4 Kelakuan Arogan Istri Pejabat yang Suka Semena-mena Ini Sukses Bikin Masyarakat Geram

Meski jadi istri pejabat, namun tak seharinya wanita bersikap arogan

oleh Nikmatus Solikha
13:00 PM on Jul 6, 2017

Jabatan tinggi memang kerap kali membuat seseorang jadi lupa daratan. Kuasa yang dimiliki seseorang kadang membentuk sikap arogan, terlebih saat bersosialisasi dengan orang lain. Selama ini, sudah bukan hal mengejutkan lagi jika ada keluarga pejabat yang bersikap sombong. Yah, meski ada beberapa pejabat yang sifatnya tetap merakyat.

Sebut saja nama keluarga besar Presiden Jokowi dan Menteri Susi Pujiastuti, melihat mereka tentu membuat hati adem. Namun, pada kenyataannya pejabat lebih banyak yang memiliki sifat congkak. Bahkan, ada juga beberapa istri pejabat yang luar biasa arogan. Berikut ini beberapa contoh istri pejabat yang tak patut ditiru.

Baca Juga
4 Bukti Gregetnya Orang Indonesia Kalau Ada Bahaya, Kayak Sudah Hilang Urat Takutnya
Menengok Gaji dan Tunjangan Gubernur dan Wagub DKI, Kalau Dijumlah Bisa Beli Kerupuk 3 Kontainer

Menolak lepas jam tangan, istri pejabat lebih milih tampar petugas bandara

Beberapa waktu lalu ada sebuah video viral di sosmed. Ya, ini adalah tentang seorang ibu yang diketahui merupakan istri dari salah satu petinggi kepolisian. Jadi, si ibu tersebut diketahui menampar seorang petugas bandara. Alasannya pun sebenarnya cukup sepele, si ibu tak mau melepas jam tangannya ketika hendak melewati mesin pemeriksa.

Istri pejabat yang mengamuk [image source]
Sebelumnya, cekcok mulut juga sempat terjadi hingga akhirnya wanita yang diketahui bernama Joice itu melayangkan tamparan pada korban. Alih-alih merasa bersalah atas sikapnya yang kasar, Joice justru melaporkan korban pada polisi. Walhasil, Polsek Bandar Udara Sam Ratulangi menerima dua laporan yang masing-masing dari korban dan istri pejabat. Kira-kira, siapa yang menang dalam kasus ini?

Mengancam akan menembak anak kecil jika berani macam-macam dengan anaknya

Insiden yang terjadi pada Oktober 2014 ini juga tak kalah miris yakni tentang seorang istri aparat yang terlalu overprotektif terhadap anaknya yang bernama Dinda. Dinda ini dikenal cukup nakal di kesehariannya. Ia juga kerap menyakiti teman seusianya.

Ilustrasi ancaman [image source]
Hingga suatu hari, Dinda membuat salah seorang temannya menangis. Tak ada tuntutan khusus dari orangtua korban melainkan hanya meminta pada guru pembimbing agar lebih mengawasi kegiatan Dinda saat bermain dengan temannya. Alih-alih merasa segan pada si anak yang dilukai oleh Dinda, istri pejabat tersebut justru mengancam korban dengan cara yang tidak pantas, yaitu ancaman akan menembak si anak karena ayahnya Dinda merupakan seorang jendral.

Istri polisi yang bersikap bossy

Tak jauh berbeda dari kasus sebelumnya, seorang istri polisi yang satu ini juga begitu gila hormat dan hanya mau dipanggil dengan sebutan “Bu Polisi”. Dengan begitu percaya diri ia juga menunjuk diri sendiri sebagai ketua KOMITE. Wanita yang namanya tidak disebutkan tersebut memang terkenal suka berperilaku bossy. Selain itu, ia juga kerap membuat gara-gara dengan ibu-ibu lain.

Ilustrasi wanita bossy [image source]
Namun, setelah terjadi keributan, keesokan harinya suaminya akan datang lengkap dengan pangkat kedinasan untuk mengancam ibu-ibu lain yang bermasalah dengan istrinya, tanpa peduli bahwa yang menyulut pertengkaran merupakan istrinya sendiri.

Nggak terima razia, istri pejabat mengancam akan tuntut petugas

Pada oktober 2013, razia parkir dilakukan oleh petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta selatan. Namun, razia tersebut ternyata membuat beberapa pihak merasa geram dan tiba-tiba saja petugas bernama Suratno tersebut dihajar menggunakan kunci roda. Beruntung petugas masih mengenakan helm, kalau tidak mungkin sudah bocor kepalanya saat itu juga.

Ilustrasi razia parkir liar [image source]
Tak hanya dihajar, Suratno juga dimaki habis-habisan oleh seorang perempuan yang mengaku orang kaya dan istri pejabat. “Saya orang kaya, saya bisa tuntut kamu. Kamu jangan sembarangan sama saya, saya istri pejabat, tahu enggak kamu…,” papar Suratno saat menirukan gaya bicara sang istri pejabat. Padahal, saat itu Suratno hanya menjalankan tugas untuk menertibkan kendaraan masyarakat yang melakukan parkir liar.

Gelar suami boleh saja tinggi, namun tak sepantasnya istri seorang pejabat menunjukkan sikap arogan. Terlebih sikap tersebut digunakan untuk melawan petugas yang tengah melaksanakan kewajibannya. Mudah-mudahan ke depannya tidak ada lagi ibu-ibu istri pejabat yang sok menggunakan kekuasaan suaminya untuk berbuat semena-mena.

 

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA