5 Fakta Tentang Otak Manusia yang Unik dan Cukup Mengherankan

oleh Norman Duarte
10:15 AM on Jul 9, 2015

Otak manusia adalah karunia dari Tuhan yang tidak ada bandingannya. Dengan otak lah, manusia bisa menjadi berbeda dengan hewan.

Karena otak merupakan tempat berpikir, menyimpan memori, dll. Ternyata ada beberapa fakta mengagumkan yang selama ini kita tidak tahu. Yuk disimak!

Baca Juga
Kesh Angel, Geng Motor Perempuan Berhijab Ratu di Jalanan Maroko
Seperti Langit Dan Bumi, 10 Potret Kehidupan Korea Utara dan Korea Selatan Ini Berbeda Banget

1. Mengapa Bad Boy itu Menarik

Para ilmuwan mengadakan penelitian dengan menggunakan dua kelompok lak-laki. Kelompok pertama disuruh berjalan di sebuah jembatan yang aman. Kelompok yang kedua disuruh berjalan di sebuah jembatan gantung yang berbahaya.

Alasan Bad Boy Menarik
Alasan Bad Boy Menarik [ImageSource]
Ketika sudah selesai, para penguji mengadakan uji coba, yaitu wawancara yang dilakukan oleh beberapa wanita berpenampilan menarik. Bagi mereka yang berjalan di jembatan yang aman, tidak ada perubahan yang berarti. Tetapi bagi mereka yang berjalan di jembatan yang berbahaya, terjadi perubahan yang signifikan. Saat di wawancara obrolan mereka mulai agak “menjurus”. Mereka menjadi lebih “agresif” dalam artian lebih berani PDKT dan menggoda yang mewawancara.

Ternyata setelah diteliti, rasa takut membuat otak melepaskan zat Dopamin. Zat ini dikenal sebagai zat yang meningkatkan rasa bahagia, dan gairah. Hmmm, mungkin ini sebabnya ya, para wanita suka dengan bad boy. Rasa takut dan tantangan yang mereka alami, membuat otak melepaskan dopamin, sehingga para bad boy terlihat lebih menggairahkan.

2. Bayi Lebih Pintar dari Orang Dewasa

Saat lahir, kepala bayi pasti lebih besar daripada tubuhnya. Meskipun ukuran otak mereka lebih kecil dari orang dewasa, otak bayi memiliki lebih banyak sambungan syaraf. Bayi juga memiliki lebih sedikit “Inhibitory neurotransmitters”, yang membuat mereka menjadi jauh lebih peka terhadap sekeliling mereka. Itulah kenapa banyak orang bilang bahwa bayi bisa melihat makhluk-makhluk 5 dimensi seperti jin atau malaikat.

Bayi Lebih Pintar dari Orang Dewasa
Bayi Lebih Pintar dari Orang Dewasa [ImageSource]
Saat bertambah umur, syaraf akan “memangkas” dirinya sendiri dan hanya menyisakan syaraf-syaraf yang sering dipakai, dan menghilangkan yang jarang dipakai. Konon saat sejak lahir, bayi akan mampu mengeluarkan suara apa saja dari bahasa apa saja. Tetapi kemampuan ini kemudian menghilang seiring waktu.

Contohnya, orang jepang tidak bisa menyebutkan huruf “L”, dan orang bule kesulitan menyebutkan huruf “R” dalam bahasa mereka. Sebenarnya sejak bayi mereka punya kemampuan untuk menyebutkannya, hanya saja seiring dengan waktu, mereka mulai menggunakan bahasa mereka yang jarang menggunakan kedua huruf tersebut, sehingga lama kelamaan saraf di otak mereka benar-benar hilang karena tidak digunakan. Hal ini kemudian membuat orang Jepang dan bule menjadi kesulitan untuk menyebut beberapa huruf.

Otak bayi kemudian berkembang dan berubah. Pada umur 1 tahun, otak mereka sudah menyerupai otak orang dewasa sebesar 60%. Sejak saat itu, segala kelebihan otak bayi sudah mulai menjadi tumpul dan mereka mulai terpengaruh lingkungan di mana mereka dibesarkan.

3. Neuron Otak adalah ‘Kanibal’

Saat Anda lapar dan perut keroncongan, neuron (impuls listrik) di otak Anda pun demikian. Bahkan sebenarnya rasa lapar itu tercipta dari neuron yang butuh asupan energi. Karena saat Anda membutuhkan asupan (alias lapar), neuron akan mulai melepaskan sejenis zat yang gunanya untuk menelan dirinya sendiri. Istilahnya jeruk makan jeruk!

Neuron Otak adalah Kanibal
Neuron Otak adalah Kanibal [ImageSource]
Karena inilah kemudian perut Anda mulai merasakan lapar, tubuh Anda menjadi lemah, asam lambung naik, dll. Hal ini cukup berbeda saat kita puasa, neuron jadi nggak ganas-ganas amat memakan dirinya sendiri. Mungkin karena otak sendiri sudah memerintahkan neuron untuk “tenang” karena lagi puasa.

Jika Neuron terus dibiarkan kelaparan, maka akan timbul kelainan-kelainan pada otak. Hal inilah yang menimbulkan penyakit seperti Anorexia Nervosa dan Bulimia. Itu pula sebabnya di dalam Islam, seseorang tidak boleh puasa terus menerus. Bahkan juga ada hadits yang menyuruh untuk “makan sebelum lapar, berhenti sebelum kenyang”.

4. Rasa Sakit

Di masa lalu, kita mengira bahwa otak menerima rasa sakit yang dikirimkan syaraf saat bagian tubuh terkena penyebab rasa sakit (dicubit, dipukul, serangan virus, dll). Namun sekarang, para ilmuwan percaya bahwa otak sendirilah yang menciptakan rasa sakit itu. Karena pada beberapa kasus, beberapa kerusakan di bagian tubuh tidaklah menimbulkan rasa sakit, karena otak menganggap hal itu sebagai “ancaman”.

Rasa Sakit
Rasa Sakit [ImageSource]
Jadi, rasa sakit hanya akan kita rasakan jika otak menganggap hal itu sebagai “ancaman” yang berbahaya bagi tubuh kita. Rasa sakit ini akan membuat kita “aware” dan melakukan tindakan proteksi kepada diri sendiri.

Keadaan itu terbukti pada kasus orang yang teramputasi. Mereka masih sering merasakan sakit di bagian tubuh mereka yang hilang, padahal tidak ada lagi simpul-simpul saraf penerima rasa sakit di sana. Anyway, otak sendiri nggak bisa ngerasain sakit, loh!

Jadi kalo kamu patah hati, dan kerasa sakit banget, jangan salahin mantan kamu. Salahin otak kamu (kidding!)

5. Otak Terus Berubah

Hal yang paling menakutkan dari otak adalah ia terus berubah dari hari ke hari. Dalam sebuah proses yang bernama neurogenesis, otak kita terus menambahkan ratusan ribu neuron baru selama hidup kita, dan ada pula neuron yang mati. Hal ini berarti bahwa orang yang berumur 90 tahun bisa saja memiliki neuron yang sama dengan mereka yang berumur 40 tahun, hanya saja dengan “koneksi” yang lebih lambat.

Otak Terus Berubah
Otak Terus Berubah [ImageSource]
Tetapi perubahan-perubahan ini membuat otak sendiri juga rentan terhadap kelainan-kelainan. Kelainan ini bisa muncul kapan saja tergantung dari faktor genetik dan lingkungan. Kelainan-kelainan bisa mencapai ratusan macam, antara lain: dimentia, bipolar, quadriplegia, aphasia, alzheimer, parkinson, dan lain lain. Terlalu menakutkan untuk disebut.

Bersyukurlah kita diberikan otak yang normal oleh Tuhan sehingga bisa menjalankan aktifitas sehari-hari. Sebuah karunia besar yang selalu kita anggap sederhana dan tak pernah kita anggap serius.

Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi kah yang kau dustakan?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA