5 Hal yang Tanpa Disadari Akan Hilang Saat Kita Beranjak Dewasa!

oleh Adi Nugroho
15:15 PM on Oct 7, 2015

Cepat atau pun lambat, manusia akan menjadi dewasa dengan sendirinya. Tubuh mereka akan tumbuh, pikiran akan berkembang, serta hal-hal di sekitarnya akan berbeda. Saat kecil mungkin kita hanya memikirkan makanan atau soalnya Matematika yang susah. Saat dewasa kita dituntut untuk mencari pekerjaan, dituntut bertanggung jawab serta jadi mandiri.

Sadar atau tidak, sebenarnya banyak hal yang tanpa kita sadari telah hilang saat mulai dewasa. Apa yang hilang itu kadang terasa sangat manis untuk dikenang. Tapi juga bisa membuat kita merasa menyesal dan ingin kembali ke masa lalu. Inilah lima hal yang telah hilang itu!

Baca Juga
4 Lomba Agustusan Greget Ala Suku Dayak Ini Dijamin Bakal Bikin Kamu Melongo
6 Efek Mengerikan Akibat Penggunaan Steroid untuk Membesarkan Otot, Cowok-Cowok Buka Mata Deh!

1. Sahabat yang Hilang Silih Berganti

Coba kita ingat nama sahabat saat SD, SMP, SMA, dan mungkin saat kuliah. Anda ingat semua tidak? Ke mana mereka sekarang? Apa anda masih melakukan komunikasi dengan mereka? Atau justru kehilangan kontak karena sudah sibuk dengan dunianya sendiri. Tanpa disadari kita sebenarnya sudah kehilangan banyak teman, bukan?

Sahabat yang Hilang Silih Berganti [image source]
Sahabat yang Hilang Silih Berganti [image source]
Hal ini sebenarnya wajar, karena saat menjadi dewasa manusia akan memiliki banyak hal yang harus dikerjakan. Belum lagi yang telah memiliki keluarga, friend time seperti akan sulit untuk dilakukan. Padahal dahulu kita dan teman-teman banyak melakukan hal yang menyenangkan bersama. Bahkan mereka sudah seperti saudara sendiri. Sekarang?

2. Kehilangan Waktu Untuk Bermain yang Banyak

Saat dewasa kita harus memfokuskan diri untuk mencari pekerjaan dan mendapatkan banyak uang dengan banyak. Pekerjaan adalah prioritas utama. Selain itu kita harus meninggalkannya. Salah satu yang wajib kita harus di urutan terakhir adalah bermain. Menyenangkan diri yang kata enggak menghasilkan apa-apa.

Kehilangan Waktu Untuk Bermain yang Banyak [image source]
Kehilangan Waktu Untuk Bermain yang Banyak [image source]
Saat masih kecil kita memiliki banyak waktu bermain. Bahkan mencuri waktu di tengah-tengah belajar. Saat sudah dewasa dan kerja kita pasti akan mencari waktu untuk bermain. Itu pun akan susah dicari. Kadang akhir pekan justru kita gunakan untuk lembur. Mencari uang tambahan karena kebutuhan terus membengkak. Bermain tinggal kenangan. Enggak ada lagi bertarung main PES di PS.

3. Menangisi Mainan dan Kaki yang Terluka

Saat kecil mungkin kita kerap menangisi mainan. Seharian bisa ngambek dan merengek sampai dibelikan mainan yang kita sukai. Saat dewasa kita langsung bisa membelinya. Atau bahkan tak membelinya karena menganggap mainan itu tak berguna lagi.

Menangisi Mainan dan Saat Jatuh dan Terluka [image source]
Menangisi Mainan dan Saat Jatuh dan Terluka [image source]
Saat anak-anak kita hanya akan menangis jika jatuh lalu mendapati kaki terluka. Saat dewasa kita akan menangis tanpa memiliki luka di tubuh sekali pun. Kita akan mudah menangis hanya karena cinta. Sakit hari membuat kita lupa jika luka di kaki itu lebih sakit, bahkan bekasnya akan susah hilang.

4. Sifat Pemberani yang Tak Takut Apa-apa

Saat kecil biasanya kita tak takut apa-apa. Atau bisa dibilang sangat pemberani. Kita bisa berbicara dengan siapa saja termasuk kepada guru yang killer. Sifat ini lambat laun akan hilang bersamaan dengan kedewasaan yang menyertai kita. Coba ingat-ingat lagi hal hebat yang anda lakukan di masa lalu, masihkan bisa dilakukan sekarang?

Sifat Pemberani yang Tak Takut Apa-apa [image source]
Sifat Pemberani yang Tak Takut Apa-apa [image source]
Menjelang dewasa sifat itu lambat laun akan hilang, meski di beberapa orang masih ada. Misal saat bicara dengan bos, kadang kita takut. Bicara dengan gebetan juga takut, apalagi bicara dengan calon mertua? Tapi hal ini wajar, dan kita bisa mengontrolnya perlahan-lahan. Menjadi dewasa tak harus membuat kita jadi seorang pengecut kan?

5. Peduli Dengan Orang Tua di Rumah

Berapa kali anda menelepon orang tua dalam sebulan? Pernahkah dalam sehari berpikir tentang mereka? Beberapa orang mungkin masih memikirkannya. Namun beberapa akan lupa karena terlalu sibuk dengan aktivitas yang mengikat. Pekerjaan yang super banyak, bahkan lembur membuat tak ada tempat bagi mereka di kepala.

Peduli Dengan Orang Tua di Rumah [image source]
Peduli Dengan Orang Tua di Rumah [image source]
Kita hanya menghubungi jika butuh. Atau saat mereka mencoba menghubungi kita dengan takut. Orang tua tahu jika kita sibuk, jadi agak was-was jika sampai mengganggu kita. Saat menjadi dewasa pikiran kita hanya tertuju pada sebuah target. Orang tua berada di baris belakang yang hanya kita kunjungi saat hari besar tiba. Padahal dulu, setiap hari kita bergantung kepada mereka. Hmm, miris bukan?

Lima hal di atas tanpa disadari akan hilang atau perlahan-lahan memudar. Semoga setelah membaca ini, kita akan sadar. Sesuatu yang ada di masa lalu kadang tak bisa digantikan dengan apa pun di masa depan. Boleh jadi sekarang kita mapan, punya segalanya. Tapi kenangan di masa lalu jauh lebih berharga.

Ngomong-ngomong kapan anda terakhir menangis karena jatuh, dan tidak menangis karena cinta?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA