7 Fakta Seputar Samurai, Kesatria Kuno Jepang dengan Pedoman Bushido yang Melegenda

oleh Tetalogi
07:00 AM on Dec 16, 2015

Berbicara soal samurai, biasanya kita akan langsung membayangkan para kesatria Jepang dengan pedang samurai mereka dan keahlian bertarung dengan pedang yang luar biasa. Atau mungkin juga tokoh samurai dalam film anime terkenal yaitu Kenshin Himura dalam film Samurai X.

Namun, tentu saja ternyata ada banyak fakta yang jarang diketahui dibalik kehebatan dan keberanian mereka yang melegenda. Berikut ini beberapa diantaranya

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

1. Samurai Tidak Hanya Pria

Kebanyakan masyarakat percaya bahwa para samurai adalah pria. Namun, ada juga para wanita yang mendapatkan latihan yang sama dengan para samurai pria. Mereka disebut sebagai Onna-Bugeisha. Hebatnya lagi, mereka juga ikut turun dan bertarung di medan pertempuran bersama dengan para samurai pria.

potret seorang samurai wanita [Image Source]
Potret seorang samurai wanita [Image Source]
Selama ini memang teks sejarah memang tidak terlalu banyak membicarakan tentang kesatria wanita sehingga kebanyakan orang mengira samurai wanita sangatlah jarang ada. Pasalnya dalam tradisi Jepang, peran bangsawan wanita adalah sebagai wanita yang tinggal di rumah. Namun, sebuah riset terbaru dari Pertempuran Senbon Matsubaru tahun 1580 dengan menguji tes DNA korban, ditemukan bahwa 35 dari 105 jenazah para samurai ternyata adalah wanita. Riset dari tempat lain juga menyimpulkan hal yang sama. Jadi, samurai wanita pada masa itu ternyata juga merupakan hal yang umum.

2. Samurai Tidak Hanya Orang Jepang Asli

Kalau sudah pernah nonton film The Last Samurai, tentu kamu sudah tahu bahwa seseorang yang bukan Jepang juga bisa menjadi samurai dalam kondisi tertentu. Nah, ini adalah sebuah kehormatan khusus yang hanya bisa diberikan oleh pemimpin tertinggi seperti daimyo (bangsawan daerah) atau shogun (bangsawan perang).

William Adams, samurai dari Inggris [Image Source]
William Adams, samurai dari Inggris [Image Source]
Dalam sejarah, hanya ada 4 orang Barat yang menerima kehormatan sebagai seorang samurai. Mereka adalah William Adams, Jan Joosten van Lodensteijn, Eugene Collache dan Edward Schnell. Dari keempat pria ini, Adams adalah yang pertama dan paling berpengaruh. Ia bahkan menjadi penasihat Shogun sendiri.

3. Samurai Bukan Cuma Ahli Perang, Tapi Seseorang dengan Pendidikan Tinggi

Samurai memang bukan hanya sekedar pasukan militer, mereka adalah bangsawan yang sangat dihormati. Karena itulah mereka sebenarnya juga merupakan orang-orang yang sangat berpendidikan.

buku pelajaran samurai anak-anak [Image Source]
Buku pelajaran samurai anak-anak [Image Source]
Di masa hanya sedikit orang Eropa yang bisa membaca, angka para samurai yang bisa membaca sangatlah tinggi. Mereka bahkan juga mahir di bidang matematika. Tidak hanya itu saja, mereka juga banyak berpartisipasi dalam hal seni dan budaya. Berbagai aspek yang umum dimengerti oleh para Samurai Jepang antara lain puisi, taman batu, melukis, upacara minum teh, kaligrafi, sastra, bahkan seni merangkai bunga.

4. Senjata Mereka Bukan Cuma Samurai

Kebanyakan orang selalu membayangkan samurai dengan senjata pedang katana mereka. Namun, senjata mereka bukan cuma katana dan daisho (pedang kecil pasangan katana), tapi juga yumi atau busur panjang.

Samurai dengan busurnya [Image Source]
Samurai dengan busurnya [Image Source]
Para samurai sangat ahli dalam menembakkan anak panah bahkan sambil mengendarai kuda. Ketika mesiu diperkenalkan di abad 16, para samurai mulai meninggalkan busur dan mulai beralih pada senjata api untuk serangan jarak jauh.

5. Samurai Bukan Pasukan Elit dengan Jumlah Sedikit

Kebanyakan orang berpikir para Samurai adalah semacam pasukan khusus yang terbentuk dari kelas bangsawan khusus sehingga jumlahnya hanya sedikit. Namun sebenarnya, para samurai ini terdiri dari keseluruhan kelas sosial. Sebenarnya, kata ‘samurai’ berarti ‘mereka yang mengabdi pada bangsawan’. Seiring berjalannya waktu, istilah tersebut berubah dan mulai diasosiasikan dengan kelas bushi, kelas menengah, dan prajurit kelas atas.

Samurai klan Satsuna [Image Source]
Samurai klan Satsuna [Image Source]
Jadi, jumlah mereka sebenarnya sangat banyak dan bahkan di puncak kekuasaan mereka, sebanyak 10 persen populasi Jepang adalah samurai. Karena jumlahnya yang sangat banyak dan pengaruhnya yang sangat panjang dalam sejarah Jepang, setiap orang Jepang yang hidup saat ini dikabarkan setidaknya adalah keturunan samurai.

6. Prinsip Bushido

Prinsip bushido atau “Jalan Kesatria” adalah filosofi unik yang diikuti oleh para Samurai. Jalan hidup ini dianggap sebagai jalan yang terhormat dengan menekankan kewajiban dan kesetiaan kepada satu tuan hingga mati.

7 Nilai Bushido [Image Source]
7 Nilai Bushido [Image Source]
Meski jalan bushido cukup beragam di bawah pengaruh pemikiran Buddha dan Confucius, semangat kesatria yang dimiliki tetap sama, termasuk menekankan pada kemampuan militer dan tanpa rasa takut terhadap musuh. Bushido juga menekankan pada kesederhanaan, kebaikan, kejujuran dan kepedulian terhadap anggota keluarga terutama orang tua.

7. Seppuku atau Hara-kiri Sebagai Cara Untuk Mendapatkan Kehormatannya Kembali

Salah satu hal yang begitu dikenal dari samurai adalah upacara seppuku atau hara-kiri, yaitu ritual untuk bunuh diri. Hal ini dilakukan jika seorang samurai gagal menjalankan bushido atau tertangkap oleh musuh. Seppuku biasanya dilakukan secara suka rela atau keinginan sendiri, tapi ada juga yang sebagai hukuman. Cara ini dianggap sebagai cara yang sangat terhormat untuk mati.

Ritual seppuku [Image Source]
Ritual seppuku [Image Source]
Untuk melakukannya perlu proses yang panjang. Pertama, seseorang yang akan melakukan seppuku memulai ritual dengan upacara mandi, selanjutnya memakai jubah putih dan diberi makanan favoritnya. Setelah selesai makan, sebuah pisau akan ditempatkan di piringnya yang kosong. Selanjutnya, ia menulis puisi kematian yang mengekspresikan kalimat terakhirnya.

Setelah puisi selesai ditulis, ia akan mengambil pisau, dan mengiris perutnya sendiri dari kiri ke kanan. Selanjutnya, seorang pengiring yang hadir (biasanya teman si samurai) akan memenggal kepala si samurai dengan pedang untuk mempercepat kematiannya.

Kehebatan dan keberanian samurai memang melegenda. Hal ini pulalah yang membuat banyak sutradara tertarik untuk membuat film tentang kisah mereka. Meski saat ini samurai sudah tidak ada lagi, namun seni bela diri, dan prinsip kedisiplinannya masih hidup hingga saat ini.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA