Kekurangan Pemain Pria Industri Film Dewasa JAV Hijrah ke Malaysia, Jangan Sampai Mampir Kemari Deh!

Kalau sampai ke Indonesia sih pasti sudah dihadang masa, atau malah banyak yang daftar

oleh Arief Dian
13:00 PM on May 24, 2017

Lelaki Indonesia mana sih yang nggak kenal dengan JAV. Maria Ozawa, Sora Aoi? Semua nama itu sudah sangat familiar di telinga para pria di negeri ini. Itulah sekian bukti kalau industri esek-esek asal negeri Sakura masih menjadi idola ketimbang produk milik Amerika. Bahkan dalam sebuah forum online, mereka memiliki komunitas fans asal Indonesia sendiri.

Bicara mengenai JAV, beberapa waktu yang lalu ternyata perusahaan pembuat film dewasa itu melebarkan sayap ke Asia tenggara. Rencananya mereka bakal mencari bakat di  negara tetangga kita, Malaysia. Berita ini pasti bikin sumringah para pencinta film esek-esek di sana walaupun bakal ditentang pula oleh sebagian orang. Penasaran cerita lengkapnya? Simak ulasan berikut.

Baca Juga
Bukan Kegembiraan, 4 Lomba Agustusan Ini Justru Berakhir dengan Tragedi
Tak Melulu Miris, Ini Cerita dari Para Veteran yang Akhirnya Diperhatikan oleh Pemerintah

Frustasi karena kekurangan aktor pria

Kekurangan aktor pria [image source]
Seperti yang mungkin sudah kamu ketahui, industri film porno nomor satu di Asia ini sekarang benar-benar kekurangan stok pemain pria. Hal ini  berdasarkan data yang mengatakan kalau jumlah pemain wanitanya begitu banyak dibanding laki-lakinya. Setidaknya aktris dewasa di sana berjumlah tujuh ribu sampai puluhan ribu. Angka tersebut begitu terbalik untuk aktor pria yang diketahui hanya berjumlah sekitar puluhan sampai ratusan saja. Makanya, untuk bisa terus bikin film, rumah produksi di sana pun giat mencari para pria untuk dijadikan aktor. Salah satunya ya mampir ke negara-negara tetangga.

Banyak faktor yang memengaruhi

bayaran yang kecil ketimbang aktris perempuan [image source]
Semakin punahnya para pemain pria ini diakibatkan karena berbagai faktor. Salah satunya adalah minimnya gaji yang diberikan pada mereka. Diketahui dalam satu kali pembuatan film, para aktor ini hanya dibayar sekitar 1000 Yen atau setara dengan Rp 100 ribu. Padahal bila dibandingkan dengan pemain perempuan, dalam satu jamnya mereka dibayar jutaan hingga puluhan juta. Selain itu, para pemain pria ini juga “diperas”, karena saking banyaknya aktor perempuan, mereka kadang harus meladeni ratusan pemain porno dalam satu hari. Hal itulah yang membuat ogah bekerja menjadi bintang film dewasa ini.

Mencari talent berbakat di negara lain

Mencari talent [image source]
Mengingat minat para pria Jepang sendiri yang mulai menurun untuk bekerja di industri esek-esek tersebut, maka dicarilah para talent dari luar negeri. Pemilihan talent ini tidak sembarangan, diperlukan perhitungan yang matang. Mulai dari survei negara mana saja yang paling suka menonton JAV ini dan kualitas dari orang-orangnya. Upaya pencarian bakat baru untuk menjadi pemain film panas ini sudah digulirkan dalam dua tahun belakangan.

Beberapa bakat ditemukan di Singapura

Telah menemukan di Singapura [image source]
Shime Tashiaki selaku manager rekruitmen mengaku telah melakukan seleksi di negara Singapura. Bukan secara terang-terangan namun secara rahasia mengingat mayoritas di sana yang masih kental dengan agama. Sehingga, perekrutan di negara itu dilakukan secara rahasia dengan memberikan kode pada para talent yang dianggap berbakat. Dari 25 orang yang mendaftar di perekrutan tersebut, ada lima orang yang dinilai memiliki permainan yang bagus. Akhirnya kelima orang tersebut mengikat kontrak sebagai pemain film esek-esek di Jepang. Namun menurut Shime Tashiaki, jumlah tersebut masih kurang dari yang diharapkan.

Hijrah ke Malaysia mencari bakat lain

Siap menghiasi cover [image source]
Tidak puas hanya pergi ke Malaysia, perusahaan JAV itu mencoba peruntungan di negeri Jiran. Sama seperti dengan yang ada di Singapura, seleksi untuk pemain film dewasa ini akan dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Pasalnya dibanding Singapura, Malaysia dianggap lebih religius, sehingga perlu hati-hati agar tidak terjadi singgungan dengan pemeluk agama di sana. Rencananya audisi ini akan dilakukan pada pertengahan tahun, lebih gilanya lagi ternyata hal ini bukan pertama kali dilakukan di Malaysia.

Jadi kapan Indonesia? Jangan sampai pertanyaan itu sampai terlontar, amit-amit deh. Lihat sendirikan betapa tersiksanya para pemain pria industri tersebut. Fantasi kalian kalau bisa “ena-ena” tiap hari hanya bualan yang ada malah penderitaan lahir batin. Belum lagi bakal nanggung dosa, beruntung deh Indonesia tidak kena.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA