini ternyata mempelajari segala hal mengenai kematian, seperti bagaimana merawat jenazah, melakukan kremasi, pokoknya segala hal yang berhubungan dengan pemakaman. Kalau di Indonesia, istilahnya menjadi seorang tukang gali kubur profesional. Jadi kalau mau cari tukang gali kubur dengan title sarjana, coba deh datang ke Korea.

Coba bayangkan, menghabiskan banyak uang dan waktu buat kuliah namun endingnya malah hanya untuk pekerjaan yang unik macam begitu. Walaupun kita mungkin tidak tahu kalau seorang tukang rumput profesional dibayar sampai puluhan juta. Kalau jurusan ini diberlakukan di Indonesia, nampaknya peminatnya bakal sedikit sekali. Masalahnya, kenapa harus belajar di bangku kuliah kalau pak kebun dan tukang gali kubur bisa bagi ilmunya secara gratis.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA