Johny Indo, Cerita Sang Perampok Budiman yang Kini Bertobat dan Menjadi Pendakwah

Seperti itulah roda kehidupan, kapan dan kemana arahnya menggelinding, manusia tak pernah tahu.

oleh Faisal Bosnia Ahmad
11:00 AM on May 17, 2017

Perjalanan hidup siapa yang tahu. Terkadang, seburuk apapun kita menjalani hidup, Tuhan bisa saja telah menyiapkan akhir manis yang indah bagi kita. Seberat apapun dosa yang telah kita torehkan, Tuhan kerap membalasnya dengan kebaikan yang tiada tara. Contohnya seperti kisah hidup yang dialami oleh seorang Johny Indo.

Singkatnya, Johny Indo ini adalah seorang perampok yang disegani dan ditakuti seantero Jakarta. Bersama komplotannya, Pachinko, ia merampok beberapa toko emas yang tersebar di Ibu Kota. Namun, seiring perjalanannya, ia bertobat dan saat ini telah menjadi seorang pendakwah. Menarik, bukan? Simak kisah selengkapnya berikut ini.

Baca Juga
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala
Disebut Perompak oleh Mantan PM Malaysia, Justru Inilah Fakta Suku Bugis Seorang Pelaut Handal

Sebelum menjadi perampok, sempat menjadi bintang iklan

Pria yang punya nama panggilan Johny Indo ini bernama lengkap Johanes Hubertus Eijkenboom. Ia merupakan seorang pria yang lahir di Garut, Jawa Barat, pada tanggal 6 November 1948. Tak banyak yang mengetahui seperti apa kehidupan awal si calon Pitung ini.

Johny Indo. [Image Source].
Namun, diketahui bahwa jauh sebelum ia dikenal sebagai perampok toko emas kelas berat bersama komplotannya, Johny pernah berprofesi sebagai seorang fotomodel. Dengan perawakan yang tinggi serta wajah tampan berkulit putih bersih, ia kerap ditawari sebagai bintang iklan, seperti iklan obat batuk Bronthicum hingga rokok Ardath.

Sebagai hobi sampingan, ia juga mendirikan geng motor kecil-kecilan yang ia namakan Pachinko yang berarti singkatan dari Pasukan China Kota. Nama tersebut diilhami dari fakta bahwa lebih dari separuh anggota gengnya yang berjumlah 13 orang merupakan etnis keturunan.

Menjadi perampok karena jengah dengan jurang ketimpangan si kaya dan si miskin

Petualangan hidup Johny baru benar-benar bermula ketika ia mulai meniti “karier” sebagai perampok toko emas tahun 1977. Tak seperti para perampok kebanyakan yang mendasari perbuatannya hanya dengan keinginan untuk mendapat banyak uang atau berfoya-foya, tindakan Johny justru bermula dari keresahannya pada ketimpangan jurang antara si kaya dan si miskin yang semakin lebar kala itu.

Johny Indo. [Image Source].
Terlintas kemudian di benaknya untuk merampok harta dari orang-orang kaya untuk kemudian dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Ia pun mulai menyusun rencana untuk merampok sebuah toko emas.

Ia memanggil tiga kawan kepercayaannya untuk menjalankan aksi ini. Setelah bersedia, Johny kemudian mulai mencari senjata untuk memuluskan aksinya. Johny sendiri mengakui, ia cukup mudah mendapatkan senjata karena saat itu bapaknya adalah seorang tentara.

Berangkatlah mereka pada tanggal 20 September. Setelah merampas sebuah sedan, mereka pun bertolak ke sebuah toko emas di daerah Tanah Abang, Jakarta, yang menjadi target pertamanya. Bersama dengan ketiga kawannya, ia pun menjalankan aksinya.

Tak banyak hadangan ketika Johny pertama kali merampok. Mungkin karena para pegawai toko begitu ketakutan ditodong senjata api atau mungkin saat itu belum ada sistem keamanan yang canggih. Dari hasil perampokkan tersebut, Johny dan geng berhasil mengantongi sekitar 2 kg emas.

Selama karier perampokannya, ia bersama kawanannya juga berhasil merampok toko emas di Kawasan Roxy (4 kg), toko emas Ibuko dan Sinar Jaya Sawah Besar (5,5 kg), toko emas Garuda (1,5 kg), serta toko emas Sinar Harapan (3 kg) yang semuanya berada di kawasan Jakarta.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA