5 Jenderal Perang Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

oleh Rizal
12:00 PM on Oct 21, 2015

Perang ibarat sebuah drama. Ada yang jadi aktornya, ada plot ceritanya, dan juga tokoh-tokoh di balik layar. Sayangnya pada bagian akhir cerita, perang tidak pernah menyisakan happy ending alias akhir bahagia. Selalu ada korban meskipun mungkin berhasil memenangkan perang.

Baca Juga : 4 Orang Penting Era Soeharto Yang Kini Terpinggirkan

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

Membicarakan perang, tentu sudah ada ribuan bahkan lebih perang yang pernah terjadi di muka bumi. Dari deretan perang yang sudah terjadi itu, hampir semua punya kesamaan. Salah satunya adalah adanya tokoh yang memimpin di sana. Sejarah mencatat ada banyak sekali jenderal perang yang namanya sangat harum. Tak hanya jadi role model, kiprah mereka benar-benar nyata mampu membawa perubahan dan mengubah sejarah.

Nah, berikut adalah deretan jenderal paling terkenal sepanjang sejarah. Ya, mereka bisa dibilang paling mematikan di antara yang lain.

1. Khalid Bin Walid

Orang barat hampir tidak pernah mendengar namanya. Namun bagi umat Islam, Khalid Bin Walid adalah jenderal paling sukses sepanjang sejarah. Bagaimana tidak, Ibn Walid tidak pernah kalah satu kali pun dalam berbagai perang yang dilakukannya, serta mampu membawa Islam untuk pertama kalinya melakukan ekspansi besar-besaran.

Tanpa sekalipun kalah, Khalid bin Walid adalah jenderal perang paling mematikan yang pernah ada [Image Source]
Tanpa sekalipun kalah, Khalid bin Walid adalah jenderal perang paling mematikan yang pernah ada [Image Source]
Uniknya, Khalid Bin Walid awal mulanya adalah orang yang sangat anti dengan Nabi Muhammad SAW. Bahkan ia pernah berhadapan dengan Nabi di perang Uhud. Tak lama setelah ia memeluk Islam, Ibn Walid pun jadi andalan dalam tiap perang dan ekspansi.

Khalid Bin Walid tercatat pernah melakukan peperangan hebat. Misalnya mengalahkan Byzantium yang diceritakan dalam sejarah tidak pernah bisa disentuh pasukan mana pun. Beberapa kali pasukan umat Muslim mengalahkan mereka. Termasuk dalam Perang Yarmuk dimana hampir seluruh pemimpin peleton pasukan Byzantium kalah oleh satu anak didik Khalid Bin Walid dalam sebuah duel. Perang antara keduanya pun pecah dan lagi-lagi dimenangkan oleh pasukan Khalid Bin Walid.

Setelah melumat Byzantine untuk selamanya, Khalid Bin Walid pun makin luas mengepakkan sayapnya. Hingga akhirnya Palestina, Syria, Mesir dan Anatolia pun jatuh ke tangan Islam. Nah, sepeninggal Nabi Muhammad, lalu khalifah pertama Abu Bakar, Khalid Bin Walid pun diminta mundur secara terhormat oleh Khalifah Umar Bin Khattab. Sang khalifah bukannya tak mau Islam makin luas, hanya saja ia takut kalau-kalau di hati Khalid Bin Walid mucul sifat berbangga diri. Hebatnya lagi, sang jenderal besar pun menyerahkan kepemimpinannya dengan tidak mempermasalahkan apa pun termasuk mengungkit jasa-jasanya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA