4 Fakta Miris Peredaran Tramadol, Pengganti Narkotika yang Dipakai dan Diedarkan Remaja Indonesia

Jangan sampai kita jadi generasi muda yang bodoh dengan menyalahgunakan obat-obatan ya

oleh Nikmatus Solikha
15:00 PM on Sep 15, 2017

Pemerintah selalu memberikan tindakan tegas baik untuk pengguna maupun pengedar narkotika. Namun nyatanya, hingga saat ini masalah obat terlarang tersebut masih belum mampu diberantas tuntas. Belum selesai masalah narkoba, eh belakangan ini marak lagi obat yang disebut PCC yang sukses membuat banyak remaja di Kendari jadi ‘zombi’. Belum mereda kasus yang menggegerkan penjuru negeri, kembali muncul kasus penyalahgunaan tramadol.

Sejatinya, tramadol merupakan obat yang biasa dipakai untuk meredakan rasa nyeri yang hebat seperti luka operasi. Namun belakangan ini obat tersebut kerap disalahgunakan untuk mabuk atau memberikan efek fly, di mana orang menggunakannya dengan dosis yang tinggi. Tramadol harusnya digunakan dengan resep dokter, obat tersebut malah beredar luas di kalangan remaja, bahkan digunakan sebagai pengganti narkotika.

Baca Juga
Vampir Dog, Binatang Misterius yang Diduga Jadi Tersangka Utama Penghisap Darah Puluhan Kambing di Malang
Mulai dari Disalahartikan Hingga Ditakuti, Inilah Arti Sebenarnya dari Lagu “Genjer-Genjer”

Duet maut, tramadol dijodohkan dengan alkohol

Ilustrasi minuman beralkohol dan obat [image source]
Insiden yang terjadi pada remaja Kendari memang bikin geger, bukan cuma pihak kepolisian, tapi juga para orangtua yang mendadak panik. Pasalnya, di waktu yang hampir serentak puluhan remaja ditemukan berhalusinasi hebat hingga tak sadarkan diri dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit jiwa. Diduga, ada tiga jenis obat yang ditenggak oleh para remaja tersebut, yaitu PCC, tramadol, dan somadril. Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Mahdi Jufri menduga jika beberapa diantara korban meminum obat tersebut dengan berlebihan, atau bahkan dioplos dengan alkohol.  Tramadol termasuk obat yang pantang dicampur dengan aklohol karena meningkatkan adikasi dan merusak susunan syaraf otak dan bisa berujung kematian.

Banyak remaja yang jadi pengedar

Banyak remaja yang sudah jadi pengedar [image source]
Harga narkoba hingga saat ini memang begitu mahal, hal itu juga jadi alasan kenapa peredarann barang haram tersebut masih cukup lamban. Namun, seperti kata pepatah yang mengatakan tak ada rotan akar pun jadi, demikian pula para remaja Indonesia yang saat ini beralih pada tramadol. Tak seperti harga narkoba yang tinggi, tramadol justru hanya dibandrol sekitar Rp. 15.000 saja untuk 10 butirnya. Harga yang tak terlalu tinggi tersebut juga memudahkan para remaja untuk ambil peran menjadi pengedar tanpa harus mengeluarkan modal yang terlalu besar.

Efek samping tramadol

Ilsurasi efek samping obat Tramadol [image source]
Tramadol termasuk golongan obat kimia jenis analgesik opiat. Obat tersebut juga bisa digunakan mulai anak usia 12 tahun hingga dewasa. Namun, yang perlu diingat obat ini hanya diperuntukkan pasien yang baru saja menjalani operasi, dan tentu saja tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang. Bahkan, penggunaan sesuai resep dokter saja masih memberikan efek samping seperti: kecanduan, pusing, limbung, mual, muntah, susah BAB, mulut kering, perut kembung, gangguan fungsi ginjal, hingga merusak jaringan syaraf. Lebih-lebih jika digunakan tanpa pengawasan dokter bahkan dengan dosis yang tinggi, tentu efeknya juga lebih mengerikan.

Mudah didapat, penyalahgunaan tramadol makin merebak

Anak-anak yang kedapatan menyalahgunakan obat [image source]
Kasus narkoba yang tak ada habisnya saja sudah membuat banyak pihak merasa puyeng, kini ditambah lagi dengan kasus-kasus penyalahgunaan obat yang mudah didapat di apotek atau dijual oleh para pengedar. Salah seorang pengguna mengungkapkan jika ia membelinya di apotek tanpa resep dokter. Setiap kali minum, biasanya ia dua butir atau lebih, sesuai dengan keinginan. Menurutnya, obat tersebut akan memberikan efek ketenangan dan meningkatkan vitalitas pria di ranjang. Mirisnya, penggunaan obat tersebut rupanya sudah merebak di pelbagai daerah Indonesia. Masalah tersebut makin serius saja karena menyangkut generasi muda yang harusnya jadi penerus bangsa.

Dengan adanya tulisan ini, semoga para generasi muda bisa lebih bijak lagi dalam menggunakan obat-obatan. Dan lebih baik, jangan sampai terjerumuh hal-hal yang merugikan diri sendiri. Tentu kita tahu, bahwa yang paling mahal adalah kesehatan. Ketika Tuhan memberikan sehat, jangan sampai kita mencari sakit.

 

 

 

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Seperti Ini Nasib Para Pemain Film Esek-Esek Setelah Pensiun, Dijamin Kaget Kamu Lihatnya 25 Foto Selfie Fail Abis yang Bikin Kamu Ketawa Ngakak Sampe Perut Mules Inilah Mongrel Mob, Gangster Selandia Baru yang Namanya Mulai Jadi Pembicaraan di Dunia 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Miris! Bukan Kebahagiaan, Pengantin Ini Malah Dibuat Malu oleh Wedding Organizer Kisah John Kei, Preman Gahar Sang 'Godfather of Jakarta' yang Kini Menempuh Jalan Kebenaran Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Ternyata Segini Gaji Pemain Film "Dewasa", Penderitaan Tidak Sebanding dengan Penghasilan
BACA JUGA