GoJek Atau GrabBike Dijadikan Sebagai Pengumpan TransJakarta

oleh Adys Disty
06:35 AM on Jun 11, 2015
GoJek Atau GrabBike via metrotvnews
GoJek Atau GrabBike via metrotvnews

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewacanakan mengintegrasikan bus Transjakarta dengan ‎moda transportasi ojek sebagai kendaraan pengumpan (feeder) TransJakarta melalui GoJek atau GrabBike. Ojek dipandang sebagai sarana transportasi alternatif paling solutif untuk menghindar kemacetan Ibu Kota.

“Kami tidak memiliki payung hukum yang mengatur ojek sebagai transportasi kota, tetapi memanfaatkan ojek sebagai angkutan umum adalah salah satu solusi terbaik menghadapi kemacetan di Jakarta,” kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam acara New Cities Summit 2015 di Ciputra Artpreneur, Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/6).

Baca Juga
5 Sepeda Balap Termahal di Dunia yang Harganya Bisa Bikin Kamu Miskin dalam Sekejap
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi

Menurutnya, keberadaan ojek yang terorganisir tersebut dinilai sebagai solusi bagi masalah transportasi Ibu Kota. Basuki mendukung keberadaan ojek yang tergabung dalam komunitas Gojek. “Nanti kami rencanakan akan mendekatkan GoJek dan GrabBike dengan feeder bus TransJakarta,” ujarnya.

Untuk memaksimalkan fungsi ojek sebagai feeder bus TransJakarta, Basuki juga akan turut menyediakan lahan parkir khusus ojek yang berada di bawah naungan Gojek di kawasan shelter bus TransJakarta. “Kami nantinya juga akan menyediakan lahan parkir untuk gojek dekat dengan halte TransJakarta,” imbuhnya.

Basuki menambahkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memanfaatkan keberadaan GoJek dan GrabBike untuk menghadapi kemacetan. Meski DKI Jakarta tidak mengantongi peraturan soal ojek sebagai moda transportasi resmi. Pengemudi GoJek atau GrabBike ini sudah diberikan pelatihan soal keselamatan berkendaraan di jalan.

Menurut mantan Bupati Belitung Timur ini profesi tukang ojek juga menjadi penyelamat bagi warga yang baru kehilangan pekerjaan. Ahok membuka New Cities Summit 2015 yang diikuti oleh 800 peserta dari 45 negara. Salah satu pembahasan yang menyedot perhatian peserta New Cities Summit adalah penanganan kemacetan di kota-kota di dunia.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA