4 Alasan Kenapa Orang Gagal Mendapatkan Pertolongan Memadai Ketika Terpikat Mengakhiri Hidup

Jangan abaikan keluhan sekecil apapun

oleh Sastranagari
07:00 AM on Jul 22, 2017

Kasus bunuh diri belakangan ini mulai sering kita dengar di berita. Salah satunya adalah mantan Awkarin, Oka Mahendra yang mengakhiri hidupnya lantaran terbelit hutang. Belum lama ini vokalis band rock terkenal Linkin Park, Chester Bennington juga gantung diri karena depresi.

Bunuh diri memang menjadi solusi patas bagi mereka yang menemui jalan buntu saat menghadapi masalah hidup. Namun, sebenarnya kita bisa mencegahnya dengan mendengarkan keluhan mereka. Inilah yang kurang kita pahami, sehingga ketika seseorang tak mendapatkan pertolongan memadai saat akan melakukan bunuh diri maka ia mungkin akan benar-benar melakukannya.

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

1. Keluhan ‘ingin bunuh diri’ Masih Nggak Begitu Dianggap

Banyak orang yang diam-diam merencanakan bunuh diri di sekitar kita. Sayangnya kita susah mengenali ciri-cirinya. Beberapa dari mereka pandai menutupi masalah, sehingga hidupnya terlihat baik-baik saja. Namun, ketika mendengarkan keluhan atau candaan, ‘aku ingin bunuh diri’ lebih baik kita nggak semerta-merta mengabaikannya.

Meminta bantuan [image source]
Lebih baik kamu mulai mengajaknya berbicara lebih serius. Bertanyalah padanya, apakah ia baik-baik saja. Cari tahu juga hal-hal mengenai dirinya atau kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog mengenai temanmu tersebut. Pokoknya jangan sampai mengabaikan hal tersebut.

2. Bunuh Diri Adalah Aib yang Memalukan

Banyak yang menganggap perbuatan bunuh diri adalah aib. Ketika ada teman atau saudara yang melakukan bunuh diri, kita jadi malu. Sebisa mungkin cerita ini kita tutup rapat-rapat, agar tak banyak orang tahu. Begitu juga ketika ada seseorang yang menyatakan ingin bunuh diri.

Menutup wajah [image source]
Kita cenderung mengabaikan ucapan tersebut. Padahal seseorang yang melakukan bunuh diri membutuhkan pertolongan dari kita. Kalau kita terus saja menganggap ini aib dan memalukan punya teman yang berpikiran ingin bunuh diri, maka bisa dipastikan jumlah orang yang memilih mengakhiri hidup akan semakin meningkat.

3. Berpikiran Bunuh Diri Menandakan Lemahnya Iman

Berpikiran untuk mengakhiri hidup sama dengan nggak bersyukur atas hidup yang dikaruniakan oleh Tuhan. Berdasarkan pikiran tersebut banyak orang menghakimi para pelaku bunuh diri memiliki iman yang lemah. Perlakuan tersebut secara nggak disadari akan semakin membuat orang yang berkeinginan bunuh diri terpuruk.

Menuduh [image source]
Melabeli mereka dengan sebutan iman lemah nggak bakal menyelesaikan masalah. Bisa jadi hal tersebut semakin membuat mereka terpacu untuk melancarkan aksi bunuh dirinya. Kalaupun ingin mereka sadar, ajaklah berbicara dan melihat pandangan bunuh diri dari sisi agama secara halus.

4. Pelaku Bunuh Diri Dianggap Memiliki Gangguan Jiwa

Pelaku bunuh diri memang nggak bisa berpikiran jernih saat berencana melakukannya, tapi bukan berarti mereka mengidap penyakit jiwa. Namun, banyak orang yang menganggap mereka yang memutuskan mengakhiri hidup di tangan sendiri mengidap panyakit jiwa.

Gangguan jiwa [image source]
Anggapan ini semakin memperburuk mental mereka yang ingin bunuh diri. Dengan adanya anggapan tersebut, mereka enggan berbagi keluh kesah serta alasan mereka ingin bunuh diri, karena takut dianggap sakit jiwa.

Tindakan bunuh diri masih bisa kita selamatkan. Caranya sederhana saja, dengan bergerak cepat saat mendapati seseorang yang dekat dengan kita mengeluh hidupnya tak baik-baik saja dan ingin mengakhirinya. Rangkul pula mereka yang mengalami depresi, dengan begitu bunuh diri bisa dihindari.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA