Pria yang Dijuluki ‘Habibie Muda’ Ini Berhasil Pecahkan Rumus Matematika Tersulit di Dunia

oleh Tetalogi
11:00 AM on Dec 1, 2015

BJ Habibie akan selamanya dikenal sebagai tokoh hebat di Indonesia. Ia adalah sosok jenius di dunia penerbangan Indonesia dan jasanya tidak akan pernah dilupakan. Tapi, jangan putus asa dulu dan beranggapan bahwa tidak ada lagi orang-orang hebat seperti Habibie di Indonesia. Nyatanya, ada seorang pria asal Tasikmalaya yang berkat kecerdasannya ia akhirnya dijuluki sebagai Habibie Muda.

Pria tersebut adalah Dr. Yogi Ahmad Erlangga yang berprofesi sebagai seorang dosen di Alfaisal University, Riyadh, Arab Saudi. Julukan tersebut disematkan pada pria ini atas penemuan spektakulernya di bidang matematika yang sempat mengejutkan dunia.

Baca Juga
Bukan Kegembiraan, 4 Lomba Agustusan Ini Justru Berakhir dengan Tragedi
Tak Melulu Miris, Ini Cerita dari Para Veteran yang Akhirnya Diperhatikan oleh Pemerintah

Berhasil Memecahkan Persamaan Heimholtz yang Terkenal Sangat Rumit

Ketika kuliah S3 di Belanda, perusahaan Shell meminta bantuan Delft University of Technology yang juga merupakan tempatnya belajar untuk memecahkan rumus Helmholtz. Persamaan rumus ini telah lama menjadi momok pakar ilmu pengetahuan dan teknologi selama 30 tahun dan tidak ada satu orangpun yang berhasil memecahkannya.

Dr. Yogi Ahmad Erlangga [Image Source]
Dr. Yogi Ahmad Erlangga [Image Source]
Banyak pakar memang menghindari penelitian untuk memecahkan rumus ini karena memang terkenal sulit dan rumit. Namun ia merasa tertantang dan akhirnya memutuskan untuk melakukan penelitian yang dibiayai oleh Belanda dan menghabiskan dana hingga milyaran rupiah tersebut. Ternyata, penelitannya membuahkan hasil dan ia berhasil memecahkan persamaan yang bisa membuat perusahaan minyak dunia bersorak gembira. Dengan rumus ini, mereka bisa menemukan sumber minyak dengan lebih akurat dan cepat.

Tidak Mau Mematenkan Karyanya

Jika peneliti lain akan dengan segera mematenkan karyanya begitu bisa menghasilkan sesuatu yang spektakuler, tidak demikian halnya yang dilakukan Dr. Yogi. Ia justru menolak mematenkan temuannya, dengan alasan hal tersebut justru akan menghambat perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya. Padahal dengan mematenkan karyanya, ia bisa saja menghasilkan uang dalam jumlah yang sangat besar.

Dr. Yogi saat mendapatkan penghargaan Bakrie Awards [Image Source]
Dr. Yogi saat mendapatkan penghargaan Bakrie Awards [Image Source]
Dr. Yogi ingin temuan tersebut dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya ilmu pengetahuan adalah hak manusia dan hal ini bisa dijamin jika dimiliki publik dan bersifat open source atau terbuka. Kerendahan hatinya inilah yang juga membuat banyak orang kagum, ia tidak memikirkan materi dan justru lebih fokus pada ilmu pengetahuan untuk umat manusia.

Masih Memiliki Obsesi lainnya

Berhasil memecahkan rumus tersulit tidak lantas membuatnya cepat puas. Ia masih memiliki obsesi pribadi dan ingin melakukan penelitian lainnya. Selanjutnya, ia ingin melakukan penelitian tentang pesawat terbang di bidang Aeronotika, Astronotika, perminyakan, dan biomekanik.

Perusahaan IT India [Image Source]
Perusahaan IT India [Image Source]
Tidak hanya itu saja, ia juga memiliki obsesi untuk melihat bangsa Indonesia maju. Menurutnya, Indonesia sekarang ini jauh tertinggal dengan India meskipun sebenarnya sama-sama negara berkembang dan banyak penduduknya yang miskin. Namun, India kini justru menjadi pusat informasi teknologi (IT) di dunia. Ia percaya bahwa kemiskinan bukan berarti tidak bisa berkembang.

Sekarang ini sepertinya kita memang lebih sering mendengar kabar yang kurang baik dari Indonesia. Namun bukan berarti negara kita sudah tidak punya harapan lagi. Masih banyak orang-orang hebat di luar sana, kita hanya perlu melihat ke arah yang tepat. Dan ketika kita sudah tahu ada siapa di sana, sekarang saatnya kita juga ikut bergerak dan berusaha ikut maju. Bukan hanya diam menunggu.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA