Inilah 4 Fakta Mengenai Guam, Pulau yang Bikin Korut Gregetan Ingin Luncurkan Rudal

Di balik pertikaian AS dan korut jangan lupa ada penduduk lokal yang akan jadi tumbal

oleh Arief Dian
15:00 PM on Aug 12, 2017

Pulau Guam rupanya jadi sorotan berbagai media internasional akhir-akhir ini. Ya, kepamoran mengenai pulau ini benar-benar meningkat semenjak Korut berencana untuk meluluhlantakkan pangkalan militer AS di sana. Tidak tanggung-tanggung, Kim Jong Un sudah menyiapkan kurang lebih 4 rudal balistik yang siap diluncurkan ke Guam.

Ternyata, pulau Guam dari dulu memang sering jadi rebutan beberapa negara besar loh. Tidak hanya Korut, Jepang dan Spanyol pun pernah jadi kompetitor Amerika. Lalu sebenarnya apa keistimewaan dari pulau ini sehingga bikin AS dan Korut geger? Simak ulasan berikut.

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

Pulau Guam dari dulu jadi momok Korea utara

Sudah berkali-kali Kim Jon Un sesumbar untuk meluluhlantakkan pulau Guam. Rupanya daerah yang satu ini memang sering bikin was-was Korea Utara. Usut punya usut, salah satu pangkalan militer di luar benua Amerika itu rupanya  memiliki sistem persenjataan yang luar biasa canggih.

Serangan ke Guam [image source]
Selain masalah persenjataan, letak pulau Guam sendiri yang ternyata dekat dengan Korut juga menjadikan sebuah ancaman besar. Ya, dengan jarak yang sedekat itu, bisa kapan saja Amerika melancarkan serangannya pada Korea Utara. Jadi, logis bukan, kalau Kim Jong Un bernafsu sekali menghilangkan pulau ini dari peta dunia.

Merupakan rebutan dari Spanyol

Tidak begitu saja Negeri paman Sam mendapatkan pulau kecil itu untuk dijadikan pangkalan militer. Ya kalau menengok pada sejarah, rupanya Amerika harus berebut dengan Spanyol untuk mendapatkan daerah strategis itu. Setelah perang lama antara dua negara tersebut di Guam, Amerika keluar sebagai pemenangnya.

Pangkalan Guam [image source]
Namun pada masa perang dunia kedua, pulau Guam sempat diduduki Jepang dan dijadikan basis sementara negara tersebut. Tak selang beberapa lama sebelum pengeboman Hiroshima, rupanya Amerika telah merebut kembali Guam, dan hingga saat ini pulau tersebut menjadi daerah kekuasaanya.

Pulau yang pernah “dijajah” oleh ular

Ada sebuah keunikan di pulau yang satu ini, ya Guam rupanya jadi tempat dengan populasi ular paling besar. Ternyata itu semua disebabkan oleh kesalahan fatal saat perang dunia dahulu. Usut punya usut, di Guam dulunya tidak ada satupun spesies ular yang hidup di sana. Namun pada perang dunia, didatangkannya ular cokelat dari dataran Australia. Bagi manusia ular ini mungkin tidak berbahaya, namun bagi spesies burung di sana, lain ceritanya. Lantaran tidak ada musuh alami dari ular ini, populasinya jadi sangat meledak.

Ular di Guam [image source]
Kurang lebih ada 8 spesies burung asli Guam yang punah karena banyaknya ular. Belum lagi kerusakan listrik hingga pipa air yang sering dialami akibat serangan binatang ini. Akibatnya Amerika menerjunkan 2000 “pasukan tikus” untuk mengendalikan populasi. Ya, ada 2000 tikus yang sudah disuntikkan racun disebar di Guam. Tujuannya, agar ular di sana memakannya dan mengakibatkan kematian karena racun dalam tubuhnya.

Masih ada kemiripan dengan Indonesia

Meskipun merupakan daerah milik Amerika, namun penduduk asli Guam sama sekali tidak memiliki kesamaan dengan orang-orang di negeri paman Sam. Ya, orang Chamaroo ( suku asli Guam), justru malah memiliki kedekatan dengan Indonesia dan beberapa daerah di Asia Tenggara.

Suku chamorro [image source]
Hal itu dapat dibuktikan dari beberapa kesamaan bahasa, terutama Indonesia dengan Guam. Contohnya kata susu, laki, dan mata, ternyata memiliki makna yang sama persis dengan yang ada di Indonesia. Namun demikian perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam mengenai kesamaan bahasa dan budaya yang ada di Guam dan Indonesia ini.

Di balik pertempuran rudal antara Amerika dan Korut itu, secara tidak sadar warga asli Guam yang akan dijadikan tumbalnya. Namun sayang, arogansi masing-masing pemimpin yang seolah tidak peduli dengan nasib para suku Chamaroo untuk kedepannya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA