Memalukan, Orang Indonesia ‘Nyampah’ Vs Bule yang Bersih-bersih

oleh Centralismo
10:51 AM on Jul 25, 2015

Kita sudah tahu bahwa alam Indonesia memiliki keindahan yang digilai oleh orang-orang dari seluruh dunia. Namun, kita tidak bisa menghindarkan fakta bahwa akhir-akhir ini alam kita telah ternodai dengan tingkah kita sendiri.

Tingkah kita yang tidak wajar kepada alam itu membuat gerah sejumlah aktivis. Termasuk para aktivis bule yang tergabung dalam Green Books.

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

1. Sampah yang Menumpuk di Rinjani

Gunung Rinjani memang sudah termahsyur sejak dulu. Namun, karena trend naik gunung sedang digandrungi anak muda masa kini, Rinjani menjadi primadona yang dielu-elukan banyak orang. Volume pendaki terus bertambah tiap minggunya. Jalur pendakianpun selalu terlihat padat.

Sampah yang Menumpuk di Rinjani
Sampah yang Menumpuk di Rinjani [ImageSource]
Namun sayang sekali, niat untuk mendekatkan diri pada alam tidak disertai rasa tanggung jawab. Sampah-sampah menumpuk di sepanjang jalur pendakian. Demikian pula dengan sisa-sisa bungkus makanan yang ditinggalkan begitu saja di area camp, membuat kecantikan Rinjani memudar.

2. Larangan yang Diabaikan

Hal yang cukup memalukan adalah pemerintah kita juga tampaknya tidak sigap dengan masalah kebersihan. Dalam foto berikut tampak sebuah plang berkarat yang bertuliskan larangan untuk membuang sampah di kawasan gunung tersebut. Namun lihatlah, tempat sampah yang disediakan sudah rusak dan jebol.

Larangan yang Diabaikan
Larangan yang Diabaikan [ImageSource]
Ini membuat sebagian masyarakat jadi malas membuang sampah. Namun, sebaiknya kita tidak bersikap demikian. Meskipun pemerintah tampak cuek-cuek saja, bukan berarti kita harus ikutan cuek. Kita tentu bisa membawa kembali sampah yang tersisa dari pendakian kita.

3. Hasil Perburuan Sampah

Dalam sebuah foto, para bule yang berasal dari organisasi Green Books ini menunjukkan hasil “perburuan” mereka. Mengejutkan, ternyata di gunung Rinjani yang megah terdapat berkarung-karung sampah. Bahkan para bule ini harus menambah lagi tempat sampah mereka agar semua sampah dapat dibawa turun.

Hasil Perburuan Sampah
Hasil Perburuan Sampah [ImageSource]
Salah satu anggota dari organisasi tersebut menjelaskan bahwa keindahan alam seharusnya dijaga dengan baik. Dia juga berpendapat bahwa orang Indonesia beruntung telah dikaruniai banyak gunung-gunung indah. Kalau sudah begini rasanya miris sekali, bukan?

4. Para Bule yang Berjuang Mengumpulkan Sampah

Bule-bule yang berpartisipasi dalam acara berburu sampah ini berada dalam naungan organisasi Green Books. Namun, beberapa dari mereka adalah pendaki biasa, tidak terkait organisasi apapun. Mereka datang dari berbagai negara seperti Belanda dan Italia. Pesona Rinjani telah menggerakkan hati para pemuda dari berbagai negara untuk membersihkannya.

Para Bule yang Berjuang Mengumpulkan Sampah
Para Bule yang Berjuang Mengumpulkan Sampah [ImageSource]
Selain program bersih-bersih Rinjani, Green Books juga melakukan banyak kegiatan positif lain. Mereka membagi-bagikan buku gratis untuk anak-anak di daerah terpencil di Indonesia. Mereka juga memberikan pelatihan gratis yang bisa meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak.

5. Alam Rinjani Ternoda

Akibat jumlah pendakian yang semakin bertambah, kerusakan di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) tidak terhindarkan. Sekitar 480 ribu hektare hutan lindung, 419 ribu hektare hutan produksi, 170 ribu hektare non produksi termasuk 41 ribu hektare di dalam kawasan Balai TNGR dan 128 ribu hektare kawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (SDA) juga mengalami degradasi 50 ribu hektare setiap tahun.

Alam Rinjani Ternoda
Alam Rinjani Ternoda [ImageSource]
Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama karena  bagaimanapun Rinjani adalah keindahan alam yang merupakan tanggung jawab kita. Jadilah pendaki yang bertanggung jawab. Mencintai alam bukan sekadar foto selfie di puncak gunung, tapi juga tentang kesadaran untuk menjaganya.

Semoga untuk ke depannya para pendaki di Indonesia menjadi lebih bijak lagi. Jangan sampai di masa depan, orang-orang bule kembali turun tangan untuk membersihkan sampah-sampah kita. Sungguh ini menjadi tamparan bagi kita semua. (HLH)

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA