Ternyata Segini Gaji Pemain Film “Dewasa”, Penderitaan Tidak Sebanding dengan Penghasilan

Secara nominal mungkin bisa dibilang fantastis, tapi kalau nyawa taruhannya ya tunggu dulu…

oleh Arief Dian
15:00 PM on Jul 20, 2017

Bagi sebagian orang, terutama pria, film dewasa adalah sebuah hiburan yang cukup ampuh untuk menghilangkan stres. Seolah, film-film panas itu menjadi sebuah pelampiasan fantasi liar yang selama ini tidak tersalurkan. Sayangnya, tontonan tersebut bakal bersifat adiktif dan meracuni otak mereka yang melihatnya. Jadi bukan hal yang aneh jika industri film yang satu ini bisa tumbuh subur hingga saat ini karena banyak orang yang kecanduan menontonnya.

Namun di balik itu semua, ternyata ada fakta miris mengenai para artis yang membintangi film biru itu. Jauh dari angan-angan kita bahwa menjadi pemain film esek-esek itu selalu hidup enak, yang ada malah mereka sengsara baik fisik, psikis maupun finansial. Jadi seperti apa kehidupan sesungguhnya para pemain film panas ini? Simak ulasan berikut ini.

Baca Juga
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala
Disebut Perompak oleh Mantan PM Malaysia, Justru Inilah Fakta Suku Bugis Seorang Pelaut Handal

Bayaran besar hanya buat mereka yang sudah makan asam manis dunia esek-esek

Jangan dianggap kalau bekerja di industri esek-esek akan semudah seperti yang ada dalam kepala sebagian orang. Mungkin kita beranggapan kerja para aktris dan aktor hanya main adegan ranjang kemudian langsung dapat bayaran besar. Sayang semuanya tidak sesimpel itu. Di Amerika bagi artis yang profesional mungkin memang mendapatkan penghasilan sampai  Rp 26 juta untuk sekali main, bayaran itu bisa ditambah Rp 6 juta jika mereka mau main dalam adegan sesama jenis.

Film dewasa [image source]
Namun sayangnya bagi mereka yang kurang “jam terbang”  dalam dunia esek-esek hanya dibayar Rp 1,9 juta dalam sekali main. Berbeda lagi dengan yang ada di Jepang, di sana  pemain baru hanya dibayar bahkan sampai Rp 300 ribu per filmnya. Jelas dengan bayaran awal seperti itu rasanya tidak mungkin bisa bertahan hidup di kota besar luar negeri seperti New York maupun Tokyo.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA