4 Karakter Idola Anak-Anak Indonesia 90an yang Kini Tenggelam Ditelan Masa

oleh Admin
12:30 PM on Sep 29, 2015

Generasi muda jaman sekarang boleh dibilang kekurangan hiburan anak-anak. Sejak memasuki tahun 2000-an, lagu anak, film anak dan berbagai edukasi anak-anak secara audio visual banyak berkurang dan didominasi oleh karakter dari luar negeri.

Di jaman ’90an, kita mengenal beberapa karakter ikonik yang menghibur. Yang lebih bangga lagi, mereka semua berasal dari Indonesia. Kali ini Boombastis ingin mengajak Anda semua untuk bernostalgia. Kira-kira, masih ingat nggak ya dengan beberapa karakter ini?

Baca Juga
10 Atlet SEA Games 2017 Asal Indonesia Ini Nggak Cuma Bikin Bangga, tapi juga Cantik Jelita
Fakta Android Oreo, Sistem Operasi Terbaru Keluaran Google dengan 7 Fitur Super Canggih

1. Si Komo

Si Komo dan teman-temannya dulu pernah booming banget di tahun ’90an bersama Kak Seto. Saking melejitnya, sampai ada serial TV bahkan kasetnya juga. Si Komo juga tidak sendirian. Ada Dompu si domba putih, Belu si bebek lucu, Piko si sapi kokoh dan Ulil si ulat jahil yang bandel.

Yang paling diingat dari Si Komo yang merupakan simbol Komodo ini, adalah lagu dengan lirik, ‘Macet lagi, macet lagi, gara-gara Si Komo lewat.’ Pas udah gede, kita menyadari bahwa sebenarnya, bukan Si Komo yang bikin macet, tapi orang-orang di jalan sendiri.

Sayang sekali Si Komo kini sudah tidak ada lagi. Padahal karakter Si Komo dan edukasi di dalamnya sangat simpel dan mudah dicerna anak-anak. Tidak kalah juga dari karakter Sesame Street atau karakter boneka dari negara lain.

2. Ria Enes dan Boneka Susan

Waktu masih kecil, mungkin kita heran, gimana boneka Susan bisa bicara seperti dari mulutnya sendiri, padahal kita tahu Kak Ria Enes sedang cuap-cuap di belakangnya. Aksi yang natural ini bikin Susan dan Ria Enes banyak disukai anak-anak 90an.

Ria Ernes dan Boneka Susan
Ria Enes dan Boneka Susan [imagesource]
Susan juga punya banyak lagu yang masih diingat banyak orang. Salah satunya adalah lagu Susan Punya Cita-cita. Saking populernya, membuat lagu ini juga sempat diparodikan dalam berbagai acara lawak.

Bahkan beberapa orang membawanya dalam kehidupan sehari-hari. Lirik yang bunyinya, “Susan..Susan..Susan.. Kalau gede, mau jadi apa?” dibuat lawakan sehingga lagu ini seperti kepanjangan lirik. “Susan..Susan..Susan… Kalau gede, kamu mau jadi.. APA?” Waah, orang Indonesia ini memang kreatif ya.

3. Pak Raden dan Si Unyil

Satu lagi karakter Indonesia yang sangat disukai anak-anak, yaitu Pak Raden dan Si Unyil. Ceritanya tentang kehidupan sehari-hari Unyil, Ucrit dan Usro, bersama Pak Raden dan Pak Ogah. Dengan tema anak sekolah dasar, idenya pun dekat dengan cerita sehari-hari.

Pak Raden dan Si Unyil
Pak Raden dan Si Unyil [imagesource]
Selain Unyil, karakter Pak Raden asli yang bernama Suyadi (juga pembuat dari Si Unyil) juga sering mengajari anak-anak menggambar dengan krayon. Uniknya, kadang sambil menggambar, Pak Raden juga bercerita. Penampilannya khas dengan blangkon, baju beskap, kumis dan alis tebal.

Si Unyil pernah dikembangkan sesuai jaman, namun usaha ini juga timbul tenggelam. Begitupula dengan nasib Pak Raden sebagai seniman yang kabarnya makin merana dan memprihatinkan. Sempat ada pemberitaan bahwa Perum Produksi Film Negara akan memberikan santunan pada beliau, namun kabar ini sempat ditepis oleh pihak Pak Raden.

4. Paman Dolit

Paman Dolit adalah salah satu karakter masa kecil yang boleh dibilang misterius. Ia mungkin sering tampil di berbagai acara anak-anak, juga video klip lagu anak-anak. Tapi banyak yang tidak tahu siapa sosok di balik hidung besar, kumis, kacamata, topi dan syal itu.

Kini Paman Dolit sudah tak pernah muncul di layar kaca. Bahkan sudah hilang dari ranah dunia hiburan. Dan masih banyak yang tidak tahu siapa Paman Dolit. Bagaimanapun, kita perlu berterima kasih karena Paman Dolit pernah menghibur kita di acara sore hari yang selalu kita nanti-nantikan di televisi sehabis mandi.

Itulah beberapa karakter yang berjasa menghibur anak-anak Indonesia generasi 90an. Apresiasi luar biasa dan salut bagi usaha mereka, menyelamatkan masa kecil anak-anak Indonesia, sehingga kita punya tontonan menarik, mudah dicerna dan sesuai usia.

Mestinya dengan kemajuan dunia hiburan masa kini, kita pun bisa mengembangkan atau menciptakan karakter yang bisa menghibur anak jaman sekarang. Tapi balik lagi, semua juga tergantung bagaimana apresiasi kita terhadap karya dari negeri sendiri.

Selamatkan generasi muda Indonesia. Jangan sampai masa kecil mereka terenggut dengan hiburan yang tidak sesuai usia dan tidak memfasilitasi masa tumbuh kembang mereka.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA