5 Fakta Garang Sun Tzu, Ahli Strategi Militer Tiongkok yang Membuat Dunia Tunduk

oleh Adi Nugroho
13:24 PM on Mar 4, 2016

Jauh sebelum Genghis Khan yang sangat sangat menaklukkan banyak wilayah di Asia maupun Eropa. Atau Napoleon Bonaparte yang mengobrak-abrik Eropa dengan strategi tempurnya. Di Tiongkok telah muncul seorang yang sangat ahli dalam strategi tempur. Ia adalah Sun Tzu. Seorang jendral perang terbaik sepanjang sejarah umat manusia.

Sun Tzu dikenal sebagai seorang yang handal dalam menyusun strategi perang. Bahkan peran jenis apa pun yang menggunakan taktiknya akan berakhir dengan kemenangan. Inilah kisah dan fakta dari Sun Tzu yang tak akan pernah lekang oleh waktu.

Baca Juga
Bukan Kegembiraan, 4 Lomba Agustusan Ini Justru Berakhir dengan Tragedi
Tak Melulu Miris, Ini Cerita dari Para Veteran yang Akhirnya Diperhatikan oleh Pemerintah

1. Asal Muasal Sun Tzu

Sebenarnya sulit sekali menentukan kapan Sun Tzu lahir dan meninggal dunia. Apalagi ia hidup di tahun-tahun sebelum masehi di mana Tiongkok mulai berdiri. Namun, berdasarkan catatan sejarawan Sima Qian, Sun Tzu berasal dari periode Spring dan Autumn atau berkisar pada tahun 771-476 SM.

Patung Sun Tzu [image source]
Patung Sun Tzu [image source]
Sun Tzu lahir di dinasti Qi. Ia akhirnya tumbuh dan berkembang menjadi salah satu anggota militer paling hebat di masa itu. Kariernya terus menanjak saat mengabdi pada Raja Helu di Kerajaan Wu atau berkisar tahun 512 SM. Bahkan ia menjadi salah satu orang penting dalam dunia kemiliteran yang menjadi rebutan banyak sekali kerajaan di era Tiongkok kuno.

2. Ahli Strategi yang Mendunia

Karier yang dijalani oleh Sun Tzu bukanlah segampang yang orang kira. Ia menjalani masa-masa berat hingga akhirnya bisa menduduki posisi puncak. Sebelum dipercaya oleh Kerajaan Wu, ia disuruh mempraktikkan segala taktik yang ada. Raja Helu ingin Sun Tzu memperlihatkan strategi perangnya agar tidak hanya manis di mulut saja.

Lukisan Sun Tzu [image source]
Lukisan Sun Tzu [image source]
Dan benar saja, menurut sejarawan Sima Qian, Sun Tzu berhasil membukti segala taktik dan teori perangnya yang hebat. Ia memenangkan Perang Boju yang awalnya dianggap sangat mustahil. Berkat kepemimpinannya di perang ini, kariernya semakin meningkat, bahkan ia diangkat menjadi jendral perang tertinggi yang pernah ada di Tiongkok.

3. Menulis Buku Strategi Perang

Berbekal pengalamannya dalam menyusun strategi perang dan juga praktik yang dilakukan di lapangan. Sun Tzu akhirnya menulis sebuah buku yang dikenal dengan The Art of War. Buku ini menjadi bacaan penting kaum militer di Tiongkok sejak Dinasti Zhao, Qi, Qin, Chu, Han, Wei, dan Yan. Semua kerajaan dan dinasti yang mengontrol Tiongkok bagian timur menggunakan buku ini sebagai buku teks wajib.

Buku The Art of War [image source]
Buku The Art of War [image source]
Buku ini akhirnya didengar oleh negara-negara barat di era yang lebih modern. Mereka mempelajari apa yang telah ditulis oleh Sun Tzu lalu mempraktikkannya dalam perang. Dan benar saja, banyak strategi perang Sun Tzu yang membuat beberapa negara menang dalam pertempuran yang sangat sengit. Apa yang dipikirkan oleh Sun Tzu benar-benar hebat dan tak ada orang di dunia ini yang menyamainya, termasuk jendral perang hebat seperti Alexander Agung atau pun Napoleon Bonaparte. Jika strategi Sun Tzu dipraktikkan di era yang lebih modern, bisa dipastikan dunia akan tunduk padanya.

4. Sun Tzu Inspirasi Pemimpin Dunia

Kehebatan dari Sun Tzu ternyata membuat banyak permimpin dunia di era modern terinspirasi. Padahal buku yang ditulis oleh sang maestro strategi ini telah berusia ribuan tahun. Untuk ukuran buku yang berisi strategi tempur, The Art of War adalah yang terbaik sepanjang sejarah peradaban umat manusia. (Terutama peradaban yang sudah mengenal aksara.)

Mao Zedong [image source]
Mao Zedong [image source]
Apa yang ditulis oleh Sun Tzu menginspirasi banyak sekali pemimpin dunia. Sebut saja Mao Zedong yang merupakan diktator besar dari Tiongkok. Lalu ada Jendral Vo Nguyen Giap dari Vietnam. Terakhir ada Jendral Douglas MacArthur dan beberapa petinggi militer dari Jepang. Semua orang di atas menggunakan konsep peperangan dari Sun Tzu untuk memperoleh banyak sekali kemenangan.

5. Pengembangan Strategi “Perang” Era Modern

Sun Tzu memang sudah meninggal sejak ribuan tahun yang lalu. Namun aplikasi dari bukunya terus digunakan, bahkan dikembangkan ke berbagai ranah yang bukan perang. Dahulu The Art of War memang digunakan oleh Mao Zheong untuk menyusun perang gerilya yang menakutkan di Tiongkok. Lalu para petinggi militer di Jepang menggunakan strategi ini untuk perang menggunakan senapan api.

rugbi [image source]
rugbi [image source]
Di era yang lebih modern lagi, perang yang dimaksudkan jadi lebih meluas. Tak hanya yang menggunakan senjata saja. Bahkan di dunia bisnis pun juga menggunakan strategi dari Sun Tzu. Banyak sekali manajemen bisnis dunia yang menggunakan cara kerja dari The Art of War untuk mampu bersaing dengan banyak lawan. Yang paling baru, teknik ini bahkan diadaptasi untuk permainan rugbi.

Inilah lima fakta garang dari Sun Tzu yang selalu abadi sampai kapan pun. Apa yang ia tulis pada ribuan tahun, masih berguna sampai sekarang. Bahkan menjadi lintas bidang dari militer ke bisnis dan olahraga. Oh ya, sobat Boombastis sudah membaca buku The Art of War?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA