Inilah yang Terjadi Pada Bumi dan Manusia Seandainya Air di Dunia Habis

oleh Faradina
15:30 PM on Feb 6, 2017

Tak banyak yang menyadari, bahkan cenderung meremehkan, tapi sesungguhnya air adalah sumber segala kehidupan. Manusia, hewan, bahkan tumbuhan butuh air untuk bertahan hidup. Dalam segala kebutuhan hidup, energi dan teknologi, keberadaan air terbilang sangat esensial. Mungkin hanya orang-orang di daerah kekeringan yang memahami betapa luar biasa rejeki berupa air bersih.

Kita tidak bisa menutup mata dengan gejala alam dan indikasi bahwa air berkualitas jumlahnya mulai berkurang. Lalu kira-kira apa yang akan terjadi seandainya sudah tak ada setetespun air di bumi? Di bawah ini ada fakta yang mencengangkan tentang apa yang akan terjadi di dunia bila kita kehabisan air, dilansir dari envirotech-online.com (6/2).

Baca Juga
Fakta Kanker Lidah, Penyakit Mematikan yang Gejala Awalnya Hanya Sariawan dan Gangguan Mulut Biasa
Cara Memanfaatkan Bulan Ramadan untuk Mengenyahkan Kebiasaan Merokok Selamanya

Kekeringan Global di Bumi Membawa Bencana Besar

Kehabisan air merupakan masalah serius untuk bumi, contohnya saja sebuah tempat di California yang sedang mengalami penurunan volume air tanah menyebabkan longsor sedalam 100 kaki dalam 100 tahun terakhir. Hal tersebut juga dapat membuat lapisan kulit bumi semakin menipis.

kekeringan [image source]
Fenomena itu juga berdampak pada pergerakan lempeng tektonik dan akhirnya menyebabkan gempa bumi. Penelitian setiap tahunnya juga menunjukkan berkurangnya air tanah lama kelamaan membuat ketinggian pegunungan Sierra Nevada bertambah beberapa milimeter.

Meningkatnya Tingkat Konflik Sosial

Habisnya air di bumi tak hanya berdampak pada kondisi fisik bumi saja, tetapi juga terhadap situasi sosial penduduk di dalamnya. Pada tahun 1995, wakil ketua bank dunia, Ismail Serageldin, mengatakan bahwa pada abad mendatang hal yang akan memicu perang antar manusia adalah perebutan air.

kehabisan air [image source]
Prediksi tersebut bisa saja terjadi, karena lihat saja saat ini banyak negara berperang akibat politik, agama, bahkan memperbutkan minyak dan gas bumi yang sepertinya nyawa penduduk sudah bukan hal penting lagi. Konflik air saat ini sebenarnya sudah terjadi di Amerika, di mana penduduk beberapa negara bagiannya berkelahi dikarenakan ketersediaan air.

Muncul Teknologi Pengolahan Air Terpakai (Tapi Air Jadi Mahal Harganya)

Recycle atau mengolah kembali barang-barang yang sudah tak digunakan lagi saat ini memang sedang populer. Namun bagaimana caranya bila yang akan kita daur ulang itu adalah air? Apakah kita harus menyaring kembali air-air yang sudah kita gunakan atau sudah ada teknologi untuk mengakomodir itu?

recycle air [image source]
Ternyata NASA sudah memulai proyek tersebut, mereka menyatakan bahwa kita bisa mendaur ulang air baik yang telah terpakai maupun belum karena hal itulah yang selama ini mereka lakukan pada pesawat luar angkasa. Menurut Charles Wald, seorang pensiunan angkatan udara Amerika, ada saatnya nanti kita menggunakan solusi yang biasa digunakan di luar angkasa untuk mengatasi masalah di bumi. Tapi konsekwensi dari hal ini adalah harga air akan melambung tinggi. Satu tetesnya adalah barang mewah yang mengundang masalah seperti poin sebelumnya.

Melakukan Import Air dari Luar Angkasa

Hal lain yang memungkinkan untuk dilakukan saat bumi kehabisan air adalah dengan mengambil air dari luar angkasa. NASA juga menawarkan ide tentang mengirimkan roket menuju komet es dan kemudian membawanya menuju bumi.

mars [image source]
Ide lain yang ditawarkan NASA adalah dengan menciptakan sistem yang dapat ‘memanen’ air dari permukaan Planet Mars untuk kemudian dibawa kembali menuju bumi. Dua ide tersebut sama-sama mengharuskan kita menyiapkan angkutan ke luar angkasa untuk membawa air yang entah apakah cukup digunakan semua penduduk di bumi.

Itulah empat hal yang akan terjadi bila jumlah air di bumi habis. Ada solusi tapi tak menyelesaikan segala masalah. Sebegitu besar dampak kehabisan air yang bukan hanya berimbas pada planet ini, melainkan situasi masyarakat dunia, sampai dibutuhkannya teknologi-teknologi baru. Sampai di sini, semoga dengan segala ilmu dan hayati, kita mampu bersyukur dengan segala yang sudah diciptakan Tuhan bagi seluruh umatNya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA