4 Fakta Kitab Kamasutra yang Ternyata Tak Seperti Dipikirkan Banyak Orang

Kitab ini ternyata tak melulu mengajari soal ‘pertempuran’, tapi hal-hal yang lebih penting lainnya.

oleh Rizal
16:40 PM on Apr 19, 2016

Kamasutra, mendengar ini mungkin banyak orang yang langsung berpikiran ngeres. Tidak bisa disalahkan memang karena buku ini sudah kental dengan stigma macam begitu. Ingin lebih lihai dalam pertarungan suami istri? Rekomendasinya buku ini. Ingin tahu posisi-posisi terbaik? Ya, lagi-lagi buku unik itu yang bakal ditawarkan.

Kita tahunya kitab ini hanya membahas hal-hal seperti itu. Padahal, faktanya, untuk versi yang asli bagian teknikal tersebut hanya dibahas cukup sedikit. Selebihnya buku tersebut menjelaskan tentang hal-hal yang sama sekali bukan cara secara fisik melainkan mental, termasuk bagaimana cara bisa membuat relasi suami istri menjadi harmonis. Lebih jauh soal si kitab panas, berikut beberapa fakta Kamasutra yang mungkin kamu tak pernah tahu.

Baca Juga
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo
Fakta Silat Marunda, Warisan Maut Si Pitung yang Bikin VOC Terkencing-kencing Tak Berdaya

 

1. Makna Dalam di Balik Kata Kamasutra

Orang awam mungkin menganggap buku ini sebagai tata cara untuk menyenangkan pasangan. Padahal Kamasutra sebenarnya mengandung arti yang sangat dalam. Dilihat dari kata Kamasutra sendiri artinya sudah menunjukkan makna yang agung. Kama adalah salah satu kata penting dalam agama Hindu yang artinya hasrat. Dan hasrat ini merupakan salah satu dari empat pencapaian hidup terpenting dalam Hindu.

Buku Kamasutra [Image Source]
Buku Kamasutra [Image Source]
Sutra sendiri berarti benang yang bisa diartikan pula benda untuk mengikat. Jadi, jika digabungkan, Kamasutra adalah bagaimana cara untuk mengikat hasrat. Makna ini jangan hanya diimplementasikan dengan bercinta, tapi juga soal mental dan psikis. Makna Kamasutra ini sangat luas kalau kita pikirkan dengan dalam.

2. Salah Satu Buku Tertua yang Pernah Diciptakan

Implementasi Kamasutra masih dipakai di era modern seperti sekarang. Padahal kalau dilihat dari riwayatnya sendiri, Kamasutra adalah salah satu buku yang bisa dibilang tertua. Bukan, Kamasutra tidak dibikin di tahun seribu sekian, jauh dari itu, yakni sekitar dua abad sebelum masehi. Bahkan ada yang bilang empat abad atau empat ratus tahun sebelum masehi.

Bagian dalam buku Kamasutra [Image Source]
Bagian dalam buku Kamasutra [Image Source]
Jika dilihat dari umurnya, maka bisa disimpulkan jika Kamasutra adalah salah satu buku tertua yang pernah diciptakan. Ditambah lagi kontennya yang tak kalah unik membuat buku ini semakin beda dari yang lainnya.

3. Siapa Orang yang Ada di Balik Buku ini

Kamasutra adalah salah satu buku paling terkenal di dunia. Hampir semua orang tahu tentang buku ini meskipun belum pernah membaca tiap lembarnya. Tapi, meskipun sangat terkenal tapi hampir jarang sekali yang tahu siapa pengarangnya. Ya, kreatornya sendiri adalah seorang filsuf Hindu bernama Vatsyayana.

ilustrasi Vatsyayana [Image Source]
Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah apa motivasi Vatsyayana menulis buku semacam ini. Sebagai seorang filsuf yang berpikir lebih dalam dari orang lain, tentu saja Vatsyayana tidak memiliki semacam keobesian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan hubungan badan. Dikatakan dalam bukunya, ia tertarik untuk menulis ini karena menurutnya hubungan intim memiliki nilai-nilai sendiri. Terutama untuk tujuan memperoleh jiwa spiritual yang murni.

4. Isi Kamasutra Bukan Hanya Tentang ‘Pertempuran’

Jika dipandang sebagai buku manual bercinta, Kamasutra sangatlah lengkap. Ia terdiri dari sekitar 1250 ulasan yang terbagi rapi dalam 36 segmen. Tak hanya itu, di dalamnya juga disampaikan seni Kama yang berjumlah tujuh buah. Ada juga ulasan tentang posisi-posisi tertentu yang kamu sendiri pasti tahu maksudnya.

Isi Kamasutra [Image Source]
Isi Kamasutra [Image Source]
Meskipun sangat banyak membahas soal teknik dan mekanisme ‘bertempur’, namun sejatinya hal-hal seperti itu hanyalah sekitar 20 persen dari Kamasutra. Selebihnya adalah pembahasan yang berhubungan dengan relationship dengan pasangan, membangun mental, makna filosofis, sampai bagaimana cara mengontrol hasrat.

Kamasutra kental dengan stigma tidak bagus, padahal kalau dipelajari dengan seksama isinya justru lebih banyak mengajarkan tentang nilai-nilai dibandingkan soal bercinta. Meskipun demikian, keputusan tetap dikembalikan kepada masing-masing. Perlu atau tidak menggunakan buku ini. Namun sarannya adalah selalu lihat dari sisi yang lain.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA