Pendapat 5 Ilmuwan yang Kagum dengan Al-Quran

oleh Tetalogi
10:45 AM on Oct 15, 2015

Qur’an sebagai kitab suci umat Islam memuat tuntunan dan ajaran serta sebagai pedoman hidup ketika di dunia. Karena itulah, kitab suci tersebut memuat berbagai macam aspek kehidupan manusia bahkan berbagai bukti penciptaan manusia dan dunia ini. Suatu hal yang terkadang kita mengira bahwa ilmuwan akan menyangkalnya.

Baca Juga : 4 Penjelasan Tentang Masa Depan yang Terkandung dalam Al-Quran

Baca Juga
Bukan Kegembiraan, 4 Lomba Agustusan Ini Justru Berakhir dengan Tragedi
Tak Melulu Miris, Ini Cerita dari Para Veteran yang Akhirnya Diperhatikan oleh Pemerintah

Pandangan bahwa setiap ilmuwan adalah orang yang hanya percaya pada sains membuat kita berpikir bahwa mereka akan menyangkal apa yang dituliskan pada kitab suci. Padahal, ada kalanya pandangan mereka sebenarnya juga tidak secara gamblang menyangkal Al-Qur’an dan bahkan ada juga yang takjub dengan apa yang dituliskan dalam kitab suci umat Islam tersebut. Berikut ini diantaranya.

1. Keith L. Moore

Keith Leon Moore, adalah seorang profesor emeritus dalam divisi anatomi di fakultas Pembedahaan, universitas Toronto, Kanada. Beliau adalah ahli embrio yang ternama di bidangnya serta telah menulis beberapa buku seperti Clinically Oriented Anatomy dan Essential Clinical Anatomy. Moore juga bekerja dengan Komite Embriologi dalam studi komparatif dengan Qur’an, Hadist, dan embriologi modern.

Keith L. Moore [Image Source]
Keith L. Moore [Image Source]
Moore memberikan komentarnya setelah bekerja selama 3 tahun dengan Komite Embriologi di Universitas King Abdulaziz, Arab Saudi. Ia membantu tim ini menginterpretasikan banyak pernyataan dalam Qur’an dan Sunnah mengenai reproduksi dan perkembangan janin. Saat itulah ia kagum dengan keakuratan pernyataan yang tercatat di kitab pada abad ke-7 tersebut, yang ada sebelum ilmu embriologi ditemukan. Moore juga mengakui bahwa ia tahu dengan kehebatan ilmuwan Islam dalam seharah pada abad ke-10, dan beberapa kontribusinya ke dunia pengobatan. Meski begitu, ia tidak tahu sama sekali tentang fakta keagamaan dan kepercayaan yang ada dalam Qur’an dan Sunnah.

Dalam konferensi di Cairo, ia menyajikan riset ilmiahnya dan menyatakan bagaimana ia merasa senang membantu mengklarifikasi pernyataan di Qur’an tentang perkembangan manusia. Untuk itu, ia sadar bahwa pernyataan ini tentu didapatkan oleh nabi Muhammad dari Allah karena kebanyakan ilmu pengetahuan tersebut tidak ditemukan sampai berabad-abad kemudian. Menurutnya, hal ini membuktikan padanya bahwa Muhammad tentu adalah utusan Tuhan, atau Allah.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA