5 Hal Dalam Kehidupan Ini Akan Punah Dalam Waktu Dekat

oleh Norman Duarte
10:36 AM on Jun 16, 2015

Kehidupan di bumi yang indah ini tidaklah abadi. Satu persatu keindahan ini akan hilang seiring dengan waktu. Alam dan peradaban manusia pada akhirnya hilang ditelan masa.

Terancam-punah

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

Banyak penyebabnya, antara lain bencana alam, dan kebodohan manusia. Daftar pendek ini hanyalah sebagian kecil dari hal-hal yang mungkin akan menghilang dalam waktu yang tak lama lagi.

1. Bahasa

Ada sekitar 7.000 bahasa di muka bumi saat ini. Tetapi satu persatu bahasa ini akan punah karena tak ada lagi orang yang menggunakannya. Sekitar 90% dari bahasa-bahasa ini hanya memiliki 100.000 pemakai. Menurut Unesco ada sekitar 2.500 bahasa yang terancam punah. Bahkan dalam 100 tahun terakhir, ada 3 bahasa yang punah setiap bulannya. Para ahli memperkirakan bahwa kita akan kehilangan 50-90% pada tahun 2100.

Bahasa
Bahasa [ImageSource]
Ketika sebuah bahasa punah, maka hilang pula kultur dan sejarah sebuah bangsa, atau suku. Peradaban manusia kini mulai bergeser menuju ke arah ketergantungan teknologi. Budaya lama akan menghilang dan berganti dengan budaya cyber yang pada akhirnya mungkin akan menyatukan umat manusia dalam satu kesamaan peradaban.

2. Hutan Sumatra

Dengan luas sebesar 2,5 juta hektar, hutan Sumatra memiliki keanekaragaman yang sangat mengagumkan. Di sini, harimau, orang utan, gajah, dan badak hidup dalam sebuah ekosistem. Hutan yang mendapatkan predikat dari Unesco sebagai Situs Warisan Dunia tahun 2004 ini memiliki 100.000 spesies tumbuhan, dan 22 spesies mamalia yang hanya ada di hutan ini.

Hutan Sumatera
Hutan Sumatera [ImageSource]
Semuanya terancam punah karena penggundulan hutan yang disebabkan illegal logging. Pemerintahan yang korup, serta kurangnya peran serta rakyat Indonesia dalam melestarikan hutannya, membuat hutan indah ini terancam punah dalam beberapa tahun ke depan. Setiap tahun kita kehilangan 3.000 km2. Dan setiap tahun pula kita kehilangan hewan-hewan indah yang amat langka dan hanya ada Indonesia.

3. Data Digital

Kita selalu mengira bahwa data digital akan abadi selamanya dan tak akan pernah rusak. Padahal sebenarnya data-data ini sangat rentan dengan kerusukan. Baik karena terserang virus, atau karena sebab-sebab lain. Menurut boss Google, Vint Cerf, semua yang ada dalam “kehidupan online” kita, mungkin akan hilang selamanya.

dunia digital
Data digital [Image Source]
Sebuah data yang diubah menjadi digital, memang akan membuatnya dapat digunakan dengan lama. Tetapi kegunaan ini hanya bila kita mampu mengakses data itu. Saat program dan hardware mengalami masalah, maka bisa jadi data itu tak akan bisa diakses lagi. Ingat berapa banyak foto atau data yang dulu pernah kita unggah di Friendster yang sekarang tidak bisa kita akses lagi. Ingat data-data penting yang tak terselamatkan saat hard disk kita rusak atau terserang virus. Data yang dulu kita simpan di floppy disk, sekarang mungkin sudah tak bisa diakses lagi. Bahkan data penting yang kita burn di DVD ada kemungkin tak bisa diakses juga karena terkena jamur atau tergores.

Bahkan sebenarnya data digital itu pun mengalami penuaan. Hal ini terbukti dari ditemukannya noise-noise aneh pada data mp3 lama. Bisa jadi video yang Anda buat dahulu dan tersimpan di hard disk atau DVD mengalami kerusakan dan tak bisa diakses lagi.

4. Suku-Suku di Dunia

Ada sekitar 150 juta suku kecil yang hidup di dunia ini. Sebagian hidup berbaur dengan peradaban, sebagian lagi hidup terasing dan jauh dari keramaian. Masing-masing suku memiliki budaya dan keunikannya tersendiri. Menurut data yang ada, banyak sekali dari suku-suku ini yang terancam kepunahan.

Suku-suku di Dunia
Suku-suku di Dunia [ImageSource]
Meskipun banyak budaya dan suku yang ‘hilang’ karena anak-anak mudanya berbaur dengan peradaban modern, banyak juga suku yang punah karena kekerasan dan penindasan. Di Amerika Selatan, banyak suku yang mengalami pengusiran, pembunuhan, dan pembantaian karena politik, perluasan wilayah, dll. Hal yang paling jelas adalah contoh musnahnya beberapa suku Indian saat Spanyol datang atau saat Amerika Serikat baru berdiri.

Seperti juga bahasa, kematian budaya adalah juga berarti kematian sejarah dan berubahnya dunia. Tradisi, kultur, dan kearifan lokal yang berabad-abad usianya ini akan menghilang, seiring pula dengan melayangnya nyawa-nyawa mereka karena kekerasan.

5. Negara Terbesar di Dunia

Jika terjadi perubahan iklim, tempat-tempat yang lebih rendah dari permukaan air seperti Amsterdam atau Venice mungkin akan menghilang. Tapi tahukah anda bahwa China pun mengalami ancaman yang sama.

Negara terbesar di Dunia
Negara terbesar di Dunia [ImageSource]
Menurut penelitian, lokasi China berada pada posisi yang paling rentan dengan banjir, angin topan, dan kenaikan permukaan laut. Semua adalah bencana yang timbul karena perubahan iklim. Ketika sungai Kuning meluber, bencana ini memakan korban nyawa yang jauh lebih besar daripada bencana alam manapun di negara lain.

Jika perubahan iklim terjadi seperti yang diperkirakan, maka dipastikan China akan mengalami kehancuran bersama dengan India. Kedua negara ini saja sudah merupakan 1/3 dari total penduduk dunia!

Semua hal yang diungkapkan pada daftar di atas sebagian besar adalah karena kebodohan manusia. Bencana alam memang tak dapat dihindari, tetapi manusia dengan segala akalnya mungkin bisa sedikit lebih meminimalisir korbannya. Jika kita tidak mempersiapkan diri dari sekarang, dengan mengubah pola hidup dan pandangan kita, maka mungkin saja kita sendiri adalah korban dari kepunahan berikutnya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA