Jokowi Akan Umumkan Susunan Kabinet Bulan September

oleh Admin
10:28 AM on Aug 8, 2014

Peralihan masa kerja dari pemerintahan Presiden SBY kepada Joko Widodo sedang merumuskan beberapa kebijakan, namun susunan struktur kabinet baru belum dirancang. Kantor Transisi saat ini masih mengurus organisasi mereka sendiri, sehingga pembahasan mengenai struktur kabinet, kriteria mentri dan nama-nama mentri yang akan menjabat di kabinet pemerintahan Indonesia periode berikutnya belum dilakukan. Penyusunan kabinet baru rencananya akan dilakukan bulan September 2014, seperti dilansir oleh Merdeka.com, Kamis (7/8).Jokowi

Joko Widodo atau Jokowi yang merupakan Presiden Indonesia terpilih untuk periode 2014 – 2019 mengatakan bahwa pembicaraan mengenai kabinet belum menjadi pembahasan di Kantor Transisi. Hal ini disebabkan karena pihak pemerintah masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai gugatan Prabowo Subianto terhadap hasil pemilu yang ditetapkan KPU.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

“Sama sekali belum ada pembicaraan kabinet. Paling-paling bulan September pertengahan atau awal baru kita bicarakan itu. Perkembangannya saja belum, kita masih nunggu MK,” ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta. Keputusan ini membuat banyak masyarakat harus sabar menunggu, karena berita yang beredar menyebutkan nama-nama yang diduga kuat akan menjadi mentri.

Jokowi menambahkan bahwa struktur kabinet yang baru masih jauh dari nama-nama yang diduga akan menjabat sebagai mentri. Hingga saat ini juga masih belum disusun berapa jumlah menteri yang akan dipimpin oleh Jokowi, sebab struktur kabinet akan lebih banyak dibahas oleh tim kerja di bawah pengawasan Deputi Kantor Transisi dan kepala staf. Mereka bertugas memberikan pilihan berapa jumlah kementrian yang sebaiknya dipilih oleh Jokowi dalam menjalankan pemerintahan. Namun keputusan akhir akan menjadi kebijakan Jokowi.

“Hati-hati lho, tim transisi ini hanya memberikan saya opsi-opsi, misalnya ada tiga permintaan, 20, 30 dan 40 kementrian. Tapi semua pilihannya saya yang menentukan,” ujar Jokowi.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA