5 Jejak Peninggalan Belanda yang Memakmurkan Bangsa Indonesia

oleh Rizal
16:20 PM on Nov 14, 2015

Julukannya mungkin gemar ripah loh jenawi yang artinya makmur dan subur tanahnya, namun Indonesia pernah berada di situasi terburuk dalam sejarahnya. Ya, apalagi kalau bukan zaman penjajahan dulu. Teringat betapa kejamnya kaum imperialis itu memperlakukan bangsa Indonesia. Tak hanya membunuhi para pria dan memperkosa wanita, kaum penjajah ini juga menggondol banyak sekali milik Indonesia dan tak menyisakan apa pun selain ampas saja.

Ya, penjajahan Belanda dan Jepang dulu memang kejam. Bahkan hanya dengan mengingat kembali ceritanya, perasaan emosi dan marah tiba-tiba saja muncul. Tak disangkal jika penjajahan membawa luka, namun di balik itu ternyata aktivitas kolonialisme tersebut juga bermanfaat. Ya, banyak peninggalan yang justru bermanfaat dan jadi sumber kehidupan setelah perginya para kaum penjajah ini.

Baca Juga
6 Efek Mengerikan Akibat Penggunaan Steroid untuk Membesarkan Otot, Cowok-Cowok Buka Mata Deh!
5 Alasan Mengapa Cewek Lebih Bahagia dengan Pria Bertampang Pas-Pasan, Alhamdulilah

Kita tak harus berterimakasih, lantaran peninggalan tersebut mungkin dibuat dengan apa yang kita miliki sendiri. Nah, berikut adalah beberapa peninggalan kaum penjajah yang bermanfaat bahkan hingga sekarang ini.

1. Pabrik-Pabrik yang Beroperasi Hingga Hari ini

Belanda tak hanya mengeruk rempah-rempah dan sumber daya saja dari Indonesia. Mereka juga melakukan pembangunan-pembangunan industri di sini. Hal tersebut dibuktikan lewat pabrik-pabrik kuno yang berdiri tegak hingga hari ini. Tercatat mungkin ada puluhan pabrik yang dibangun pemerintahan Hindia Belanda dari Sabang sampai Merauke.

Pabrik gula peninggalan Belanda masih beroperasi hingga sekarang [Image Source]
Pabrik gula peninggalan Belanda masih beroperasi hingga sekarang [Image Source]
­Pabrik gula adalah yang terbanyak dibangun oleh mereka. Beberapa bahkan masih beroperasi hingga hari ini, misalnya di Tegal, Gondang Baru, Malang dan masih ada beberapa lagi yang lain. Pabrik industri alat berat juga pernah mereka bangun, misalnya Pindad yang bahkan makin jumawa hari ini.

2. Perkebunan-Perkebunan Sumber Penghasilan Masyarakat

Fokus belanda dulu adalah mengeruk sumber daya alam Indonesia, salah satunya lewat hasil perkebunan. Hal ini pun diwujudkan dengan berdirinya banyak industri perkebunan ketika itu. Mirisnya, jangankan bagi hasil, pekerja pribumi yang dijadikan budak itu tak boleh mencicipi hasil kebun yang ditanam dengan tangan mereka sendiri.

Kebun-kebun peninggalan Belanda juga jadi manfaat besar bagi Indonesia [Image Source]
Kebun-kebun peninggalan Belanda juga jadi manfaat besar bagi Indonesia [Image Source]
Ada begitu banyak perkebunan di zaman penjajahan dulu. Mulai dari teh, kopi, cengkeh, karet sampai biji coklat. Memang benar kita dulu tak bisa menikmati semua ini, namun ketika penjajah enyah, semua perkebunan tersebut berpindah tangan dan berbalik menguntungkan Indonesia. Bahkan beberapa perkebunan tersebut masih ada hingga sekarang dan sukses memberdayakan masyarakat serta menaikkan taraf hidup mereka.

3. Jalan-Jalan Penting Penghubung Antar Wilayah

De Grote atau Jalan Pos bisa dibilang adalah jalur paling penting yang ada di Indonesia. Jalur Pos ini juga dikenal dengan Pantura yang menghubungkan hampir seluruh Jawa. Dan Pantura bisa dibilang prestasi paling luar biasa di era kolonialisme, walaupun proses pembuatannya sangat mengerikan.

Jalan Pantura yang vital ini juga merupakan peninggalan Belanda [Image Source]
Jalan Pantura yang vital ini juga merupakan peninggalan Belanda [Image Source]
Ya, jalan ini adalah hasil kerja rodi orang-orang Jawa sepanjang setahun. Jalan ini dimaksudkan si perintisnya yakni Daendels untuk mempermudah militer Hindia Belanda melawan gempuran asing serta mengontrol tanah jajahannya. Setelah Belanda berlalu, jalan ini pun berbalik memberi manfaat kepada masyarakat Indonesia. Terutama dari pemanfaatan jalur vital ini untuk keperluan distribusi produksi dan sebagainya.

4. Waduk dan Bendungan Sumber Air Rakyat

Keberadaan bendungan jadi hal vital untuk kebutuhan akan air. Di zaman Belanda dulu banyak dibangun tempat penampungan air raksasa ini dengan tujuan untuk mengairi sawah-sawah milik Belanda serta manfaat-manfaat sampingan lainnya. Bendungan ini juga dibangun dengan darah, namun pada akhirnya manfaatnya kembali ke bangsa Indonesia sendiri.

Mungkin hampir semua bendungan yang ada di Indonesia mayoritas dibuat di zaman penjajahan Belanda [Image Source]
Mungkin hampir semua bendungan yang ada di Indonesia mayoritas dibuat di zaman penjajahan Belanda [Image Source]
Ya, selain untuk mengairi sawah, air bendungan juga bisa dimanfaatkan untuk konsumsi. Bahkan beberapa juga jadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Tidak terbayangkan bagaimana susahnya jika Belanda dulu tidak membangun fasilitas yang semacam ini.

5. Arsitektur dan Konstruksi yang Bermanfaat Hingga Sekarang

Selain deretan hal di atas satu lagi peninggalan mereka yang justru bermanfaat bagi kita adalah tinggalan arsitektur dan juga konstruksi. Peninggalan arsitektur ini biasanya berupa gedung-gedung tua. Di beberapa kota di Indonesia memang banyak tersebar bangunan-bangunan tua yang cantik. Dulu jadi tempat tinggal mereka, kini jadi obyek wisata yang menarik dan bermanfaat bagi pemerintah setempat.

Kita tak pernah memungkiri jika arsitektur peninggalan mereka juga sangat bermanfaat [Image Source]
Kita tak pernah memungkiri jika arsitektur peninggalan mereka juga sangat bermanfaat [Image Source]
Belanda tak cuma meninggalkan arsitektur cantik, mereka juga membangun yang namanya rel-rel kereta plus stasiunnya. Beberapa stasiun kita adalah peninggalan mereka dan sampai sekarang berfungsi dengan baik. Rel-rel kereta sendiri juga sangat penting keberadaannya meskipun pembuatannya sampai mengorbankan banyak nyawa.

Ya, sekali lagi kita tidak perlu berterima kasih kepada Belanda atas semua peninggalan yang bermanfaat ini. Pasalnya, ini adalah hasil kerja keras para leluhur. Belanda sendiri pasti tidak bermaksud memberikan kita manfaat dari peninggalannya di sini. Semuanya murni untuk kepentingan diri mereka sendiri. Jalan-jalan, rel-rel kereta, dan juga waduk sama sekali bukan untuk kita pada awalnya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA