Mengungkap Fakta, Benarkah Indonesia Dijajah Belanda Selama 350 Tahun?

oleh Tetalogi
10:00 AM on Nov 5, 2015

Bicara soal masa penjajahan Belanda di Indonesia, maka biasanya yang terlintas di benak adalah kekejaman penjajah yang tidak kenal belas kasihan terhadap warga Indonesia. Kekayaan alamnya dirampok, masyarakat diperbudak dan didiskriminasi habis-habisan. Menurut banyak cerita yang beredar, penjajahan Eropa atas Indonesia berlangsung selama 350 tahun. Benarkah demikian?

Sebenarnya, hal ini adalah pandangan yang keliru tentang masa penjajahan di Indonesia. Kenyataannya, masa penjajahan di Indonesia tidak berlangsung selama itu. Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, jadi logikanya sebelum tahun tersebut nama “Indonesia” baik secara de facto maupun de jure itu belum ada. Tapi, mari kita mundur lebih jauh lagi.

Baca Juga
Disebut Perompak oleh Mantan PM Malaysia, Justru Inilah Fakta Suku Bugis Seorang Pelaut Handal
4 Bukti Gregetnya Orang Indonesia Kalau Ada Bahaya, Kayak Sudah Hilang Urat Takutnya

Bangsa Belanda pertama kali menginjakkan kakinya di kepulauan yang sekarang bernama Indonesia ini pada 27 Juni 1596. Kalau dihitung dari saat pertama kali Belanda menginjakkan kakinya di Nusantara hingga tahun 1949 ketika ditandatanganinya Konferensi Meja Bundar, maka Belanda memang sudah menginjakkan kakinya selama 353 tahun. Tapi tepatkah dikatakan bahwa Indonesia dijajah sejak pertama kedatangan Belanda?

Konferensi Meja Bundar [Image Source]
Konferensi Meja Bundar [Image Source]
Cournelis de Hotman yang memimpin ekspedisi datang ke kepulauan Nusantara itu awalnya sebagai seorang penjelajah, bukan penjajah. Saat ia mendarat di Banten pertama kali pun VOC juga belum didirikan. Jadi, momen kedatangan de Houtman kurang tepat jika disebut sebagai menjajah Indonesia.

Selanjutnya, VOC mulai berdiri baru pada tahun 1602. Tapi yang perlu kita ingat, VOC bukanlah negara melainkan nama satu perusahaan. VOC tidak menguasai daerah, apalagi negara, melainkan menguasai perdagangan regional di wilayah Hindia Timur yang kelak bernama Indonesia. Nah, saat itu juga masih belum ada nama Indonesia, yang berdiri adalah kerajaan-kerajaan dan kesultanan di berbagai wilayah di Nusantara.

Lukisan Kapal VOC [Image Source]
Lukisan Kapal VOC [Image Source]
VOC memang punya hak istimewa yang membuat mereka boleh membangun benten, memiliki tentara, melakukan diplomasi, namun tetap saja mereka adalah sebuah perusahaan dengan dewan komisaris dan direktur utama sehingga tidak mewakili negara Belanda. Tidak hanya itu saja, dalam konteks menguasai juga VOC sebenarnya tidak memiliki wilayah lain di Kepulauan Nusantara selain Batavia yang dibangun oleh Jan Pieterszoon Coen.

Jadi, VOC dengan hak monopoli dagang inilah yang dianggap “penguasa” lokal. Tapi kalau dalam segi wiayah dan ranah politik, raja-raja di Nusantara masih memiliki kekuasaan penuh atas wilayahnya. Daerah operasi VOC juga hanya sebatas di Batavia, Banten, Ambon-Banda, Makassar dan sekitarnya, dan Priangan. Sedangkan wilayah lainnya masih dikuasai oleh raja masing-masing wilayah. Jadi jika momen berdirinya VOC disebut sebagai Belanda yang menjajah Indonesia juga sebenarnya kurang tepat.

Jan Pieterszoon Coen [Image Source]
Jan Pieterszoon Coen [Image Source]
Selanjutnya, VOC dibubarkan pada tahun 1799 dan diambil alih oleh pemerintahan republik sejak tahun 1800. Sejak saat itulah nama wilayah kekuaasaan VOC berubah menjadi Hindia Belanda. Tapi ini juga tidak berarti Belanda langsung berhasil menjajah Indonesia. Ada berbagai macam pergolakan dan pertempuran sengit sampai tahun 1914, barulah Belanda menguasai hampir seluruh daerah yang sekarang disebut Indonesia, kecuali pedalaman Kalimantan dan Papua Barat.

Jika dihitung sejak tahun 1914 hingga 1949 dan dikurangi masa penguasaan Jepang pada tahun 1942-1945, maka Belanda menguasai Indonesia selama 32 tahun. Nah, pandangan bahwa Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun itu sebenarnya muncul sejak tahun 1931. Pada saat itu, Gubernur Jenderal Bonifacius Cornelis de Jonge berpidato di hadapan masyarakat Batavia dan berkata, “Belanda sudah ada di sini sejak 300 tahun yang lalu, dan akan tetap ada di sini hingga 300 tahun ke depan!”

Dilihat dari masa kepemimpinannya, masa-masa itu adalah ketika para tokoh pergerakan nasional bersemangat menggalang kekuatan untuk mengusir Belanda. Jadi, kemungkinan kata-katanya tersebut adalah untuk mengecilkan semangat para pejuang di Indonesia.

Mungkin, daripada dikatakan bahwa Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, lebih tepat jika dikatakan bahwa Belanda bisa menaklukkan Indonesia setelah 300 tahun.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA