ISIS Ajak Wanita Jadi Budak Seks Jihad Agar Masuk Surga

oleh Admin
11:40 AM on Aug 9, 2014

Kehadiran jaringan ISIS di Indonesia makin membuat banyak pihak khawatir. Selain ditakutkan akan menimbulkan banyak kekerasan dan cara-cara ekstrim yang dapat merusak kedamaian di Indonesia, muncul isu tentang ajakan agar wanita muslimah di Indonesia mejadi budak seks dengan iming-iming masuk surga. Kabar ini jelas menimbulkan kecemasan luar biasa, karena dalam Islam, zina adalah dosa besar, dan satu-satunya cara agar hubungan intim menjadi pahala dan tidak menimbulkan dosa adalah dengan pernikahan.

Dilansir oleh Merdeka.com, Sabtu (9/8), Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN, Sudarnoto Abdul Hakim membuat pengakuan mengejutkan. Beliau mengaku bahwa ISIS membuka lowongan budak seks untuk memuaskan hasrat jihadis ISIS, agar mereka semakin bersemangat memerangi kafir.ISIS Ajak Wanita Jadi Budak Seks Jihad Agar Masuk Surga

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

“Dalam pamflet ini disebutkan agar ukhti (sebutan untuk wanita) yang mau melamar pemuas seks kelompok jihadis bisa menghubungi sekretariat ISIS Indonesia di Masjid Fathullah UIN Jakarta” ujarnya.

Pengakuan ini menimbulkan banyak polemik, ada yang menyatakan bahwa jihad seks itu tak ada dan bukan ISIS yang menyebarkan pamflet tersebut. Istilah jihad seks sendiri pertama kali disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tunisia, Lotfi Bin Jedd. Dia mengatakan bahwa banyak wanita Tunisia yang pergi ke Suriah untuk berjihad seks. Mereka sering dipaksa melayani hingga 20, 30, dan ratusan pemberontak Suriah. Banyak di antara mereka yang akhirnya hamil.

Munculnya isu yang menyesatkan dengan iming-iming surga ini jelas bukan hal yang dibenarkan dan akan menimbulkan banyak masalah di masyarakat. Kapolri Jenderal Sutarman akan melakukan pengecekan apakah benar ada selebaran pamflet jihad seks di UIN. Ada atau tidak, Kapolri meminta agar masyarakat waspada dan tidak terpengaruh oleh ajakan pamflet tersebut.

“Kita belum menemukan itu ajakan-ajakan itu harus kita evaluasi dan harus dilakukan upaya untuk mencegah bukan hanya polisi juga, tapi juga masyarakat,” ujar Kapolri Jenderal Sutarman di Rupatama.

Baca Juga: 10 Hal Gila Yang Hanya ada di Dubai

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA