5 Fakta Menarik tentang ‘Pribumi’ Asli Indonesia Ini Tak Banyak Diketahui Orang

oleh Adi Nugroho
07:00 AM on Jul 8, 2016

Selama ini kita kerap mendengar kata “pribumi” atau “pendatang”. Banyak orang mengatakan bahwa pribumi adalah mereka yang tinggal lama di Indonesia. Suku-suku yang menempati wilayah di Indonesia dianggap sebagai pribumi dan suku pendatang seperti Tionghoa, India, hingga Arab dianggap sebagai pendatang.

Lantas, sesederhana itukah kita menyebut pribumi dan pendatang? Sebenarnya berasal dari manakah kata pribumi dan pendatang itu berasal. Berikut beberapa penjelasan dan fakta menarik dari pribumi yang barangkali belum pernah Anda dengan sebelumnya.

Baca Juga
5 Jasa Chairul Huda Semasa Hidup yang Membuat Dirinya Jadi Sosok Tak Tergantikan
Misnadi Abdullah, Ketua Aliran Baru Penyembah Matahari yang Bikin Netizen Geram

1. Kedatangan Penghuni di Tanah Nusantara

Kalau kita beranggapan pribumi adalah orang yang asli atau paling lama tinggal di wilayah Nusantara, maka Homo erectus lah yang merupakan pribumi. Berdasarkan penelitian dari berbagai ilmuwan dan antropolog, Homo erectus datang ke wilayah Nusantara yang saat itu masih berupa benua besar sekitar 1,5 juta tahun yang lalu.

Homo erectus [image source]
Homo erectus [image source]
Para manusia purba tertua yang berhasil diidentifikasi ini datang dari benua Afrika. Mereka berjalan di sepanjang bibir pantai selama bertahun-tahun hingga akhirnya bisa sampai di Indonesia kuno. Fosil dari Homo erectus banyak di temukan di Indonesia terutama di Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Manusia purba jenis ini akhirnya dinamai dengan Pitecanthropus erectus.

2. Penduduk Kawasan Papua Adalah Pribumi Indonesia

Masih menyambung poin pertama. Kalau kita menanggap bahwa pribumi adalah mereka yang masih bisa bertahan hingga sekarang, dalam hal ini Homo sapiens, maka ras Melanesia lah yang pantas disebut dengan pribumi. Manusia purba yang menjadi nenek moyang manusia modern yang muncul sekitar 100.000 tahun yang lalu ini kini menjadi suku-suku yang tinggal di kawasan Papua.

Melanesia [image source]
Melanesia [image source]
Dahulu kala, paparan Sahul masih menyatu hingga Australia dan Papua tak dipisahkan oleh laut seperti yang terjadi saat ini. Ras melanesia menyebar ke kawasan Papua hingga akhirnya menjadi suku Sani, Asmad, dsb. Mereka yang menyebar di kawasan Australia menjadi Suku Aborigin dan yang ke Thailand menjadi Suku Mani.

3. Kedatangan Ras Melayu-Asutronesia

Setelah suku-suku di kawasan Indonesia Timur menetap, baru datanglah ras Melayu-Austronesia yang bergerak di kawasan Indonesia hingga Mikronesia. Ras ini akhirnya beradaptasi dan menjadi  suku-suku yang ada di kawasan Pulau Sumatra, Jawa, dan juga Kalimantan serta sebagian Sulawesi.

Melayu-Asutronesia [image source]
Melayu-Asutronesia [image source]
Kalau kita beranggapan bahwa pribumi merupakan mereka yang pertama tinggal di Indonesia, maka suku di Papua lah yang bisa diberi label itu. Kedatangan ras yang akhirnya menjadi penduduk dominan di Indonesia baru terjadi beberapa saat setelah rasa Melanesia menetap dan membentuk peradaban yang masih bertahan hingga sekarang.

4. Pribumi Bentukan Penjajah Belanda

Ketika Belanda datang dan akhirnya satu per satu menguasai kawasan Indonesia. Mereka membagi masyarakat di negeri ini menjadi tiga golongan kasta yang berbeda. Pertama adalah kasta tertinggi yang berasal dari kaum Belanda itu sendiri. Mereka menganggap dirinya superior hingga bisa melakukan apa saja terhadap masyarakat yang dianggap memiliki kasta kelas bawah.

Pribumi [image source]
Pribumi [image source]
Kasta kedua yang dibuat oleh Belanda adalah pendatang dari negeri Timur seperti orang Tiongkok, India, dan Arab yang kala itu banyak melakukan transaksi jual beli di Indonesia. Terakhir adalah pribumi atau dalam bahasa mereka disebut dengan inlander. Para Inlander atau pribumi atau bumiputra adalah masyarakat kelas bawah yang direndahkan dan dianggap tak berhak mendapatkan apa-apa dari negeri ini.

5. Sebuah Peyorasi dan Ameliorasi dari Pribumi

Ketika Belanda masih menguasai kawasan Indonesia, kata pribumi selalu diidentikkan dengan sesuatu yang rendah. Kata ini mengalami peyorasi hingga siapa saja yang berjuluk pribumi bisa diperlakukan dengan sangat buruk. Padahal kata ini hanya menunjukkan siapa yang asli negeri ini dan siapa yang merupakan pendatang.

orang Indonesia [image source]
orang Indonesia [image source]
Kata pribumi yang awalnya berkonotasi negatif mendadak mengalami ameliorasi atau makna yang tinggi. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pejuang di masa lalu yang bertarung habis-habisan. Label pribumi yang menempel menjadi kebanggaan hingga akhirnya mau berjuang bersama-sama hingga negeri mampu merdeka dan berkembang seperti sekarang.

Demikianlah fakta menarik tentang pribumi Indonesia yang tak banyak diketahui oleh banyak orang. Menurut Sobat Boombastis semuanya, penggunaan pribumi masih revelan dengan keadaan sekarang atau tidak?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 5 Artis Cilik Zaman Dulu yang Penampilannya Sekarang Bikin Kita Mangap Gak Percaya Orang-orang yang Dulunya Terkenal Ini Kini Nasibnya Berputar 180 Derajat 7 Wanita Tercantik di Jepang ini Bikin Dengkul Lemes Sempat Jadi Terkenal Secara Instan, Seperti Ini Nasib 4 Artis Dadakan yang Karirnya “Terjun Bebas” 15 Meme FTV Ini Bikin Kamu Nyadar, Bahwa Hidup Nggak Semanis Adegan Film di TV 16 Foto Ini Jadi Bukti Kalau Orang Indonesia Kreatifnya Bukan Main Pria Menikahi Boneka yang Ceritanya Menuai Kontroversi, Ternyata Kenyataannya Bikin Nyesek Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Bukan So Sweet, 10 Foto Prewedding Ini Malah Punya Konsep Kocak Abis, Pasti Ketawa Liatnya
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA