5 Fakta Prostitusi Pria yang Ternyata Legal di Beberapa Negara!

oleh Adi Nugroho
15:00 PM on Sep 17, 2015

Beberapa daerah di Australia melegalkan praktik prostitusi jenis apa aja. Entah itu yang dilakukan oleh wanita atau yang dilakukan oleh pria. Yang harus dilakukan oleh pekerja ini adalah mendaftarkan izin kerja mereka (ya, kerja dalam bidang pemuasan nafsu.) ke lembaga terkait agar mendapatkan lisensi. Dengan begitu, apa yang dilakukan sudah dilindungi hukum. Jika di Indonesia, hal seperti ini tidak mungkin dilakukan.

Negara seperti Thailand memang tak secara gamblang melegalkan. Namun dalam hal film ranjang mereka memberi kelonggaran. Di beberapa negara bagian di Amerika, praktik seperti ini juga dianggap legal asal memiliki izin. Jika dilarang mungkin tak akan ada lagi majalah-majalah panas yang beredar di pasaran.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Well, mari kita menyempitkan tema. Prostitusi yang akan kita bahas kali ini yang dilakukan oleh pria. Hal yang kadang masih ditutupi meski nyata adanya. Berikut lima fakta yang harus anda tahu mengenai praktik prostitusi pria yang di Indonesia pun juga sudah mulai menjamur. Bersiaplah mendapati fakta yang mencengangkan!

1. Bisa Mengiklankan Jasanya di Internet, Bahkan Majalah Lokal!

Pekerja prostitusi pria dapat mengiklankan layanannya di majalah, atau bahkan situs lokal yang banyak dilihat orang. Iklan yang mereka pasang adalah legal dan tidak melanggar hukum. Pekerja ini akan memberikan kontak info agar bisa dihubungi oleh calon kliennya. Tak zamannya lagi mengiklan di Twitter. Mereka akan mengambil iklan premium yang tentu harganya mahal.

Iklan di Web
Iklan di Web

Pekerja ini biasanya memajang foto tubuh yang menarik banyak orang. Kadang memberikan sample video untuk lebih meyakinkan. Di Indonesia, hal semacam ini juga terjadi, namun dalam lingkup yang sempit. Tidak diiklankan di majalah atau malah koran lokal. Bisa ditangkap Polisi besoknya.

2. Pelanggannya Bisa Pria atau Wanita!

Berbeda dengan pekerja prostitusi wanita yang pelanggannya mayoritas pria meski dari berbagai umur. Pekerja prostitusi pria biasanya bisa melayani dua jenis kelamin. Ya, meski tak semuanya melakukan hal ini. Ada juga pekerja yang takut melayani klien yang jenis kelaminnya sama dengannya. Entah takut dicap tidak normal oleh rekannya atau hasratnya jadi menyimpang.

Pelanggan bisa Pria atau Wanita
Pelanggan bisa Pria atau Wanita [image source]
Pekerja prostitusi pria biasanya lebih eksklusif. Dan hanya kalangan atas saja yang mampu menggunakannya. So, agak sulit mendapatkan atau membedakan mana saja yang melayani dua jenis kelamin kliennya. Meski demikian, mereka tetap bekerja profesional. Karena jika sampai mengecewakan klien, reputasinya bisa habis dan karirnya selesai.

3. Mampu “Berdiri” Adalah Sarat Mutlak dan Menantang.

Satu hal yang wajib dimiliki oleh pekerja prostitusi pria adalah stamina dan hasrat yang harus prima. Mereka dituntut untuk bisa menjalani fungsinya setiap ada klien yang membutuhkan. Padahal kadang untuk bisa “berdiri” saja butuh tantangan yang tinggi. Terutama jika mendapati klien yang tidak proporsional badannya. Jadi, siapa pun yang membayar pekerja ini harus melakukan dengan baik.

Bisa "berdiri" adalah yang paling penting
Bisa “berdiri” adalah yang paling penting [image source]
Jika tidak mampu melakukan hal ini biasanya mereka mengkonsumsi obat-obatan. Efeknya bisa bertahan lama, namun tak baik bagi kesehatan mereka. For your information, mereka akan melakukan latihan atau melakukan metode agar ketahanan bertambah. Jangan dibilang jadi pekerja seperti enak. Dibayar banyak juga dapat berhubungan badan setiap hari. Kenyataannya mereka justru kesulitan.

4. Pengecekan Kesehatan adalah Hal Mutlak dan Wajib!

Masalah pekerja prostitusi pria tak hanya berkutat di bidang organ yang bisa berdiri. Namun juga kesehatan luar dalamnya. Mereka bekerja dengan banyak klien dalam berbulan hingga tahun. Terlebih jika pernah berhubungan badan tanpa menggunakan pengaman. So, di waktu-waktu tertentu mereka wajib memeriksakan kesehatannya. Jika tidak mungkin lisensinya bisa diambil.

Pemeriksaan kesehatan rutin
Pemeriksaan kesehatan rutin [image source]
Dokter akan memeriksa kesehatan kelamin dari luar hingga dalam. Jika ditemukan penyakit mereka akan diminta berhenti sementara untuk menyembuhkan penyakitnya. Jika sampai diketahui mengalami STD tapi masih bekerja, mereka akan dituntut. Semuanya serba diperhitungkan dengan baik. Enggak asal kerja dan dapat uang.

5. Dapat Uang Tak Sebanyak Wanita Tapi Tak Menderita Akibat Tuduhan Buruk Masyarakat.

Apa yang didapatkan oleh pekerja prostitusi pria tak sebanyak wanita. Hal ini adalah fakta. Karena pelanggan pekerja ini adalah orang yang eksklusif. Tidak sembarang orang yang bisa jadi klien pekerja wanita. Meski demikian, pekerja pria menikmati perannya karena tak begitu mendapat stigma buruk oleh masyarakat.

Dapat uang tak sebanyak wanita
Dapat uang tak sebanyak wanita [image source]
Pekerja prostitusi wanita akan gampang mendapat stigma negatif dari banyak orang. Mereka tidak terselubung dengan rapi saat bekerja. Masyarakat masih mengenal jika pekerja dalam bidang kotor ini dilakukan oleh wanita. Pria hanya sebagai klien saja. Namun kenyataannya pria juga banyak yang menjadi pekerjanya.

Itulah sekelumit fakta tentang pekerja prostitusi pria. Beberapa sangat mengejutkan seperti bisa diiklankan, hingga bisa melayani pria juga. Well, menurut anda, pekerjaan seperti ini diperlukan atau tidak di dunia ini?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content