Global Warming Mulai Menghancurkan 6 Negara Ini

oleh Tetalogi
10:52 AM on Nov 13, 2015

Permasalahan tentang Global Warming atau pemanasan global memang sudah sering diperbincangkan. Beberapa pihak yang khawatir dengan akibat buruk pemanasan global akhirnya mulai mengambil langkah nyata untuk mencegah bencana yang mungkin terjadi akibat global warming. Namun sayangnya, masih banyak pihak yang tidak percaya akan adanya pemanasan global dan akibat buruknya.

Baca Juga : 6 Praktik Kanibalisme yang Pernah Hidup dan Berkembang di Indonesia

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Di berbagai tempat di dunia, sebenarnya sudah mulai bermunculan tanda bahwa bumi sedang dalam bahaya akibat ulah manusia. Namun ternyata orang-orang yang bersikap apatis atau tidak peduli juga masih banyak. Padahal beberapa negara seperti berikut ini sudah merasakan perbedaan nyata dan bahaya yang mengancam mereka akibat pemanasan global.

1. Maladewa

Maladewa selalu digambarkan dengan keindahan dan keeksotisannya sehingga banyak orang ingin mencoba berlibur ke sana. Tapi jangan pernah bermimpi pergi ke negara kecil ini jika kita tidak bertindak untuk menghadapi global warming, karena Maladewa bisa menjadi negara yang pertama hilang ditelan lautan.

Pulau-pulau di Maladewa [Image Source]
Pulau-pulau di Maladewa [Image Source]
Maladewa adalah negara yang terdiri dari kurang lebih 1.200 pulau-pulau kecil di antara Samudera Hindia dan laut Arab. Maladewa juga merupakan negara dengan tingkat ketinggian terendah di dunia yaitu 1,5 meter di atas permukaan laut. Karena itulah negara ini sangat beresiko tinggi tenggelam oleh air laut yang terus semakin tinggi.

Meningkatnya permukaan laut tidak hanya mengancam garis pantai Maladewa, tapi juga keberadaan negara beserta penduduknya. Jika wilayahnya hilang, maka negara Maladewa otomatis juga akan hilang. Pemerintah Maladewa bahkan sudah membangun pulau buatan untuk tempat tinggal bagi populasi Maladewa.

Mali, ibu kota Maladewa [Image Source]
Mali, ibu kota Maladewa [Image Source]
Meski begitu hukum maritim internasional tidak mengakui pulau buatan sebagai teritori atau wilayah sah suatu negara. Hukum tersebut juga tidak mengakui mereka yang mengungsi ke pulau tersebut karena perubahan iklim yang merusak negara mereka.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA