Harga Bensin di Bintuni, Papua Rp. 200.000,00. Bagaimana Bisa?

oleh venny
14:43 PM on Feb 11, 2015

Harga bensin beberapa waktu lalu baru saja mengalami pasang surut, pemerintah yang semula menaikkan harga bensin kemudian mengumumkan adanya penurunan harga BBM, hingga kini akhirnya bahan bakar premium atau bensin menyentuh harga di kisaran Rp. 6.600,00.

Namun taukah anda bahwa harga bensin yang dijual di Distrik Moskona Timur, Kabupaten Bintuni, Papua, jauh lebih tinggi dari harga yang ditetapkan pemerintah? Yak, di Bintuni harga bensin mencapai Rp. 200.000,00 per liter.

Baca Juga
5 Sepeda Balap Termahal di Dunia yang Harganya Bisa Bikin Kamu Miskin dalam Sekejap
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi

Harga BBM yang tinggi
Harga BBM yang tinggi

Menurut pernyataan Kepala Distrik Moskona Timur, Jendri Salakory di Manokwari, Rabu (11/2/2015), harga bensin satu liter di distrik itu sebelumnya mencapai Rp. 250.000,00 namun setelah pemerintah mengumumkan adanya penurunan harga yang semula Rp. 8.500,00 menjadi Rp. 6.600,00 membuat harga bahan bakar premium distriknya juga mengalami penurunan menjadi harga jual sekarang, yaitu Rp. 200.000,00

Mengapa harga jual bensin di sana cukup tinggi? Hal ini dipicu dari tingginya biaya transportasi untuk membawa bensin ke Bintuni, karena transportasi ke distrik tersebut terbilang cukup sulit.

“Tingginya harga bensin di Distrik Moskona Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, disebabkan sulitnya transportasi menuju daerah itu,” kata Jendri seperti dilansir oleh metrotv.

Lebih lanjut Jendri menerangkan Distrik Moskona hanya dapat dijangkau menggunakan transportasi udara, maka wajar jika harga bensi di sana mencapai ratusan ribu rupiah. Para pedagang harus mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk mencarter pesawat pengangkut BBM.

“Distrik Moskona Timur hanya dapat dijangkau oleh pesawat jenis pilatus dan helikopter. Harga carter pesawat satu kali penerbangan mencapai Rp85 juta, sementara heli satu kali penerbangan Rp146 juta,” jelas Jendri lagi.

Pria tersebut lantas mengungkapkan saran yang juga merupakan permintaan dari masyarakat Distrik Moskona Timur yang terdiri dari 12 kampung kepada pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat dan Pemerintah Pusat untuk membantu kesulitan transportasi masyarakat ini dengan membuka akses jalan menuju daerah lainnya.

“Salah satu cara untuk mengatasi kesulitan yang dialami oleh masyarakat Distrik Moskona Timur adalah membuka akses jalan menuju daerah itu karena selama ini masyarakat hanya andalkan transportasi udara yang membuat harga barang-barang sangat mahal,” ujarnya

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA