Gayatri Bocah Ajaib Meninggal Di Usia Muda

oleh didi
10:18 AM on Oct 25, 2014

Jakarta — Gayatri Wailissa, si bocah ajaib asal Ambon yang mendunia karena keahliannya menguasai belasan bahasa asing, meninggal dunia setelah mengalami pendarahan otak di Rumah Sakit Abdi Waluyo kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2014). Dia mengembuskan napas terakhir di usia yang masih sangat muda yakni 19 tahun. Gayatri meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama empat hari.

“Menurut dokter Agus yang menangani Gayatri, anak saya meninggal karena pembuluh darah otaknya pecah. Sebelum meninggal dunia, anak saya sempat dirawat selama empat hari,” ungkap Dedy.

Baca Juga
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi
10 Atlet SEA Games 2017 Asal Indonesia Ini Nggak Cuma Bikin Bangga, tapi juga Cantik Jelita

Dia mengatakan sebelum dibawa ke rumah sakit, Gayatri sempat mengeluh pusing kepada teman-temannya sesaat setelah berolahraga bersama di Taman Suropati. Dia lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis oleh kerabatnya. “Dia mengeluh pusing sehabis berolahraga bersama teman-temannya sebelum dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Rencananya jenazah akan diterbangkan ke Ambon dengan menggunakan pesawat Garuda untuk dimakamkan di Ambon, Jumat (24/10/2014). Dedy mengaku ikhlas atas kepergian putri kesayangannya tersebut. “Besok jenazah anak saya akan dibawa pulang ke Ambon untuk dimakamkan,” katanya.

Gayatri Bocah Ajaib Meninggal Di Usia Muda
Gayatri Bocah Ajaib Meninggal Di Usia Muda

Semasa hidupnya, Gayatri dikenal sebagai bocah ajaib yang mahir berbicara menggunakan berbagai bahasa. Setidaknya ada 14 bahasa yang dikuasainya. Ketertarikan Gayatri pada bahasa dimulai sejak usia 7 tahun. Sewaktu SD saja, sudah 6 bahasa berhasil dikuasainya secara otodidak. Selain bahasa Indonesia, dia juga mahir bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Prancis, Korea, Jepang, India, Rusia, dan bahasa Tagalog Filipina.

Gayatri pernah mewakili Indonesia dalam Convention on the Right of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-hak Anak tingkat ASEAN di Thailand. Dia juga diberikan kepercayaan sebagai penerjemah dalam forum itu. Berkat penguasaannya dalam bidang bahasa itulah, Gayatri dijuluki sebagai “Doktor Cilik” dari Indonesia.

Beberapa hari sebelum kepergiannya, dia sempat menuliskan kata-kata nasihat dalam akun Twitter-nya, @MissGayatriWLSS. “Tersenyumlah dalam situasi apapun, tanpa di sadari senyum itu yang akan menguatkan Anda,” tulisnya. “Ada hari dimana kita harus berhenti sejenak, melihat ke belakang lalu bersyukur.#GW.” tulisnya dalam kicauan lainnya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA