Dugaan Penyebab Hilangnya Pesawat Air Asia

oleh Alfry
10:02 AM on Dec 30, 2014

Hilangnya pesawat Air Asia dengan jenis A320-200 nomor penerbangan QZ8501 tujuan Surabaya Singapura dari pantauan radar otoritas penerbangan Indonesia secara teknis bisa terjadi akibat beberapa hal. Antara lain Technical Reason yang menyebabkan pesawat Crash dan Crew Pilotnya melakukan pendaratan darurat di suatu tempat .

Hal itu disampaikan oleh FX Arief Poyuono, Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Senin (29/12). Menurut Arief, hilangnya pesawat Air Asia pada posisi Cruise bisa terjadi karena Weather Phenomenon yang tiba-tiba berubah seperti terjadinya turbulensi tiba-tiba dan pilot tidak siap  sehingga menyebabkan pesawat kehilangan tenaganya dan kemungkinan selamat bisa saja terjadi jika pilotnya mampu melakukan prosedur pendaratan darurat dengan baik.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Dugaan Penyebab Hilangnya Pesawat Air Asia
Dugaan Penyebab Hilangnya Pesawat Air Asia

Namun menurut statistik tentang kecelakaan pesawat yang dikeluarkan oleh ICAO dalam 10 tahun terakhir ini, kecelakaan pesawat dalam posisi Cruise level kemungkinannya sangatlah kecil sekali persentasenya.

Sementara itu, sejumlah pakar penerbangan memberi pandangan soal penyebab pesawat jenis Airbus A320-200 tersebut yang menghilang dari radar layar. Berikut teori mengenai kemungkinan dalam hilangnya QZ8501 :

1. Kegagalan Teknis

Bahan bakar QZ8501 hanya cukup untuk menempuh perjalanan selama empat jam. Dengan kondisi demikian, pesawat diperkirakan akan kehabisan bahan bakar pada Minggu (28/12) pukul 10.00 WIB, jika terus terbang setelah pesawat dinyatakan hilang dari radar.

2. Dihantam Badai

Pesawat AirAsia QZ8501 terakhir melapor kepada menara kontrol untuk bergeser ke kiri dan menaikkan ketinggian dari 32.000 ke 38.000 kaki. Ketika itu pilot Irianto mengaku ingin menghindari awan cumolonimbus.

3. Terhambat Gumpalan Es

Pesawat bisa saja terbang ke dalam gumpalan es yang kemungkinan menyebabkan pesawat itu terlontar dari langit. Pilot bisa saja mencoba terbang keluar dari kondisi tersebut dengan naik lebih tinggi, namun bisa saja malah bermasalah lebih lanjut dengan situasi itu. Es adalah penyebab paling mungkin daripada serangan badai.

4. Kesalahan Pilot

Irianto sang pilot memiliki pengalaman 20.000 jam terbang, 7.000 jam terbang itu dilalui bersama AirAsia. Dia terbiasa menerbangkan pesawat untuk rute jarak pendek dan sangat berpengalaman.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content