Menelusuri Jejak Misterius Gereja Ayam di Magelang

oleh Rizal
09:18 AM on Jul 15, 2015

Tidak akan cukup seumur hidup untuk mengungkap semua keunikan yang dimiliki oleh Indonesia. Pasalnya, akan selalu ada hal-hal unik yang tersaji di setiap tempat, tinggal bagaimana kita mencarinya. Pernah mendengar tempat bernama Gereja Ayam? Belakangan, tempat ini jadi sangat populer didatangi para traveler dari manca negara. Tidak hanya untuk melihat bentuknya yang aneh seperti seekor ayam itu, tapi juga misteri yang ada di dalamnya.

Gereja Ayam ini berada di Dusun Gembong, Desa Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah, dan tidak seberapa jauh dari Candi Borobudur. Lokasinya sendiri berada di atas sebuah bukit yang makin menambah kesan misterius bangunan ini. Penasaran dengan apa yang ada di dalamnya? Simak ulasan berikut.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

1. Asal Usul Gereja Ayam

Tentu saja bangunan ini tidak berdiri sendiri atau bahkan dibangun oleh para jin, tapi murni ide dari pemikiran manusia. Bernama Daniel Alamsyah, orang inilah yang berada di balik berdirinya bangunan lama yang penuh misteri tersebut. Alasan Alamsyah sendiri membangun tempat ini adalah lantaran ia mendapatkan ilham.

Gereja Ayam [Image Souce]
Gereja Ayam [Image Source]
Suatu ketika ia merasa seperti mendapatkan bisikan Tuhan. Saat itu, ia mendapatkan perintah untuk membangun sebuah rumah peribadatan di atas sebuah bukit dan harus berbentuk burung dara.

Pada tahun 1989, ketika tak sengaja sedang jalan-jalan saat tengah mengunjungi rumah istrinya yang ada di Magelang, Alamsyah menemukan spot yang pas seperti yang telah diilhamkan padanya tersebut. Yakni sebuah tempat di bukit bernama Rhema. Lalu setahun kemudian ia membeli tanah seluas 3000 meter tersebut untuk kemudian dibangun sebuah tempat berbentuk ayam ini.

2. Gereja Ayam Belum Sempat Diselesaikan

Daniel ternyata terkendala biaya dalam usaha merampungkan bangunan unik ini. Hingga akhirnya pada tahun 2000an, Gereja Ayam ditinggalkannya begitu saja. Namun, siapa sangka setelah itu malah banyak orang yang berkunjung lantaran bentuknya yang unik.

Bangunan ini belum benar-benar selesai dibangun [Image Source]
Bangunan ini belum benar-benar selesai dibangun [Image Source]
Seperti yang pernah dikatakannya, tempat ini bukanlah murni sebuah gereja tapi tempat peribadatan yang boleh digunakan oleh siapa pun. Hal tersebut membuat tempat ini makin banyak dikunjungi tidak hanya oleh umat Kristiani, tapi juga Buddha dan Muslim.

3. Apa Saja yang di Dalam Tempat Ini

Ketika dilihat dari dekat, bangunan ini mirip dengan ayam yang tengah mengerami telur. Bentuk kepalanya sendiri cukup detail dengan hiasan mahkota di atasnya. Begitu pula dengan bagian ekor yang dihias dengan ornamen yang menunjukkan seolah-olah itu adalah sebuah buntut.

Bagian kepala dan ekor Gereja Ayam.
Bagian kepala dan ekor Gereja Ayam.

Ketika masuk di bagian dalam terlihat ruangan yang cukup luas. Pada bagian atas terdapat tanda cross besar yang membuat sinar matahari bisa langsung masuk ke bagian dalam. Ada lima pilar yang nampak rusak menambah kesan jika bangunan ini dibuang begitu saja.

Nampak tanda cross di bagian atas serta pilar-pilar yang sudah runtuh [Image Source]
Nampak tanda cross di bagian atas serta pilar-pilar yang sudah runtuh [Image Source]
Gereja Ayam ini ternyata bertingkat lho. Pada bagian di atas terdapat semacam ruangan yang diindikasi sebagai aula gereja. Di basement ada sekitar 15 kamar lengkap dengan kamar mandi. Bahkan ada pula satu kamar yang memiliki tiga buah kamar mandi. Ada pula sebuah kamar yang hingga kini masih belum tahu kegunaannya karena tempatnya yang sangat gelap.

Kamar-kamar yang ada di dalam Gereja Ayam [Image Source]
Kamar-kamar yang ada di dalam Gereja Ayam [Image Source]
Selain sebagai tempat peribadatan tempat ini juga difungsikan sebagai tempat rehabilitasi. Alamsyah membenarkan jika tempat ini digunakan sebagai terapi untuk mereka pecandu obat-obatan, orang gila bahkan para remaja yang suka berkelahi.

4. Gereja Ayam Makin Parah Gara-Gara Vandalisme

Jika dulu tempat ini sebagai spot wisata yang cukup berkesan, kini hal tersebut sudah sedikit berkurang. Selain karena makin banyak yang berkunjung, banyak orang-orang yang tak bertanggung jawab membuat tempat ini makin kehilangan misterinya.

Bagian kepala yang sangat ikonik ini juga tidak lepas dari vandalisme [Image Source]
Bagian kepala yang sangat ikonik ini juga tidak lepas dari vandalisme [Image Source]
Grafiti dan coretan-coretan yang ada di dinding seakan membuat tempat ini dilecehkan. Tidak cukup dengan itu, di beberapa sudut juga ada gambar telanjang yang bikin miris siapa pun yang melihatnya.

Ada wacana kalau pemerintah dan warga setempat akan menghancurkan tempat ini untuk kemudian didirikan bangunan yang baru. Masih belum diketahui dengan pasti sih, namun hal ini cukup disayangkan mengingat tempat ini begitu banyak menarik para wisatawan dan membuat warga sekitar kebanjiran rezeki nomplok.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA