Mustahil Indonesia Jadi Negara Maju Jika 5 Hal Penting Ini Tak Dibenahi

Ya Tuhan, kapan negeri ini dapat menjadi pemimpin dunia?

oleh Faisal Bosnia Ahmad
17:00 PM on Jul 24, 2017

Indonesia adalah negara yang besar. Negeri ini punya wilayah yang luas membentang. Sumber daya negeri kita juga seolah tak terbatas. Subur makmur lagi melimpah ruah. Ditambah lagi kekayaan budayanya, tradisi, dan suku bangsanya yang semakin menambah nilai lebih di mata dunia. Tapi, pernah tidak kamu berpikir, kenapa kita selalu kalah dari negara lain? Kenapa kita tak pernah sekalipun menduduki posisi pertama sebagai negara paling disegani, paling maju di dunia?

Tentu untuk menuju ke arah sana, ada banyak sekali hal yang mesti dibenahi oleh negara kita. Namun, kalau harus menyebutkan sebagian faktor yang menyebabkan kenapa sih negara kita selalu kalah dari negara lain, di bawah ini kami telah merangkum empat di antaranya untuk kamu. Apa saja itu?

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

1. Kurang menghargai ilmuwan sendiri

Melihat pencapaian negeri lain dalam berbagai bidang pengetahuan, kita sering minder sendiri. Kamu juga pasti pernah berpikir kalau Indonesia kalah bersaing di kancah internasional karena jarang melahirkan orang pintar. Benarkah demikian? Nyatanya tidak. Sejak dulu negeri ini memiliki orang-orang hebat di bidangnya masing-masing.

Dua talenta yang memilih hengkang dan berkarya di negeri lain. [Image Source].
Ada Ricky Elson, teknorat yang ahli dalam motor kendaraan berkekuatan listrik. Ada juga Prof. Dr. Ali Zum Mashar, si penemu nikroba penyubur tanah. Jangan lupakan juga “wong ndeso” asal desa Juwet, Kediri, Dr. Khoirul Anwar, orang yang berjasa dalam penyempurnaan sinyal 4G seperti yang kita nikmati sekarang. Hingga Dr. Warsito si penemu rompi terapi kanker. Lalu, ke mana orang-orang cerdas ini sekarang?

Mereka semua kini berada di luar negeri. Orang-orang di atas beserta orang cerdas lainnya kini hidup makmur di luar sana. Mereka terbuang oleh negerinya sendiri. Padahal di negeri asing mereka dapat leluasa mengembangkan karya mereka. Pemerintah di sana bahkan mendukung upaya mereka. Banyak pula perusahaan multinasional yang tertarik membeli teknologi ciptaan mereka dengan harga selangit. Hal yang berbanding terbalik dengan kenyataan miris yang mereka terima di tempat kelahirannya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA