Heboh, Seorang Imam Tarawih Meninggal Pada Saat Rakaat Ketujuh Bikin Haru Netizen

Jika semasa hidup baik, maka saat bertemu ajalpun pasti bakal indah juga

oleh Arief Dian
12:00 PM on May 29, 2017

Seperti halnya rezeki dan jodoh, kematian merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Allah SWT. Mau itu mati dalam keadaan baik atau malah buruk, tidak ada satu manusia di dunia ini yang tahu bagaimana kelak keadaan kematiannya. Terlepas daripada itu, namun yang pasti setiap orang ingin meninggal dalam keadaan sebaik-baiknya, atau istilahnya khusnul khotimah.

Berbicara tentang khusnul khotimah, tanda-tandanya bisa dilihat dari banyak kejadian. Misalnya yang paling mengguncang belakangan ini adalah kisah kematian seorang imam yang terjadi di Samarinda. Entah apa amalan sang imam semasa hidup, tapi ia dimatikan dalam keadaan yang luar biasa. Tepat di rokaat ketujuh sholat terawih, Allah memanggilnya untuk selamanya. Kejadian ini pun bikin haru para jamaah. Seperti apa kisahnya? Simak ulasannya berikut.

Baca Juga
5 Sepeda Balap Termahal di Dunia yang Harganya Bisa Bikin Kamu Miskin dalam Sekejap
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi

Dikenal sebagai orang yang alim dan taat

Jakarsih, pria yang berumur 60 tahun itu, memang dikenal warga sebagai sosok yang alim. Pria yang biasa disapa pak haji itu, mulai dari masa mudanya memang dikenal sebagai orang yang berbakat menjadi imam sholat di masjid. Sejak saat itulah, Jakarsih diamanati sebagai seorang imam sholat berjama’ah. Selain itu keseharian Jakarsih sendiri dikenal dengan sangat baik.

wafat [image source]
Beliau sangat suka membantu sesama, bahkan bakal marah seandainya ada anggota keluarga yang sampai melalaikan sholat. Jakarsih akan menegur dan menceramahi habis-habisan anggota keluarga tersebut. Namun siapa sangka ramadhan ini adalah yang terakhir baginya dalam menjalankan ibadah puasa.

Meninggal saat rakaat ketujuh

Tepatnya pada hari pertama bulan ramadhan, Jakarsih diamanahi untuk menjadi imam dalam sholat tawarawih  di Langgar al-Fajri Samarinda. Namun dia tidak menyangka bahwa itu merupakan tarawih terakhirnya di awal bulan puasa ini. Pasalnya dalam rakaat ketujuh, Jakarsih sudah ambruk tidak sadarkan diri.

Saat shalat tarawih [image source]
Awalnya warga sudah mendapatkan firasat mengenai Jakarsih ini, pasalnya bacaan ayat suci alquran-nya tidak seperti biasa dan terbata-bata. Ternyata firasat tersebut benar dan robohlah tubuh Jakarsih di rakaat ketujuh. Seluruh warga mulai panik, dan selanjutnya segera menelepon ambulan dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun sayang, nyawa Jakarsih sudah tidak dikandung badan.

Digantikan oleh makmum, tarawih masih berlanjut

Tumbangnya Jakarsih saat rakaat ketujuh tidak membuat sholat tarawih selesai begitu saja. Melihat imamnya tumbang tumbang, Hadardi makmum yang tepat berada di belakang Jakarsih dan wajib menggantikannya sebagai pemimpin sholat tarawih.  Sedangkan Helmi anak Jakarsih menyadari saat tubuh ayahnya itu roboh, sudah tidak ada nafas lagi yang dihembuskan oleh almarhum. Namun tubuh Jakarsih tetap dibawa ke rumah sakit untuk memastikan hal tersebut.

menggantikan imam [image source]
Meskipun berat karena tahu ayahandanya telah tiada, Helmi harus tabah menemani Jakarsih hingga sampai di rumah sakit terdekat . Masih sangat teringat jelas ayat terakhir yang dibaca oleh Jakarsih sebelum tumbang, tepatnya pada penghujung terakhir surat alfatiha pada ayat “WA LADH DHOOLLIN” akhirnya pria tersebut tumbang dan menghembuskan nafas terakhir.

Sempat mendapatkan firasat

Sebelumnya, ternyata Jakarsih sudah sempat mendapatkan firasat mengenai kejadian tersebut. Tepatnya saat imam masjid itu berkomunikasi melalui telepon dan mengatakan pada sahabatnya kalau dia sudah tidak kuat lagi berdiri lama untuk mengimami di masjid. Ternyata perkataan tersebut merupakan firasat bahwa waktu Jakarsih tidak lama lagi di dunia ini.

Helmi mengguburkan ayahnya [image source]
Akhirnya pada keesokan harinya, tepatnya sabtu 27 mei, jasad Jakarsih dikebumikan di makam umum setempat. Warga jelas sangat kehilangan sosok imam yang selalu menjadi pemimpin sholat berjamaah ini, dan berharap kematiannya itu sebagai khusnul khotimah.

Memang sungguh indah cerita Jakarsih ini, mendapatkan dicabut nyawanya saat tengah beribadah. Jika hidup dipenuhi oleh kebaikan dan amal shaleh, kelak kematian indah pun menanti juga. Mari kita doakan agar alamarhum Jakarsih ini benar-benar khusnul khotimah, dan kita pun juga kelak juga mendapatkannya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA